BI siap penuhi kebutuhan uang tunai Rp 886 M selama Natal dan Tahun Baru di Sumbar

Minggu, 17 Desember 2017 13:00 Reporter : ER Chania
BI siap penuhi kebutuhan uang tunai Rp 886 M selama Natal dan Tahun Baru di Sumbar Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (BI) Sumatera Barat memperkirakan kebutuhan uang pada Natal dan Tahun Baru sebesar Rp 886 miliar. Angka tersebut mengalami kenaikan 3,6 persen dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 856 miliar.

"Kenaikan proyeksi itu sesuai data uang kartal yang beredar untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pada saat natal dan tahun baru dalam lima tahun terakhir," terang Kepala perwakilan BI Sumatera Barat, Endy Dwi Tjahjono, kepada Merdeka.com, Minggu (17/12).

Dirincikannya, dari proyeksi kebutuhan uang sebesar Rp 886 miliar tersebut terdiri dari pecahan sebesar Rp 100.000 - Rp 20.000 berjumlah Rp 846 miliar. Sedangkan uang pecahan kecil seperti Rp 10.000 ke bawah sebesar Rp 40 miliar.

"Stok uang tunai milik KPW BI Sumatera Barat lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan uang kartal pada libur panjang natal dan tahun baru mendatang," tuturnya.

Endy menambahkan, untuk menambah layanan pemenuhan kebutuhan uang tunai di perbankan dan masyarakat pihaknya telah mengatur strategi layanan. "Di antaranya menambah frekuensi kegiatan kas keliling dalam kota yang sudah mulai dilakukan sejak tanggal 11 hingga 21 Desember nanti. Nanti kas keliling ini ada di kawasan Pondok, Pasar Pasar Siteba, Pasar Raya dan Pasar Bandar Buat," katanya.

Endy menambahkan, hingga triwulan ketiga 2017, KPw BI Sumatera Barat juga telah memusnahkan uang tidak laik edar sebesar Rp 7,2 triliun. "Kita hampir tiap hari melakukan pemusnahan dan tahun ini mengalami peningkatkan. Pada tahun sebelumnya hanya Rp 5,74 triliun," terang Endy.

Dikatakanya, uang tidak laik edar itu seperti telah lusuh dan rusak. Endy merinci, untuk triwulan pertama tahun ini, pemusnahan dilakukan sebesar Rp 2,986 triliun. Sedangkan di triwulan kedua terjadi penurunan sebesar Rp 1,744 triliun.

"Untuk triwulan ketiga kembali mengalami peningkatkan sebesar Rp 2,514 triliun. Uang-uang yang lusuh dan rusak kita musnahkan dan ini sudah kewajiban BI," tandasnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini