Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bos Bekraf Blak-blakan Sumbangan Ekonomi Kreatif Pada Perekonomian Tanah Air

Bos Bekraf Blak-blakan Sumbangan Ekonomi Kreatif Pada Perekonomian Tanah Air Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf. ©2018 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf, mengatakan sektor ekonomi kreatif secara konsisten mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini membuktikan kontribusi sektor ekonomi kreatif semakin penting dalam perekonomian nasional.

Pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) sektor ekonomi kreatif terus mengalami peningkatan dari tahun 2015 sebesar 4,38 persen, 2016 naik 4,95 persen, 2017 tumbuh 5,25 persen dan 2018 naik 5,60 persen.

"Sektor ekonomi kreatif menyumbang Rp 852,56 triliun pada 2015, Rp 922,59 triliun tahun 2016, Rp 1.009 triliun tahun 2017 dan Rp 1.105 triliun pada 2018," kata Triawan Munaf dalam dialog publik Daya Saing Indonesia di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Kamis (22/11).

Sementara, kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB Nasional juga terus mengalami peningkatan sejak 2015 sebesar 7,39 persen, 2016 mengalami kenaikan 7,44 persen dan 2017 mengalami kenaikan 7,57 persen.

Sektor Bekraf juga berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja yang juga meningkat setiap tahun. Pada 2015 sebanyak 15,96 juta orang tenaga kerja terserap, 2016 menyerap 16,90 juta orang, 2017 menyerap 17,45 juta orang dan 2018 menyerap 18,10 juta orang. Terjadi pertumbuhan tenaga kerja dari sektor ekonomi kreatif 5,22 persen (2015), 5,95 persen (2016), 3,23 persen (2017) dan 7,72 persen (2108).

"Kontribusi tenaga kerja ekraf terhadap tenaga kerja nasional pun tumbuh dari 2015 sebesar 13,90 persen, 2016 naik 14, 28 persen dan 2017 tumbuh 13,74 persen."

Sementara, tidak kalah penting adalah kontribusi ekspor sektor ekonomi kreatif dari 2015 sebesar USD 19,3 miliar, tumbuh menjadi USD 19,99 miliar pada 2016, kemudian menjadi USD 21,5 miliar pada 2017 dan 2018 tumbuh menjadi USD 22,6 miliar. Pertumbuhan ekspor sektor ekonomi kreatif tercatat naik sebesar 6,60 persen pada 2015, 2016 naik sebesar 3,23 persen, 2017 naik sebesar 7,59 persen, dan 2018 naik 5,43 persen.

Sedangkan kontribusi ekspor ekonomi kreatif terhadap ekspor nasional pada 2015 sebesar 12,88 persen, 2016 sebesar 13,77 persen, dan 2017 sebesar 15,93 persen.

Triawan optimistis ekonomi kreatif akan terus berkembang dengan terbukanya peluang pasar yang semakin lebar. Ayah artis penyanyi Sherina Munaf ini mencontohkan adanya jutaan orang yang siap menyerbu aneka produk kreatif nasional.

"Potensi ekonomi digital Indonesia di pasar China cukup besar. Ada 400 juta kelas menengah yang siap belanja barang-barang Indonesia," katanya.

Sementara itu, Walikota Malang Sutiaji mengatakan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di bidang ekonomi kreatif dan pariwisata akan menjadi lokomotif masa depan bangsa. Kota Malang sendiri sejak awal sudah mengantongi semangat positif sebagai Kota Kreatif, Kota Pariwisata dan Kota Pendidikan.

"Kota Malang sudah terkenal dengan ekonomi kreatifnya dan semakin produktif dengan dukungan pemerintahnya. Di Kota Malang ada pengembangan kampung-kampung tematik sebagai inovasi untuk memberdayakan masyarakat," kata Sutiaji, Walikota Malang.

Yanuar Nugroho, Deputi II Kepala Staf Kepresidenan memastikan kunci pembangunan saat ini pada manusianya. Kualitas manusia Indonesia terus ditingkatkan untuk meningkatkan daya saing.

Yanuar menyoroti industri pariwisata yang kini menjadi primadona. Kontribusi sektor ini sangat besar dalam menyumbang pertumbuhan ekonomi bangsa.

"Menjadikan pariwisata Indonesia sebagai sumber devisa utama sangat bergantung pada kualitas manusia," kata Yanuar.

Sebelumnya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menekankan pentingnya pengembangan ekonomi kreatif dan digital teknologi di dalam negeri. Hal tersebut yang coba diimplementasikan oleh para menteri melalui beragam instrumen dan kebijakan yang dibuat untuk mendukung pengembangan ini.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Industri Kreatif Temui Kemenparekraf Bahas Rencana Larangan Iklan Produk Tembakau, Ini Hasilnya
Industri Kreatif Temui Kemenparekraf Bahas Rencana Larangan Iklan Produk Tembakau, Ini Hasilnya

Pengetatan aturan rokok dalam RPP Kesehatan sebagai aturan turunan UU Kesehatan dinilai akan berdampak bagi masa depan industri kreatif nasional.

Baca Selengkapnya
Cak Imin Janjikan Masalah Sektor Pertanian Beres Tahun Ini
Cak Imin Janjikan Masalah Sektor Pertanian Beres Tahun Ini

Menurut Cak Imin, pertanian merupakan salah satu sektor yang memerlukan perhatian khusus.

Baca Selengkapnya
Dinas Pariwisata Kaltim Siap Sukseskan Empat Agenda Besar Nasional
Dinas Pariwisata Kaltim Siap Sukseskan Empat Agenda Besar Nasional

Dinpar Kaltim siap menyukseskan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) dalam empat agenda besar nasional.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Ekonomi Kuartal III-2023 Turun, Masyarakat Lebih Banyak Bayar Cicilan Dibanding Belanja
Ekonomi Kuartal III-2023 Turun, Masyarakat Lebih Banyak Bayar Cicilan Dibanding Belanja

Indef menilai, ada perubahan pola konsumsi masyarakat yang mempengaruhi ekonomi.

Baca Selengkapnya
Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen, Ganjar Tak Hanya Andalkan BUMN
Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen, Ganjar Tak Hanya Andalkan BUMN

Ganjar yakin pertumbuhan ekonomi akan didominasi oleh sektor UMKM.

Baca Selengkapnya
Pemerintah Klaim Reformasi Birokrasi 2023 Berhasil, Buktikan dengan Turunnya Angka Kemiskinan
Pemerintah Klaim Reformasi Birokrasi 2023 Berhasil, Buktikan dengan Turunnya Angka Kemiskinan

Melalui rencana aksi reformasi birokrasi di sektor ini, pemerintah mengklaim berhasil menekan angka inflasi sebesar 2,61 persen di 2023.

Baca Selengkapnya
Bappenas Sebut Ekonomi Biru Bisa Ciptakan 12 Juta Lapangan Kerja Baru
Bappenas Sebut Ekonomi Biru Bisa Ciptakan 12 Juta Lapangan Kerja Baru

Lapangan kerja baru itu terbentuk dari pengembangan industri yang sudah berjalan, maupun industri-industri baru yang akan tercipta seiring implementasi dari eko

Baca Selengkapnya
Ekonomi Kaltim Tumbuh 6,22 Persen di 2023, Lebih Tinggi dari Rata-Rata Nasional
Ekonomi Kaltim Tumbuh 6,22 Persen di 2023, Lebih Tinggi dari Rata-Rata Nasional

Pertumbuhan ekonomi tahun 2023 didorong oleh capaian kinerja yang positif di seluruh lapangan usaha di Kalimantan Timur.

Baca Selengkapnya
BRIN Ingatkan Dampak Peningkatan Suhu Terhadap Sektor Pertanian
BRIN Ingatkan Dampak Peningkatan Suhu Terhadap Sektor Pertanian

Kenaikan suhu dapat mempengaruhi produktivitas tanaman pangan.

Baca Selengkapnya