Bantu atasi pelemahan Rupiah, masyarakat diminta tunda jalan-jalan keluar negeri

Jumat, 7 September 2018 21:04 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Bantu atasi pelemahan Rupiah, masyarakat diminta tunda jalan-jalan keluar negeri ilustrasi liburan. ©Shutterstock/Stuart Miles.com

Merdeka.com - Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan wisata atau jalan-jalan mereka ke luar negeri. Hal ini sebagai upaya membantu pemerintah menekan kebocoran devisa di tengah pelemahan nilai tukar Rupiah.

Menteri Arief Yahya berharap masyarakat lebih memilih berwisata di berbagai destinasi menarik di Tanah Air. "Jadi kami harapkan kita jalan-jalan di dalam negeri saja," katanya seperti dikutip Antara di Jakarta, Jumat (7/9).

Pariwisata, kata dia, menjadi salah satu sektor yang diharapkan bisa mendorong kinerja ekonomi di tengah pelemahan nilai tukar Rupiah akibat defisit transaksi berjalan.

Sektor ini menjadi salah satu di antara solusi utama lain di samping meningkatkan ekspor produk dan menekan/mensubstitusi produk impor, meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), dan menerapkan biodiesel B20 untuk mengurangi impor BBM.

"Ini justru menjadi kesempatan bagus bagi kita untuk lebih mengeksplore Indonesia pada saat ini sekaligus meningkatkan nasionalisme kita agar tidak banyak dolar keluar," katanya.

Pihaknya saat ini sedang terus berupaya meningkatkan kinerja sektor pariwisata agar mampu memberikan devisa lebih besar kepada pendapatan negara.

Beragam promosi terus dilakukan untuk menjaring lebih banyak wisatawan mancanegara (wisman) agar berkunjung ke Indonesia.

Tercatat sampai Juli 2018, sudah lebih dari 9 juta wisman berkunjung ke Tanah Air dan diharapkan sampai akhir tahun jumlahnya terus meningkat sehingga target optimis sebesar 18 juta wisman dapat tercapai.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini