Alasan BRIsyariah Terpilih Menjadi Surviving Entity Merger Bank Syariah BUMN
Merdeka.com - Direktur Utama PT Bank BRI Syariah Tbk atau BRIS, Ngatari, buka suara atas penunjukan BRIS menjadi bank survivor alias entitas yang berhak menerima penggabungan (surviving entity) usai proses merger dilakukan oleh tiga bank syariah pelat merah. Yakni, BRIS, PT Bank Syariah Mandiri (BSM), dan PT Bank BNI Syariah.
Menurutnya, penunjukan BRIS sebagai surviving entity tak lepas dari status yang disandang perseroan. Di mana, BRIS menjadi satu-satunya bank syariah yang telah melantai di pasar bursa saham.
"Kami sebagai satu-satunya bank umum syariah anak perusahaan BUMN yang tercatat di bursa," singkat dia dalam Virtual Press Conference Penandatanganan Conditional Merger Agreement Bank BUMN Syariah, Selasa (13/11).
Untuk itu, sambung Ngatari, BRIS siap menerima amanah atas keputusan tersebut. Sehingga dia berharap adanya merger ini akan berdampak baik bagi sektor keuangan syariah Indonesia.
"Merger ini sangat penting bagi Indonesia yang merupakan negara dengan populasi umat muslim terbesar di dunia. Agar Indonesia memiliki bank syariah terbesar yang mampu bersaing secara global," tambahnya.
Mudahkan Proses Merger
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comHal senada juga diungkapkan oleh, Ketua Tim Project Management Office sekaligus Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Hery Gunardi mengungkapkan, apabila penunjukan BRIS sebagai surviving entity tak lepas dari status yang disandangnya saat ini. Yaitu sebagai satunya bank syariah yang telah go publik.
"Karena satu-satunya dari 3 bank ini yang publik listing. Jadi cangkangnya kita pakai itu," ujar dia.
Selain itu, dia menilai penunjukan BRIS tersebut juga akan memudahkan proses merger bank syariah terbesar di Indonesia. "Karena nantinya 2 bank syariah non public listing bisa digabungkan diri dengan BRIS," tutupnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya