Berjumlah 800 perusahaan, Menteri Rini diminta jual anak usaha BUMN
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku memarahi menteri di dalam rapat paripurna di Istana Negara mengenai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada 118 perusahaan. Sementara, anak usaha dan cucu usaha jika digabungkan bisa menjadi 800 perusahaan.
"Silakan tanya menteri yang hadir, kemarin saya marahin enggak. Ya betul BUMN ada 118, tapi anak dan cucunya hampir 800," kata Presiden Jokowi di Hotel Rizt Carlton, Jakarta, Selasa (3/10).
Akan tetapi, kata Jokowi, banyaknya perusahaan BUMN itu sudah ada sejak dulu, bukan setelah di masa pimpinannya. "Tapi yang buat anak cucu cicit bukan saya, kan sudah ada dari dulu. Kenapa ngomongnya baru sekarang bapak ibu. Jangan-jangan juga ada yang main politik," katanya.
Lebih lanjut, Jokowi mengatakan dalam rapat tersebut dia memerintahkan agar 800 BUMN itu dimerger atau dijual. Sehingga, tidak ada lagi BUMN yang mengurusi soal catering atau laundry.
"Saya sudah perintahkan kemarin, yang 800 dimerger. Atau kalau perlu dijual. Ngapain BUMN ngurusin catering, nyuci baju. Langsung saya tunjuk langsung. Saya terbiasa blak-blakan seperti itu. Untuk apa gitu," jelasnya.
Selain itu, Jokowi juga memerintahkan agar BUMN di daerah diusulkan ke pengusaha-pengusaha setempat. Sehingga pada pertemuan berikutnya Jokowi akan meminta masukan di setiap daerah.
"Misalnya, PU, BUMN. Apa karena pengusaha daerah enggak siap, atau dikerjakan oleh anak dan cucu," tandasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya