Bos Lippo: Indonesia akan Banjir Kendaraan Listrik 3 Tahun ke Depan

Kamis, 28 November 2019 13:55 Reporter : Merdeka
Bos Lippo: Indonesia akan Banjir Kendaraan Listrik 3 Tahun ke Depan Mobil listrik. ©2013 merdeka.com/idris rusadi putra

Merdeka.com - Pendiri Lippo Group Mochtar Riady memprediksi, keberadaan kendaraan listrik dalam bentuk mobil dan motor akan membanjiri Indonesia dalam waktu 3 tahun ke depan. Dia meminta perusahaan yang banyak memproduksi baterai untuk cepat beradaptasi dengan zaman, di mana nanti baterai akan banyak dipakai untuk kendaraan listrik.

"Dia bilang itu masih lama. Saya bilang tidak, sepeda motor dan mobil listrik 3 tahun akan banjir di sini. Harus ubah teknologi baterai, kalau tidak pabrik dia akan tutup," tegas dia di Jakarta, Kamis (28/11).

"Kita tidak akan cerita lagi sepeda motor bensin. 30 tahun lagi, kita cerita tentang motor listrik, mobil listrik. Mobil listrik ini semua adalah tergantung pada baterai," dia menambahkan.

Dia pun mengatakan, teknologi baterai bakal banyak menggunakan bahan berbasis grafit. Bahan tersebut jika digabung dengan molekul karbon disebutnya akan memiliki tenaga lebih besar, meski berukuran lebih kecil dan tipis.

"Dengan satu kali charge, baterai dengan bahan ini cuman butuh waktu 10 menit untuk bisa penuh. Itu bisa digunakan jalan sampai 1.000 km," jelas dia.

Oleh karenanya, Mochtar Riady mengajak produsen baterai di Tanah Air untuk gencar berinovasi membuat baterai kendaraan listrik, sehingga produk tersebut bisa diperdagangkan di pasar global.

"Bagaimana memakaikan teknologi ini untuk promosi ke internasional, ini adalah tugas kita. Gunakan teknologi supaya barang Indonesia bisa dijual di seluruh dunia. Itu yang kita kejar," imbuh dia.

1 dari 2 halaman

Indonesia Jadi Hub Industri Mobil Listrik

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan Indonesia mampu memproduksi baterai litium sendiri. Dengan demikian, nantinya Indonesia bisa menjadi hub besar industri mobil listrik.

"Kita ingin dalam 2 sampai 3 tahun turunan nikel bisa ke litium baterai ini strategi bisnis negara sedang kita rancang agar Indonesia bisa jadi hub besar bagi industri mobil elektrik," ujarnya di Kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (28/11).

Presiden Jokowi mengatakan, Indonesia merupakan negara kaya yang punya bahan baku sumber daya alam melimpah. Setidaknya hingga kini Indonesia memiliki nikel, kobalt dan mangan untuk dapat diolah.

"Arahnya ke sana karena kita punya nikel, kobalt, mangan dan bahan baku lain yang bisa dipakai oleh industri dalam membangun lithium baterai dan Indonesia punya cadangan nikel terbesar nomor 1 di dunia," jelas Presiden Jokowi.

2 dari 2 halaman

Kirim Menteri Studi Banding ke Negara Maju

Untuk mewujudkan ambisi tersebut, Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, sudah mengirim beberapa menteri ke negara maju untuk belajar pengembangan litium. Beberapa negara yang dituju adalah Jerman dan Jepang.

"Strategi ini kita harus pakai untuk membangun industri mobil listrik, kita sudah kirim menteri mendekati industri-industri, besar mobil di Jepang, Jerman dalam rangka kita kembangkan litium," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Target Mampu Produksi Baterai Litium, Jokowi Mau RI Jadi Hub Industri Mobil Listrik
Dukung Mobil Listrik, Pertamina Geser Bisnis Bangun Pabrik Baterai
Transjakarta akan Pakai 14.000 Bus Listrik di 2030
Pertamina Cari Rekan untuk Produksi Baterai Kendaraan Listrik
Pengusaha Sebut Kendaraan Listrik Masih Berpotensi Cemari Lingkungan
Kadin Sarankan Pemerintah Fokus Sepeda Motor Listrik Lebih Dulu

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini