Dorong Digitalisasi, Menteri Erick Ingin Hapus Korupsi di BUMN

Kamis, 16 September 2021 13:04 Reporter : Merdeka
Dorong Digitalisasi, Menteri Erick Ingin Hapus Korupsi di BUMN Erick Thohir. istimewa ©2021

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menegaskan, di era digitalisasi saat ini, perlu ada kerja sama bisnis yang sehat. Dia tak mau ada oknum di perusahaan BUMN yang mengambil untung pribadi atau korupsi berbasis proyek.

Dia berharap adanya kerja sama yang menguntungkan, baik antara pemerintah ke perusahaan BUMN, antar perusahaan BUMN, atau pun kerja sama dengan perusahaan swasta.

"Kita mau ada kerja sama sehat. (kerja sama) BUMN, Pemerintah Daera, Swasta harus win-win. Saya gak mau di ada korupsi di BUMN karena project base. itu bukan bisnis proses yang baik," katanya dalam Launching Bersama Produk Warung Pangan, Kamis (16/9).

Tak hanya mewanti-wanti perusahaan pelat merah, dia juga menyasar perusahaan-perusahaan swasta yang hadir dalam kesempatan tersebut. Dia menegaskan, perusahaan swasta tak boleh juga mengambil untung sendiri dari kesempatan kerja sama yang diberikan.

"Saya ingin juga minta para swasta yang jadi partner BUMN jangan ngakali, harus win-win apalagi saat ini di era transparan, digitalisasi," tambahnya.

Menteri Erick mengatakan bahwa kondisi pandemi Covid-19 memaksa berbagai sektor untuk beralih dan memanfaatkan digitalisasi. Dengan begitu, di sektor bisnis terjadi transparansi dan pasar terbuka.

2 dari 2 halaman

Menteri Erick Nilai Kini Makin Mudah Menjadi Orang Kaya Berkat Digitalisasi

nilai kini makin mudah menjadi orang kaya berkat digitalisasi

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mendapat pertanyaan mengenai kesempatan menjadi orang kaya di Indonesia semakin sulit saat ini. Hal tersebut ditanyakan oleh Youtuber Deddy Corbuzier dalam podcast Youtube.

Namun, menurutnya, menjadi orang kaya di Indonesia tidak semakin sulit. Kesempatan menjadi orang kaya di Indonesia sebenarnya besar apalagi didukung oleh era digital yang semakin maju.

"Saya rasa tidak (makin sulit), kesempatan lebih besar. Amerika Serikat land of freedom, yang kaya berubah setiap tahun. Indonesia setiap tahun yang kaya itu itu saja. Baru sekarang di era digital ada orang orang kaya baru," katanya, ditulis Selasa (1/6).

Kondisi saat ini, kata Menteri Erick, sama seperti usai krisis 1998. Saat itu, kondisi membuat banyak lahir pengusaha-pengusaha baru yang mampu membuat terobosan dan menghasilkan banyak uang.

Pemerintah pun tak tinggal diam. Segala upaya dan dukungan diberikan agar masyarakat mampu menciptakan usaha yang kemudian berdampak pada ekonomi.

"Ketika krisis 98, baru ada pengusaha pengusaha baru. Ini yang kita kembali, tidak boleh yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin. Kita perlu ada keseimbangan. Ini harus kita jaga. Kita tidak mungkin mengelekkan industri 4.0, tapi bener tidak rakyatnya bisa kerja? belum tentu. Itu yang harus kita ciptakan," jelasnya.

Dia menambahkan, harus ada keberpihakan pemerintah dan disertai kemauan masyarakat untuk berubah agar tercipta kemajuan ekonomi. "Harus ada keberpihakan, sama seperti negara kita mau modern, tapi apakah dengan modern negara kita mau kita hancurin? jangan dong. Ini harus kita cari ekuilibrium baru," tandasnya.

Reporter: Arief Rahman

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Dapat Izin OJK, BTN Layani Pembukaan Rekening Lewat Online
Gandeng IPB University, Pemkab Bogor Sekolahkan 40 Kades
Pos Indonesia Hadirkan Beragam Layanan Digital Baru, ini Rinciannya
Berkat Teknologi, Proses Tender BUMN Kini Lebih Transparan
Kemenkeu Tunjuk WeTransfer dan OffGamers Pungut Pajak Digital
Perkembangan Zaman Bikin UMKM Terus Transformasi dan Adaptasi
PaDi Virtual Expo Batch 2 Diharapkan Buat UMKM Naik Kelas

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini