Cara bos Bekraf bantu industri musik tangani pembajakan dan hak cipta
Merdeka.com - Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf mengakui bahwa industri musik di Indonesia masih kerap dilanda masalah. Dalam hal ini, kasus pembajakan dan hak cipta menjadi persoalan yang sangat serius bagi para pelaku industri ini.
"Dan kalau kita masih berkutik pada pembajakan musik gak akan selesai. Sudah beda lagi sekarang sudah gak fisik dari CD atau kaset atau apa namanya barang barang yang fisik. Sekarang dengan download dengan streaming dan ini pasti akan berubah lagi model bisnisnya," kata dia dalam Konferensi Pers Peluncuran Data Statistik Ekonomi Kreatif Indonesia, di Jakarta, Selasa (27/2).
Menanggulangi masalah ini, Bekraf tengah menjalin kerja sama dengan beberapa pihak lain dalam upaya meningkatkan industri musik di Indonesia. Selama ini, akibat adanya pembajakan tersebut, bukan hanya musisi yang dirugikan, melainkan juga akan berakibat langsung terhadap penerimaan pajak negara.
"Tentunya ini gak mudah dan ujungnya nanti harus ada koordinasi dengan kementerian lain juga untuk membuat suatu ekosistem pendataan, data yang dikontribusikan oleh pencipta lagu kepada kita semua nantinya dan itu akan menjadi sebuah sistem yang stimulus yang tidak ada batasnya yang dikaitkan dengan pajak dikaitkan dengan hak cipta," tutur dia.
Untuk itu, dia mengajak keseluruh lapisan masyarakat untuk memperbaiki ekonomi kreatif di Indoensia terutama di sektor industri musik. Sehingga para pencipta lagu khususnya bisa menghasilkan pendapatan dari lagu ciptaannya tersebut.
"Berapa penghasilan dari lagu itu perbulan, pajaknya berapa dan bisa dijadikan jaminan untuk dia minjem uang karena dia jadi punya kredibilitas," pungkasnya. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya