Anggota Komisi XI DPR Ingatkan Masyarakat Pemulihan Ekonomi Perlu Dilakukan Bertahap

Selasa, 30 Maret 2021 15:48 Reporter : Merdeka
Anggota Komisi XI DPR Ingatkan Masyarakat Pemulihan Ekonomi Perlu Dilakukan Bertahap Anggota DPR Misbakhun. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Mukhamad Misbakhun mengatakan, untuk membangkitkan kinerja sektor keuangan karena pandemi covid-19 tidak bisa dilakukan dengan cepat. Melainkan harus dilakukan secara bertahap.

"Menghadapi situasi tekanan kayak gini kan semuanya tidak boleh suddenly (mendadak) dan cepat. Harus diurai satu-satu, karena resourcesnya problemnya bukan di ekonomi tapi di pandemi. Kalau pandeminya tidak diselesaikan maka ekonomi juga tetap menjadi problem," kata Misbakhun dalam diskusi Infobank: RUU Sektor Keuangan, Sistem Keuangan Mau Dibawa ke Mana?, Selasa (30/3).

Menurutnya, memang pandemi covid-19 ini menimbulkan ketidakpastian sosial, ekonomi, dan keuangan. Penanganan melalui pembatasan sosial menyebabkan kontraksi ekonomi dan ancaman ketahanan ekonomi yang pada akhirnya menekan sistem keuangan.

Kinerja sektor usaha merosot, kesejahteraan turun akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) dan menurunnya penghasilan. Selain itu, pandemi juga menurunkan kinerja pinjaman pada industri perbankan, keuangan non bank, dan pasar modal.

Serta terjadinya perpindahan dana pihak ketiga (flight to quality) yang meningkatkan ancaman stabilitas sistem keuangan. "Inilah yang kalau menurut saya kombinasi permasalahan ini yang belum pernah dihadapi oleh kita sebelumnya. Makanya kemudian lahir keinginan-keinginan untuk melakukan upaya perbaikan yaitu perbaikan sistem keuangan kita," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Pandemi Menjadi Pelajaran Indonesia

pelajaran indonesia rev1

Sehingga mau tidak mau, krisis pandemi ini menjadi pelajaran baru bagi semua pihak, bahwa kita menghadapi situasi yang berat. Meskipun sebelumnya Indonesia telah menghadapi berbagai krisis, seperti krisis moneter tahun 1998 dan krisis keuangan global tahun 2008. Namun tetap saja krisis yang disebabkan pandemi covid-19 merupakan hal baru.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi memburuknya sektor keuangan dan perbankan, diperlukan langkah antisipatif luar biasa melalui penguatan koordinasi dan penataan antar lembaga yang memiliki kewenangan pengaturan, pengawasan, dan penyelesaian masalah sektor keuangan khususnya perbankan.

"Penguatan koordinasi dan penataan kewenangan antarlembaga antara lain meliputi, pembentukan forum pengawasan perbankan terpadu, penataan kewenangan BI, OJK, dan LPS yang diberikan mandate sebagai risk minimizer dalam menangani masalah perbankan," jelasnya.

Dengan demikian, upaya yang sangat luar biasa melalui penguatan koordinasi dan penataan ulang kewenangan kelembagaan sektor keuangan, dimaksudkan melengkapi pengaturan di sektor keuangan secara proyeksi yang telah diinisiasi dalam undang-undang nomor 2 tahun 2020.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6

[bim]

Baca juga:
Sri Mulyani Waspadai Isu Perubahan Iklim akan Ancam Pemulihan Ekonomi RI
Airlangga: Dari Sisi Ekonomi Tanda-Tanda Pemulihan Sudah Terlihat
Pinjaman PEN Pemda Jadi Alternatif Pembiayaan Kegiatan Prioritas Daerah
Gakindo Sebut TKDN Pembuatan Mobil di Indonesia Capai 80 Persen
Mendagri Minta Apkasi Tangani Pandemi Sekaligus Pemulihan Ekonomi
Mudik 2021 Dilarang, Pemerintah Diminta Naikkan Penyaluran Dana PEN
Meski Ekonomi Mulai Pulih, Jokowi Minta Sektor Industri Dibuka Perlahan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini