Bos BI: Kondisi pasar SBN kita dalam kondisi baik
Merdeka.com - Kementerian Keuangan mengumpulkan pelaku industri Surat Berharga Negara (SBN) untuk mendiskusikan perkembangan terkini pasar SBN, di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta.
Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo mengatakan, dalam diskusi tersebut para pelaku industri sepakat bahwa kondisi perekonomian Indonesia dalam kondisi baik.
"Yang di dalam itu sependapat bahwa fundamental ekonomi dalam keadaan baik. Terlihat dari pertumbuhan ekonomi 2018 capai 5,06 persen itu tertinggi di triwulan pertama sejak tahun 2015," ungkapnya dalam Konferensi Pers, di Kantor DJP, Jakarta, Jumat (11/5).
Menurut Agus, tantangan paling besar ke depan berada dari dinamika yang terjadi di perekonomian global, seperti rencana peningkatan suku bunga AS.
"Kita sama-sama sepaham memang tantang global terutama siklus peningkatan suku bunga di Amerika Serikat. Menguatnya harga minyak dunia, serta meningkatnya risiko geopolitik akibat adanya tensi dagang Amerika - Tiongkok, serta pembatalan perjanjian nuklir AS-Iran yang mengakibatkan peningkatan mata uang Dolar terhadap seluruh mata uang dunia, termasuk Rupiah," jelas Agus.
Mantan Menteri Keuangan ini menjelaskan bahwa perbaikan ekonomi domestik dapat dilihat dengan berkurangnya defisit transaksi berjalan pada kuartal I/2017 sebesar USD 5,5 miliar. Membaik dari kuartal IV/2017 yang sebesar USD 6,04 miliar.
"Presentasi terhadap GDP. Pada kuartal I/2018 2,15 persen dari GDP. Pada kuartal IV/2018, 2,34 persen dari GDP," kata dia.
"Neraca pembayaran kita overall balance-nya minus USD 3,8 miliar karena ada tekanan di finansial account kita. NPI (neraca pembayaran) tetap baik sehingga dapat menopang ketahanan eksternal Indonesia," tandasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya