Balon udara pembuat bahaya penerbangan terbanyak ditemukan di Semarang dan Yogya

Minggu, 17 Juni 2018 18:00 Reporter : Kirom
Balon udara pembuat bahaya penerbangan terbanyak ditemukan di Semarang dan Yogya Ketua Ikatan Pilot Indonesia Ari Sapari. ©2018 Merdeka.com/Kirom

Merdeka.com - Ikatan Pilot Indonesia (IPI) menerima 40 lebih laporan keberadaan balon udara terhitung sejak Kamis (14/6) hingga Minggu (17/6). Pihaknya berharap tak ada lagi masyarakat yang menerbangkan balon gas secara liar dan bebas sehingga mengganggu keselamatan penerbangan.

Ketua IPI, Ari Sapari, mengatakan tradisi menerbangkan balon gas ini telah terjadi sejak 3 atau 4 tahun lalu. "Beberapa tahun belakangan ini antara tiga sampai empat tahun ke belakang ada tradisi yang dilakukan masyarakat untuk menerbangkan balon udara, dan itu mengancam keselamatan sisi udara," kata dia ditemui di Posko terpadu Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (17/6).

Menurut dia, dalam aturan penerbangan yang tertuang dalam undang-undang penerbangan, pelepasan balon gas ke udara harus memiliki izin khusus.

"Kalau balon itu tidak terkoordinir dengan baik, itu mengganggu penerbangan dan kebetulan juga balon yang ditemukan dari laporan rekan di lapangan hampir 40 laporan dari beberapa maskapai penerbangan yang terbang di wilayah Jawa terutama Semarang dan Yogya yang menemukan dan melihat langsung," kata dia.

Bahayanya dari pelepasan balon gas di udara, lanjut Ari, karena umumnya yang dilepaskan masyarakat itu terbang hingga ketinggian 38.000 kaki. Sementara setiap hari ada 1.500 penerbangan yang melintasi wilayah udara Indonesia.

"Di dunia, balon ini dibatasi ketinggiannya, hanya 3.000 kaki. Jadi dengan ketinggian tidak terkontrol ini sangat membahayakan karena diameter balon ini 5 sampai 7 meter," ucap dia.

[bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini