9 Tips Agar Lebih Produktif di Lingkungan Kerja Hybrid

Jumat, 20 Mei 2022 06:00 Reporter : Siti Nur Azzura
9 Tips Agar Lebih Produktif di Lingkungan Kerja Hybrid Ilustrasi bekerja di kantor. ©Shutterstock.com/auremar

Merdeka.com - Pandemi covid-19 telah melahirkan sistem kerja baru yang dinamakan hybrid working, yakni sistem kerja yang memperbolehkan pekerja untuk melakukan segala kebutuhan mereka dari kantor maupun dari rumah. Tidak lagi dibatasi oleh work from office ataupun work from home, melainkan work from anywhere (WFA).

Konsep seperti ini memberikan fleksibilitas yang lebih banyak untuk semua pihak yang terlibat sehingga tidak heran kalau hybrid working menjadi populer dan menjadi sistem kerja yang diminati kebanyakan perusahaan.

Productivity Expert Google, Laura Mae Martin memeberikan sejumlah tips agar pekerja bisa beradaptasi di sistem kerja baru ini.

1. Mudah Dihubungi

Jangan biarkan diri Anda dikejar oleh ratusan email/undangan kalender/info terbaru karena orang sulit mengetahui, kapan, di mana, dan hari apa Anda bekerja. Buatlah perkiraan supaya tidak membuat orang lain bingung. Anda dapat menyetel lokasi dan jam kerja, serta mengikuti rapat (RSVP) di mana pun Anda berada. Tetap kabari rekan kerja atau atasan Anda di kantor.

2. Jadwalkan kegiatan rutin lainnya di Kalender

Anda perlu waktu untuk di jalan? Mengantar anak ke sekolah? Berpindah-pindah lokasi pada siang hari? Perlu waktu bepergian? Jadwalkan aktivitas di luar kantor, sehingga jadwal rapat yang bentrok akan langsung ditolak.

3. Putuskan di mana Anda bisa lebih banyak fokus

Saat ini ada dua jenis orang di lingkungan kerja hybrid, yakni orang yang lebih fokus bekerja di rumah, atau orang yang lebih fokus bekerja di kantor. Jadi, tanyakanlah, Anda orang yang mana? Kemudian persiapkan jadwal kerja sesuai pilihan Anda tadi.

Jika Anda lebih fokus bekerja di rumah, pahamilah bahwa hari-hari di kantor lebih cocok untuk rapat dan berkomunikasi tatap muka. Oleh karena itu, jangan khawatir kalau Anda tidak sempat mengecek email atau menyelesaikan pekerjaan sebanyak biasanya.

Jadi, rencanakanlah aktivitas Anda di sekitar itu. Ambil jeda sesekali untuk mengobrol langsung sambil minum kopi dan maksimalkan waktu tatap muka. Ketika Anda di rumah, minimalkan gangguan dan alokasikan waktu kosong dalam jumlah besar untuk fokus bekerja.

Jika Anda lebih fokus bekerja di kantor, pahamilah bahwa hari-hari Anda di rumah akan lebih terbagi-bagi. Selipkan lebih banyak jeda, chat sesekali, sesi brainstorming, dan sesi rapat virtual jika dirasa cocok. Saat di kantor, misalnya, coba pakai headphone berukuran besar agar orang lain tahu bahwa Anda sedang bekerja, atau reservasi ruang rapat jika Anda sedang sangat fokus bekerja agar tidak tidak diganggu.

2 dari 3 halaman

4. Tetapkan Tempat yang Nyaman untuk Bekerja

Otak kita menciptakan kaitan dengan visual/suara/bau tempat tertentu, dan ketika kita beraktivitas di tempat yang sama secara rutin, maka kita akan lebih mudah untuk 'klik' dan 'lebih mood' setiap kali kita kembali ke tempat yang sama.

Tentukan tempat yang nyaman di rumah atau kantor untuk melakukan aktivitas tertentu. Misalnya 'Saya selalu menulis laporan di meja ini', 'Saya biasanya membalas email pelanggan di kafe ini', 'Saya selalu baca berita sambil duduk-duduk di teras depan'.

5. Pengelompokan Rapat

Sebisa mungkin, berhati-hatilah ketika Anda menentukan jadwal rapat. Kelompokkan dan sesuaikan rapat Anda berdasarkan jenis atau topik yang serupa, terlebih lagi sekarang lokasinya bisa dari mana saja. Atur hari Anda sesuai tema dan buat blok-blok dalam jadwal Anda untuk meminimalkan berganti-ganti topik dan jenis rapat.

Misalnya, Anda bisa menetapkan hari Selasa khusus untuk mengerjakan 'Project A', kemudian sesuaikanlah jam kerja dan jadwal rapat Anda di seputar project tersebut pada hari itu. Dengan begitu, mood Anda akan baik sepanjang hari dan hasil pekerjaan Anda pun akan lebih baik.

Jika pada hari Rabu pagi Anda ada rapat staf dengan manajer, segera blok waktu setelah rapat agar Anda dapat mencerna seluruh informasi yang disampaikan, lalu menyampaikannya kembali kepada seluruh anggota tim. Jadwal Anda mungkin tidak akan selalu pas dengan sempurna, tetapi perubahan kecil pada pengelompokan waktu dapat berdampak BESAR pada energi yang Anda habiskan.

6. Konsisten

Selang-seling bekerja beberapa hari di kantor dan beberapa hari di rumah, sering kali dengan jenis pekerjaan/jadwal berbeda, dapat mulai membuat Anda merasa punya dua pekerjaan. Jadi, Anda akan sulit fokus dan menghabiskan banyak energi ketika harus bolak-balik dari satu tempat ke tempat/aktivitas lain. Maka itu, agar aktivitas Anda lebih konsisten, coba 1-3 hal yang dapat Anda lakukan setiap hari, terlepas di mana pun Anda bekerja.

Misalnya, jika Anda menghabiskan waktu dari pukul 8.15-9.00 untuk pergi ke kantor sambil mendengar audiobook, maka saat di rumah cobalah berjalan-jalan sambil mendengar audiobook pada slot waktu yang sama. Jika Anda suka jalan-jalan setelah makan siang di rumah, coba lakukan itu juga saat di kantor. Anda suka minum kopi tengah hari saat di kantor? Buat kopi juga saat di rumah. Hal-hal semacam inilah yang membantu memberi sinyal ke otak agar ritme aktivitas Anda tetap terjaga dan 'hari kerja' Anda tetap konsisten di mana pun Anda berada.

3 dari 3 halaman

7. Buat Rencana Harian Setiap Malam

"Pada awal pandemi, saya melihat lonjakan penggunaan alat perencana kegiatan harian/mingguan di situs saya. Orang-orang telah terbiasa untuk datang ke kantor setiap pagi, kemudian baru merencanakan aktivitasnya di kantor," kata Laura.

Ketika harus bekerja dari rumah (sering kali dalam pola yang terbagi-bagi), mereka harus benar-benar merencanakan jenis dan waktu aktivitasnya. Jenis perencanaan waktu semacam ini berperan penting jika Anda terus bolak-balik berpindah dari lingkungan kerja berbeda, dengan jadwal berbeda pula.

Isilah rencana harian pada malam sebelumnya untuk memaksimalkan kegiatan Anda esok hari. Saat Anda tidur, rencana kegiatan Anda akan terekam di otak dan Anda akan siap menyambut esok hari dengan fokus.

8. Sambut Musim Kerja Baru

Jadwal baru di kantor, seperti Tahun Baru atau pekerjaan baru, adalah waktu yang tepat untuk 'bersih-bersih' dan menata ulang aspek kehidupan pekerjaan Anda. Di antaranya dengan mengelola kotak masuk email dengan lebih efektif, berhenti berlangganan newsletter internal yang tidak lagi relevan.

Selain itu, tinjau rapat berulang Anda saat ini, dan memastikan semua rapat memiliki agenda dan catatan rapat yang baik. Misalnya dengan mengadakan polling singkat di setiap rapat yang Anda selenggarakan untuk mencari tahu pendapat peserta mengenai rapat tersebut.

9. Pembelajaran saat WFH

"Bagi banyak di antara kita, bekerja dari rumah menjadi semacam momen refleksi. Saya selalu menyarankan agar Anda menerimanya sebagai kesempatan untuk mencari tahu ritme alamiah dan cara bekerja paling baik," kata Laura.

Seiring kita kembali ke kantor, jangan lupakan itu semua. Masih ingat ketika Anda makin bugar karena menyempatkan untuk berolahraga pagi hari? Ketika Anda tidak fokus bekerja karena duduk sendirian? Ketika Anda merasa capai karena mulai bekerja terlalu pagi? Atau momen ketika Anda mengantar anak ke sekolah setiap hari jika memungkinkan? Luangkanlah waktu sejenak dan catat tiga hal yang Anda pelajari tentang diri Anda sendiri dan/atau ritme produktivitas Anda.

Momen dan pembelajaran seperti itulah yang akan menjadi pegangan Anda seiring Anda bertransisi ke jadwal pekerjaan baru. [azz]

Baca juga:
Pesan Miliarder: Berkarier Sesuai Kegemaran Bikin Mau Bekerja Keras
Penjelasan Core Values yang Diuji dalam Rekrutmen Bersama BUMN 2022
Jangan Menyerah, Hal Ini Bisa Jadi Alasan Anda Tak Lolos Wawancara Kerja
Dampak Positif dan Negatif dari Job-Hopping, Milenial Musti Tahu
Tips Karir, Tulis Tiga Hal ini di CV Perbesar Peluang Diterima Perusahaan Impian

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini