BBM naik, pemerintah didesak kendalikan harga pokok
Merdeka.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Priyo Budi Santoso mendesak pemerintah tidak bingung dengan menawarkan dua opsi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Karena, berkaitan dengan pengendalian harga dipasaran."Pemerintah harus mengambil opsi yang terbaik," ujarnya di Gedung DPR, Rabu (29/2).
Priyo mengatakan pemerintah harus mengatasi sejak awal kenaikan bahan pokok dan semua kebutuhan masyarakat dengan adanya kenaikan harga BBM."Kami minta pemerintah mengatasi sejak dini. Yang kena imbas pertama kali adalah masyarakat tingkat bawah," kata politisi Partai Golkar.
Terkait hal tersebut, Priyo menegaskan keberadaan partainya di Sekretariat Gabungan Koalisi Pemerintah hanya akan menyamakan persepsi terkait rencana kenaikan tersebut."Jika opsi pemerintah untuk menaikkan BBM tak terhindarkan," katanya.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengajukan dua opsi harga kenaikan Bahan Bakar Bersubsidi. Pemerintah mengajukan kenaikan Rp 1.500 untuk setiap liternya."Kami ajukan dua opsi, naik Rp 1.500 per liter dan subsidi ditetapkan sebesar Rp 2.000 per liter," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik.
Wakil Ketua Dewan Pramono Anung menilai wacana kenaikan harga BBM terlalu lama dikeluarkan oleh pemerintah sehingga memperlihatkan pemerintah bingung dan galau. "Jangan diwacanakan terlalu lama di publik tapi segera diusulkan ke DPR," katanya. Selasa (28/2). (mdk/arr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya