Banyak Aduan Tagihan Listrik Membengkak, Pemerintah Minta BSSN Periksa Sistem PLN

Kamis, 18 Juni 2020 12:15 Reporter : Anisyah Al Faqir
Banyak Aduan Tagihan Listrik Membengkak, Pemerintah Minta BSSN Periksa Sistem PLN PLN. Istimewa ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Purbaya Yudhi Sadewa telah meminta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memeriksa sistem PT PLN (Persero). Ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan konsistensi sistem valuasi tagihan di PLN.

Dia menjelaskan, pihaknya akan akan melakukan sampling kepada 10 persen pelanggan mengadu. Dia akan melihat catatan rekening pelanggan selama 12 bulan ke belakang. Hal ini dilakukan agar masyarakat percaya, dalam proses ini pemerintah melakukan pengecekan berkali-kali. Hasilnya pun akan dipublikasikan kepada masyarakat.

Guna memastikan validitas data dan verifikasi, data pelanggan akan dijadikan sampel dari sistem PLN. Tim juga berencana untuk melakukan survei lapangan langsung ke rumah pelanggan yang melakukan pengaduan dan menjadi sampel.

"Supaya masyarakat mengerti kalau kita sudah betul-betul double check. Kami akan publikasikan ceknya seperti apa sehingga tidak ada pertanyaan yang meragukan lagi", kata Purbaya, Kamis (18/6).

PT PLN (Persero) menegaskan membengkaknya tagihan listrik bukan karena naiknya tarif listrik. Melainkan karena adanya peningkatan pemakaian kWh pelanggan itu sendiri selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlangsung.

Executive Vice President Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan PT PLN (Persero) Edison Sipahutar mengatakan, PSBB membuat sebagian besar petugas PLN tidak bisa mengunjungi pelanggan untuk pencatatan meter pelanggan. Akibatnya pada bulan April dan Mei, PLN melakukan penghitungan rata-rata listrik 3 bulan.

Padahal pemakaian bulan Maret ditagihkan pada rekening listrik April. Begitu juga pemakaian bulan April untuk rekening Mei sudah terjadi kenaikan konsumsi listrik akibat banyaknya aktivitas pelanggan di rumah. Sehingga terjadi perbedaan realisasi konsumsi dengan penagihan menggunakan rata-rata 3 bulan.

"Sebagian besar realisasi pemakaian listrik lebih besar daripada yang ditagihkan,” katanya.

Baca Selanjutnya: Selisih ini lah yang kemudian...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini