Banyak petani gurem jual lahan dan alih profesi
Merdeka.com - Jumlah petani gurem atau petani yang mengolah lahan kurang dari setengah hektar mengalami penurunan 4,77 juta atau 25,07 persen. Pada 2003, jumlah rumah tangga petani gurem mencapai 19,02 juta. Seiring perjalanan waktu, saat ini jumlah rumah tangga petani gurem hanya 14,25 juta.
Penurunan terbesar terjadi di provinsi Jawa Tengah. Jumlah rumah tangga petani gurem turun 1,32 juta atau 28,46 persen. Penurunan ini disebabkan luas lahan yang terlalu kecil, sehingga terpaksa dijual atau disewakan ke orang lain, kemudian mereka beralih profesi ke sektor lainnya.
"Ada yang disewakan pindah sektor ke perdagangan, ada yang dijual pindah sektor. Dipengaruhi oleh luas lahan," ujar Kepala BPS, Suryamin di Kantor BPS, Jakarta, Senin (2/12).
Jumlah petani gurem terbesar berada di Provinsi Jawa Timur yakni sebanyak 3,67 juta rumah tangga. Sedangkan yang terkecil berada di Kalimantan utara 634.000 rumah tangga.
Dilihat dari besaran penurunannya, petani gurem di Pulau Sumatera mengalami penurunan dari 2,38 juta di 2003 menjadi 1,81 juta di 2013. Petani gurem di Pulau Jawa turun dari 14,18 juta menjadi 10,18 juta. Rumah tangga petani gurem di Sulawesi turun dari 740.000 menjadi 640.000 rumah tangga.
Sementara itu, jumlah rumah tangga petani gurem di Maluku dan Papua justru sebaliknya, mengalami peningkatan dari 300.000 rumah tangga menjadi peningkatan 440.000 rumah tangga. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya