Dukung ekonomi digital, Telkom siap genjot infrastruktur jaringan teknologi

Jumat, 22 September 2017 16:29 Reporter : Idris Rusadi Putra
Dukung ekonomi digital, Telkom siap genjot infrastruktur jaringan teknologi Digital era. © Tonyzambito.com

Merdeka.com - Potensi industri kreatif termasuk digital di Indonesia sangatlah besar. Pemerintah memprediksi, dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, ekonomi digital di Tanah Air bisa tumbuh signifikan. Dari perhitungan yang dimiliki oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), pada tahun 2020 ekonomi digital di Indonesia bisa menembus USD 130 miliar atau Rp 1700 triliun (asumsi 1 USD = Rp 13.333).

Menyambut era digital ini, Telkom serta anak usahanya Telkomsel menyiapkan berbagai strategi. CEO Telkomsel, Ririek Adriansyah mengatakan, dalam perkembangan ekonomi digital dipengaruhi oleh perkembangan device, network, dan application (DNA). Dalam pengembangan ekonomi digital ini Telkomsel bersama PT Telkom, akan selalu berkomitmen untuk selalu menggembangkan network.

Menurutnya, pembangunan insfrastruktur TIK ini tak hanya sekadar di wilayah yang menguntungkan saja, tetapi di seluruh wilayah Indonesia. Termasuk di wilayah terdepan, tertinggal, dan terpencil Indonesia. Sebab telekomunikasi sudah menjadi kebutuhan termasuk bagi masyarakat terluar Indonesia.

"Hingga saat ini jaringan Telkomsel sudah mencakup 99 persen dari total populasi di Indonesia dengan 150 ribu BTS. Bahkan saat ini jaringan 4G LTE Telkomsel sudah tergelar lebih dari 480 kabupaten di seluruh. Tanpa infrastruktur broadband yang memadai, apa yang dilakukan oleh pengembang aplikasi tak akan dapat dilakukan," ucap Ririek di Jakarta, Jumat (22/9).

Selain membangun jaringan telekomunikasi, untuk mendukung pengembangan ekonomi digital, Telkomsel juga menggembangkan layanan digital seperti aplikasi finansial T-Cash. Untuk menggembangkan tumbuhnya startup, Telkomsel juga memiliki program Nextdev.

"Diharapkan dengan pembangunan jaringan hingga pelosok negeri dan pengembangan aplikasi digital, Telkomsel dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan ekonomi digital di Indonesia," papar Ririk.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyinggung soal perubahan dalam perekonomian yang begitu cepat. Dari detik ke detik, dari menit ke menit, perubahan global itu terus terjadi.

"Kenapa (perubahan global ini) diulang, supaya kita semua sadar bahwa perubahan itu dari detik ke detik, menit ke menit selalu ada. Ini yang selalu di mana-mana mungkin bapak ibu semua sudah mendengar 10 atau 15 kali saya bicara mengenai ini. Tapi saya ulang terus, supaya sadar perubahan betul-betul melanda dunia," katanya.

Presiden Jokowi juga mengingatkan, saat ini sudah terjadi pergeseran tata niaga di Tanah Air. Misalnya perdagangan dari offline menuju online. "Kita sudah hadapi itu. Sudah ada. Daripada orang jauh-jauh ke toko atau ke mall, kena macet di jalan, ngantre di kasir, cuma keluarkan ini, keluarkan HP, smartphone, buka aplikasi, tik tik tik tik tik, pesan dalam aplikasi, bayar dalam aplikasi, masukin alamat dalam aplikasi, tinggal tunggu barang diantar sampai ke rumah," jelasnya.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan, tanpa adanya infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang memadai, mustahil ekonomi digital di Indonesia bisa tercapai. "Tanpa infrastruktur tidak mungkin ekonomi digital bisa tumbuh," terang Rudiantara.

Berdasarkan data dari Kominfo menyebutkan, saat ini infrastruktur TIK di Indonesia menduduki peringkat ke empat di ASEAN. Rudiantara berharap di tahun 2019 mendatang seluruh ibukota kabupaten di seluruh Indonesia akan terhubung dengan layanan broadband. [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini