Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BJ Habibie: Kita buktikan bahwa Indonesia bisa membuat pesawat

BJ Habibie: Kita buktikan bahwa Indonesia bisa membuat pesawat BJ Habibie. ©2016 merdeka.com/arie sunaryo

Merdeka.com - Presiden RI ketiga, BJ Habibie menyambut baik pesawat tipe R80 buatannya masuk dalam proyek strategis nasional 2017. Hal tersebut merupakan pembuktian bahwa Indonesia mampu menciptakan pesawat sendiri tanpa bergantung kepada negara lain.

"Jadi kita ternyata bisa membuatnya (pesawat), kita telah membuktikannya. Itu bukan idenya Pak Habibie, idenya Bung Karno. Nah, Jadi dalam hal itu kita harus sangat sadari bahwa industri strategis," ujar Habibie di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (13/2).

Habibie menekankan Indonesia memiliki sumber daya manusia yang berkualitas yang mampu menciptakan banyak hal. Namun, untuk mendorong pengembangan terhadap hal tersebut pemerintah perlu memberikan pelatihan khusus.

"Khususnya dirgantara ada produk sepanjang masa dibutuhkan di Indonesia. Dan kalau kita mampu, tidak perlu diragukan. Kita sudah buktikan," ujar Habibie.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan Proyek Strategis Nasional Kementerian Perindustrian untuk tahun ini yang telah disepakati ada dua. Di antaranya proyek pengembangan kawasan industri (KI) dan pengembangan pembangunan pesawat jarak menengah.

"Tahun ini disetujui sebagai PSN. Jadi segera bisa dibangun tahun ini," ujar Putu di Gedung Kementerian Perekonomian, Jakarta, Jumat (10/2).

Dia menjelaskan proyek penyediaan pesawat jarak menengah, yang akan dikembangkan adalah pesawat tipe N245 dengan kapasitas 50 penumpang dan pesawat tipe R80 dengan kapasitas 80 penumpang.

"Peran pemerintah lebih kepada menyediakan infrastruktur pendukung untuk mendukung mereka. Supaya mereka bisa tetap kompetitif, karena itu kan teknologi tinggi," ucapnya.

Sementara, Putu mengatakan pengembangan KI akan dilakukan di lima wilayah, yaitu Bima, Serang, Dumai, Tanjung Kuning, dan Gresik. Khusus pembiayaan proyek pengembangan KI, di Gresik, dibutuhkan biaya sekitar Rp 50 triliun untuk jangka waktu 10 tahun. Proyek tersebut nantinya akan digarap oleh pihak swasta dan PT Pelindo III.

"Jadi dukungan pemerintah lebih kepada kawasan akses. Kalau untuk kawasan itu kontribusi jalan menuju ke sana, listrik menuju ke sana, pembangunan perkotaan di sekitarnya. Yang bangun kawasannya swasta," ujar Putu.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP