Ada Ancaman Resesi, Ini Strategi Perkuat Bisnis di 2023

Senin, 28 November 2022 09:04 Reporter : Siti Nur Azzura
Ada Ancaman Resesi, Ini Strategi Perkuat Bisnis di 2023 Bisnis. ©2014 Merdeka.com/esellermedia.com

Merdeka.com - Jelang akhir tahun 2022, ekonomi global diprediksi akan mengalami perlambatan atau resesi. Bagi dunia bisnis, disrupsi telah terasa dari terhambatnya rantai pasok hingga pemutusan hubungan kerja massal. Namun, di tengah ketidakpastian, posisi UMKM disebut dapat menjadi penyelamat pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun depan.

Tumpuan kepada UMKM ini bukan tanpa alasan. Berkaca pada resesi dan krisis global yang silih berganti dalam 1 dekade terakhir, ditambah adanya pandemi sejak 2020, telah membuktikan bahwa pelaku UMKM memiliki daya tahan menghadapi tantangan ekonomi ini.

Tidak hanya soal bisnis, kuatnya UMKM Indonesia juga merupakan hasil dari mental baja para pelaku usaha. Selain dapat bertahan, resiliensi para pelaku bisnis tanah air juga diharapkan dapat membawa beragam peluang lain, sehingga tantangan ekonomi ini dapat berdampak positif bagi pertumbuhan bangsa.

"Mental pengusaha ini menjadi sangat penting dan menentukan bagi kelangsungan sebuah usaha, apapun skala bisnisnya. Pemahaman akan industri, kepiawaian, serta persona yang kuat dari seorang founder atau CEO akan membuka banyak peluang bagi bisnis untuk terus berjalan berkelanjutan," kata Dewan Komisioner sekaligus Program Founder Diplomat Success Challenge, Surjanto Yasaputera.

Untuk itu, dibutuhkan strategi bisnis yang dapat menjadi pelajaran berharga bagi para pebisnis, terutama di tengah kemungkinan adanya ancaman resesi di tahun depan. Berikut strategi bisnis dari ajang Seleksi Nasional DSC 2022.

2 dari 2 halaman

1. Administrasi yang dikelola dengan baik

Administrasi kerap dikesampingkan oleh pelaku usaha, padahal kerapian administrasi pada bisnis kecil pun dapat membawa dampak yang signifikan pada operasional perusahaan. Pembuatan faktur, pengelolaan pengeluaran, penggajian, dan pembukuan dasar menjadi beberapa hal yang penting untuk diperhatikan.

2. Rekrutmen dan SDM

Bisnis dengan skala mikro dan kecil seringkali dikelola dalam tim kecil. Namun, kebutuhan akan ekspansi bisnis pastinya menuntut personil yang lebih banyak dengan keahlian yang beragam. Maka dari itu, penting sekali melakukan proses rekrutmen untuk membentuk tim kerja yang tepat demi keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis di masa depan.

3. Pemasaran, Media Sosial, dan Manajemen Hubungan Pelanggan

Memasarkan dan mempromosikan bisnis di media digital, terutama di media sosial, merupakan hal yang krusial saat ini. Kini banyak aplikasi dan instant tools yang dapat dimanfaatkan untuk mengoptimasi kehadiran sebuah bisnis di ranah digital. Pastikan alat pemasaran digital sesuai dengan kebutuhan bisnis, dan jangan ragu untuk mengeksplorasi beragam alat pemasaran digital lainnya.

4. Jaringan

Salah satu bagian penting dari mengembangkan bisnis adalah menciptakan jaringan bisnis. Pelaku bisnis perlu berjejaring dengan bisnis kecil lainnya, vendor, mitra kerja, dan bahkan calon investor. Membangun relasi dan jaringan kadang menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku bisnis kecil.

Namun, saat ini terbuka banyak kesempatan untuk bergabung di jaringan bisnis, asalkan para pengusaha jeli melihat potensinya. Salah satu jaringan bisnis yang telah eksis selama 13 tahun di Indonesia adalah Diplomat Entrepreneur Network (DEN) yang merupakan rumah bagi para alumni DSC sejak tahun 2010. [azz]

Baca juga:
Kenali Penyebab Naik Turunnya Harga Saham
Tips Bijak Gunakan Dompet Digital Agar Tak Boros
Stop Panik, Lakukan Persiapan Ini untuk Menghadapi Prediksi Resesi Global Tahun Depan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini