Banyuwangi Punya Pabrik Pengolahan Cokelat, Sekaligus untuk Wisata Edukasi

Minggu, 17 Februari 2019 09:37 Reporter : Haris Kurniawan
Banyuwangi Punya Pabrik Pengolahan Cokelat, Sekaligus untuk Wisata Edukasi Menteri BUMN Rini Soemarno didampingi Bupati Anas saat meninjau pabrik coklat. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Destinasi wisata di Banyuwangi terus tumbuh. Kini, telah dibuka wisata edukasi pengolahan cokelat di lokasi wisata Doesoen Kakao, di Kecamatan Glenmore, Banyuwangi.

Para wisatawan diajak melihat proses pengolahan di pabrik pengolahan cokelat yang berada di tengah perkebunan kakao berhawa sejuk.

Pabrik pengolahan coklat yang diresmikan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Sabtu (16/2), itu berada di kawasan perkebunan Kendeng Lembu milik BUMN PTPN XII.

Menteri Rini gembira karena kini PTPN XII memiliki pabrik pengolahan cokelat yang memproses biji cokelat mentah menjadi cokelat konsumsi. Tidak hanya sekadar menghasilkan produk mentah, tapi juga mampu melakukan hilirisasi yang menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.

"Sudah saatnya perkebunan memaksimalkan potensinya dengan hilirisasi, tidak hanya menjual mentah. Ini akan memberikan manfaat yang lebih banyak, tidak hanya bagi BUMN tapi juga bagi masyarakat," kata Rini.

"Terima kasih kepada Pemkab Banyuwangi yang terus mendorong kolaborasi dengan BUMN untuk mengembanggakan aset-aset yang ada di daerah. Salah satu wujudnya adalah pabrik pengolahan cokelat ini," ujar Rini.

Keberadaan pabrik cokelat tersebut, kata Menteri Rini juga untuk mengembangkan wilayah perkebunan Kendeng Lembu sebagai destinasi agrotourism edukatif. Selain menikmati cokelat dari biji kakao terbaik, wisatawan bisa ke pabrik untuk belajar proses pengolahan kakao menjadi cokelar yang bisa dikonsumsi.

"Ini akan menghasilkan experience yang unik bagi wisatawan," ujarnya.

Pabrik pengolahan cokelat ini berada di tengah perkebunan kakao seluas 1.500 hektare. Menuju ke lokasi, wisatawan akan menyusuri jalan dengan pemandangan yang eksotis khas pegunungan yang sejuk. Wisata ini berada di akses Jalur Lingkar Selatan Jawa, yang menghubungkan jalur Banyuwangi dan Jember.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, pabrik pengolahan cokelat tersebut berfungsi ganda, yaitu untuk memperkuat ekonomi lokal dengan penyerapan tenaga kerja sekaligus untuk memperkaya daya tarik wisata Banyuwangi.

"Sangat alami di sini, menikmati proses pengolahan cokelat tepat di tengah hamparan kebun coklat yang luas. Wisata ini melengkapi paket wisata bagi wisatawan yang ingin menikmati kawasan selatan Banyuwangi," kata Anas.

Perkebunan kakao yang dikelola PTPN XII ini dikenal sebagai penghasil kakao untuk bahan coklat terbaik di dunia, yakni kakao edel. Hanya dihasilkan oleh PTPN XII, kakao edel telah banyak diekspor ke Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang. Selain kakao edel, di Perkebunan Kendeng Lembu ini juga memproduksi kakao jenis bulk, yang telah banyak memasok untuk pasar nusantara.

Dikatakan Achmad Hendi Junaedi, Manajer Kebun Kendenglembu, pabrik pengolahan cokelat itu berkapasitas produksi 50kg per hari. Mengusung brand Glen's Cocoa, pabrik ini menghasilkan cokelat praline dan cokelat bubuk.

"Ada beberapa varian olahan cokelat praline menjadi permen cokelat. Kami juga hasilkan minuman cokelat, tentunya dengan kualitas terbaik," kata Hendi. [hrs]

Topik berita Terkait:
  1. Berita Banyuwangi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini