Dibanding Stimulus Ekonomi, Pemerintah Disarankan Segera Terapkan Lockdown

Minggu, 15 Maret 2020 14:45 Reporter : Merdeka
Dibanding Stimulus Ekonomi, Pemerintah Disarankan Segera Terapkan Lockdown pertumbuhan ekonomi. merdeka.com /Arie Basuki

Merdeka.com - Ekonom sekaligus Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah Redjalam menilai paket stimulus II yang baru dikeluarkan pemerintah tidak efektif menyelamatkan ekonomi di tengah wabah virus corona. Dia melainkan, pemerintah lebih baik menerapkan lockdown.

Dia mengatakan, perkembangan virus corona semakin mengkhawatirkan dan semakin besar dampak negatifnya, serta tidak ada kepastian sampai kapan wabah tersebut akan berakhir. Dengan adanya stimulus yang dikeluarkan pemerintah tak akan memberikan dampak signifikan, dia pun menyarankan segera melakukan lockdown, meskipun aktivitas perekonomian akan berhenti.

“How low can you go, stimulus ekonomi tidak akan mampu menahan perlambatan ekonomi ketika corona sudah merebak, dan pemerintah harus melakukan lockdown, stimulus itu akan sia-sia,” kata Piter kepada Liputan6.com, Minggu (15/3).

Selain itu, dia menimbang dan mengkhawatirkan stimulus fiskal yang diberikan pemerintah tidak tepat waktu. Menurutnya, saat ini yang paling utama dibutuhkan bukan stimulus, melainkan membangun pelayanan kesehatan untuk masyarakat.

“Saat ini yang Kita butuhkan utamanya bukan stimulus untuk membangkitkan ekonomi, karena tidak akan efektif selama virus corona masih menghantui, akan lebih baik bila sekarang ini semua resources ditujukan untuk mengatasi penyebaran corona. Dana stimulus lebih diarahkan, misalnya untuk membangun fasilitas pelayanan kesehatan,” ujarnya.

1 dari 1 halaman

Pemerintah Lacak Penyebaran

penyebaran rev1

Dia berharap, pemerintah bisa melacak, mengawasi, dan mengisolasi hingga menyembuhkan yang terinfeksi, demi mengurangi sekecil-kecilnya peluang penyebaran virus. Lanjutnya, perlambatan ekonomi adalah suatu yang tidak bisa lagi dielakkan.

Yang harus dilakukan adalah seperti China, Italia, dan negara lain, yang fokus kepada keselamatan bangsa dari ancaman virus corona, ujarnya.

Meskipun, sekarang ini semua sektor akan potensial terganggu jika dilakukan lockdown, seperti beberapa sekolah, universitas, badan usaha, dan lainnya, akan berhenti karena tidak tahan tekanan, dan mengubah pendekatan dari offline menjadi online.

"Menurut Saya pemerintah sebaiknya fokus mengatasi penyebaran wabah dengan lockdown serta meningkatkan fasilitas kesehatan bagi Masyarakat, artinya stimulus harus diprioritas untuk membiayai kesehatan Masyarakat, bukan untuk menahan perlambatan ekonomi, karena perlambatan ekonomi itu adalah keniscayaan," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Kemenkeu: Sri Mulyani Masih Jalankan Tugas Penuh dan Kondisi sehat
SBY Menilai Penanganan Virus Corona Kurang Maksimal
Cegah Corona, Anies Ajak Masyarakat Jakarta Beribadah di Rumah
Layanan Drive-Thru Tes Virus Corona Diserbu Warga Colorado
Cegah Corona, Kantor Pajak Seluruh Indonesia Tutup Hingga 5 April 2020
Viral Suara Pilu Muazin di Kuwait Lantunkan Azan, Serukan Warga untuk Salat di Rumah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini