Cerita Dahlan campakkan pembuat mobil listrik Tucuxi
Merdeka.com - Tak ada yang lebih mengecewakan kecuali anak bangsa yang rela menyerahkan iming-iming uang di negara asing dan memutuskan untuk kembali ke Indonesia, menggunakan ilmunya untuk memajukan bangsa, namun malah dicampakkan di negeri sendiri. Seperti itulah perasaan Danet Suryatama beberapa hari ini.
Baru beberapa bulan lalu Danet memutuskan untuk kembali ke Tanah Air bersama sang istri dari Amerika Serikat. Danet telah mengajukan proposal kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk mengembangkan mobil listrik nasional. Danet bersama lima putra bangsa lain disebut Dahlan sebagai lima putra petir.
Berbeda dengan Dasep Ahmadi, Danet mengembangkan mobil listrik kelas eksekutif yang disebut sekelas Ferrari dengan harga sekitar Rp 1,2 miliar. Modalnya tak jauh-jauh, Danet mengaku merogoh koceknya sendiri untuk membuat prototype mobil dengan merek Tucuxi tersebut.
Namun, betapa kecewanya dia, saat tahu Dahlan mengembalikan mobil itu ke Yogyakarta setelah Dahlan melakukan peluncuran tak resminya di Senayan akhir tahun lalu. Alih-alih dikembalikan kepada Danet, Dahlan malah meminta pihak Kupu Kupu Malam untuk membongkarnya. Tak hanya itu, pihak Kupu Kupu Malam malah meminta insinyur dari Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk membongkar Tucuxi.
Saat berbincang dengan merdeka.com, Danet mengaku tak keberatan jika mobil tersebut dibongkar karena Dahlan memang telah membeli mobil tersebut. Sayangnya, Danet mengaku telah ada perjanjian antara Danet dengan Kupu Kupu Malam. Dalam perjanjian tersebut, tim Danet membuat bagian mesin sementara Kupu Kupu Malam bertanggungjawab untuk pembuatan body.
Danet bahkan mengaku telah mengirimkan keluhannya kepada Dahlan melalui surat elektronik. Sayangnya, Dahlan tak membalas surat tersebut. Bahkan, saat dikonfirmasi oleh wartawan, Dahlan enggan berkomentar. Dia merasa mobil listrik tersebut sudah menjadi propertinya.
Hal yang berbeda terjadi dengan Dasep Ahmadi. Dasep yang membuat mobil listrik kelas menengah tersebut selalu mendampingi Dahlan ketika dia memakai Ahmadi. Bahkan, saat Ahmadi mogok pun, Dahlan langsung memanggil Dasep untuk kembali membongkar mesinnya.
Lalu, kenapa perlakuan Dahlan berbeda antara dua putra bangsa yang berprestasi itu? (mdk/rin)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya