Di Tengah Pandemi, Garuda Indonesia Angkut Kargo Pakai Pesawat Penumpang

Rabu, 29 April 2020 15:04 Reporter : Anisyah Al Faqir
Di Tengah Pandemi, Garuda Indonesia Angkut Kargo Pakai Pesawat Penumpang Garuda Indonesia. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengubah rute penerbangan orang menjadi penerbangan kargo. Langkah ini diambil untuk mempertahankan roda bisnis maskapai pelat merah tersebut.

Pihaknya juga sudah mendapatkan persetujuan untuk mengangkut logistik dengan menggunakan pesawat penumpang orang.

Irfan menjelaskan, logistik yang diangkut akan diletakkan di kursi penumpang. Dalam setiap baris bisa membawa beban maksimal 210 kilogram. Angka ini merupakan asumsi setiap kursi diduduki orang dengan berat badan 75 kilogram.

"Plus minus 210 kilogram bisa ditaruh di 3 kursi," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR-RI secara virtual, Jakarta, Selasa (29/4).

Barang akan diletakkan di kursi tengah. Sehingga kursi di kanan-kirinya dikosongkan.

Untuk itu, di tengah pandemi Covid-19 ini, Garuda Indonesia akan memfokuskan bisnisnya pada layanan kargo antar kota dan antarnegara. Baik itu untuk mengangkut logistik kemanusiaan atau yang lainnya.

"Ini sesuai dengan pemerintah untuk memastikan layanan barang dan logistik masih berlangsung," kata Irfan.

1 dari 1 halaman

Garuda Masih Melayani Penerbangan Penumpang Rute Internasional

melayani penerbangan penumpang rute internasional rev1

Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia masih melayani penerbangan rute internasional. Rute yang masih terus beroperasi yakni Amsterdam, Jepang, Korea Selatan dan Australia. Hanya saja penerbangan menuju negara-negara tersebut satu kali dalam sepekan.

"Kita usahakan seminggu sekali untuk rute internasional," kata Irfan.

Begitu juga dengan rute penerbangan domestik. Semula Garuda Indonesia masih melayani untuk rute Denpasar, Surabaya, Medan, dan Ujung Pandang. Penerbangan rute domestik hanya dilakukan satu kali setiap hari.

Namun, setelah turun Peraturan Kementerian Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 H, penerbangan rute domestik untuk penumpang terpaksa ditutup. Dalam aturan ini bisnis penerbangan masih bisa beroperasi selama digunakan untuk pengangkutan logistik untuk rute domestik. Sedangkan penerbangan rute internasional masih diperbolehkan untuk mengangkut orang.

"Aturan ini mengizinkan rute internasional (membawa penumpang) tapi domestik hanya boleh mengangkut logistik," kata Irfan. [idr]

Baca juga:
Garuda Indonesia Punya Cara Unik Bedakan Penumpang Mudik dan Pulang Kampung
Garuda Indonesia Prediksi Jumlah Penumpang Menurun Drastis Jelang Lebaran
Garuda Indonesia Tunda Pembayaran Gaji 25.000 Karyawan
Anggota DPR Soroti Kondisi Keuangan Garuda yang Terdampak Corona
Garuda Indonesia Masih Terbang dari Jakarta ke Makassar, Angkut Apa?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini