Batalkan kenaikan harga Pertamax, ESDM bantah intervensi Pertamina

Jumat, 15 Mei 2015 10:24 Reporter : Saugy Riyandi
Batalkan kenaikan harga Pertamax, ESDM bantah intervensi Pertamina Harga Pertamax Naik. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) mendadak membatalkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) khusus jenis Pertamax dan Solar non subsidi. Pembatalan tersebut dicurigai karena adanya intervensi dari pemerintah.

Kepala Pusat Komunikasi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana membantah kalau pemerintah melalui Menteri ESDM Sudirman Said mengintervensi aksi korporasi Pertamina untuk menaikkan harga BBM khusus tersebut. Dia mengatakan saat ini pemerintah dan Pertamina sedang mengkaji pola penetapan harga BBM khusus tersebut agar tidak terjadi guncangan di masyarakat.

"Pemerintah tidak melakukan intervensi, tetapi untuk menjaga keseimbangan. Saat ini, Pemerintah dan Pertamina sedang terus mengkaji pola penetapan harga yang tidak mengakibatkan guncangan terlalu sering. Pola ini dalam waktu dekat akan diumumkan, sehingga berikutnya Pertamina dapat mengumumkan penyesuaian harga dengan pola yang sudah diadjust," ujar dia kepada wartawan di Jakarta, Jumat (15/5).

Dadan menegaskan Pertamina dapat menaikkan harga BBM khusus yang menjadi kewenangan Pertamina dengan pola yang disepakati tersebut. Dengan begitu, pemerintah tidak bakal intervensi kenaikan harga BBM khusus tersebut.

"Pemerintah tidak ikut campur, ini hanya untuk polanya, kapan diumumkan, bagaimana mengumumkannya. Tidak ikut dalam proses penetapan harganya," kata dia.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) membatalkan kenaikan harga seluruh jenis BBM yang dipasarkan perusahaan. Penegasan tersebut sebagai klarifikasi perusahaan terkait dengan kesimpangsiuran yang beredar di masyarakat terkait dengan harga BBM.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan sejak diberlakukannya Perpres 191 tahun 2014, penetapan harga BBM diregulasi oleh pemerintah, di mana BBM jenis tertentu, yaitu Solar dan Kerosene, serta BBM penugasan, yaitu Premium untuk wilayah di luar Jawa, Madura, Bali ditetapkan oleh pemerintah. Adapun, BBM umum, dalam hal ini Premium yang dipasarkan di Jawa, Madura, dan Bali ditetapkan oleh badan usaha.

Bahan Bakar Khusus yang terdiri dari Pertamax, Pertamax Plus, Pertamax Racing, Pertamina Dex, produk bahan bakar komersial yang sepenuhnya menjadi kewenangan badan usaha, yaitu Pertamina. Untuk Bahan Bakar Khusus tersebut juga tidak akan mengalami perubahan harga per 15 Mei 2015.

"Sampai dengan saat ini, baik pemerintah maupun Pertamina sesuai dengan kewenangannya tidak melakukan perubahan harga Solar/Biosolar bersubsidi maupun Premium. Demikian juga harga bahan bakar khusus tidak mengalami perubahan untuk periode 15 Mei 2015. Kami harapkan informasi ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat," kata Wianda. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. BBM Naik
  2. ESDM
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini