Bos Inalum: Dana Pembelian Saham Freeport akan Balik Modal dari Pembayaran Dividen

Rabu, 31 Maret 2021 15:30 Reporter : Sulaeman
Bos Inalum: Dana Pembelian Saham Freeport akan Balik Modal dari Pembayaran Dividen Freeport. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum)/Mining Industry Indonesia (MIND ID), Orias Petrus Moedak optimis negara akan menerima pengembalian modal sepenuhnya atas pembelian saham PT Freeport Indonesia (PTFI) pada 2025 mendatang. Pengembalian modal nantinya diberikan melalui pembayaran dividen yang disetorkan oleh perusahaan produsen emas dan tembaga itu.

"Konsisten seperti yang sebelumnya saya sampaikan ke bapak ibu sekalian, 2025 payback dari modal yang kita keluarkan USD 3,85 miliar itu diterima kembali," tegasnya dalam Rapat Dengar Pendapat Bersama Komisi VII DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (31/3).

Optimisme tersebut lantaran Freeport Indonesia sendiri mulai menyetor dividen kepada negara mulai tahun ini. Angin segar ini semakin diperkuat dengan kian melambungnya harga komoditas cooper di pasaran.

Adapun, untuk tahun 2021 nilai dividen ditargetkan sebesar USD 200 juta. Selanjutnya, nilai dividen yang disetorkan ke kas negara pada 2022 mencapai USD 400 juta. Sementara nilai dividen 2023 yang disetorkan Freeport Indonesia diproyeksikan mencapai USD 1 miliar.

Peningkatan tren nilai dividen sendiri berlanjut di tahun 2024 dengan target realisasi hingga USD 1,5 miliar. Target nilai dividen ini kembali berlaku di tahun 2025.

Sedangkan, harga jual komoditas cooper di pasaran saat ini dibanderol USD 4 per pound. Padahal, hitung-hitungan untuk asumsi balik modal pada 2025 itu memakai nilai jual cooper yang jauh lebih rendah berkisar USD 2,75 per pound.

"Jadi, (nilai dividen) USD 4,6 miliar kurang lebih. Itu dengan asumsi harga cooper kita itu USD 2,75 (per pound), posisi hari ini USD 4 (per pound). Jadi, kita sangat optimis bahwa angka itu bisa lebih," ucap dia menekankan. [idr]

Baca juga:
Inalum Ungkap Syarat Utama Agar Pembangunan Smelter di Papua Terlaksana
Lewat 3 Tahun, BUMD Papua Belum Bisa Kuasai Sebagian Saham Freeport
Inalum Sebut Dana CSR Freeport Masih 1 Persen
Inalum Sebut Investor Mulai Melirik Alternatif Pembangunan Smelter Baru
PLN, Pertamina dan Inalum Ditugaskan Bangun Industri Baterai Mobil Listrik

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini