5 Fakta di balik keputusan pemerintah impor beras saat Indonesia mampu swasembada

Sabtu, 13 Januari 2018 08:00 Reporter : Siti Nur Azzura
Beras Bulog. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Pemerintah Jokowi-JK telah menggalakkan program swasembada pangan sejak tahun 2014. Melalui program ini, ketahanan pangan di Indonesia akan meningkat bahkan sebelum pemerintahan ini berakhir di 2019.

Untuk mencapai itu, Presiden Joko Widodo memerintahkan agar saban tahun dibangun 5-7 bendungan untuk pengairan dan irigasi area persawahan. Langkah ini untuk memberikan penguatan bagi sektor pertanian. Pembangunan infrastruktur ini menjadi strategis lantaran saat ini kondisi irigasi di dalam negeri, 52 persen dalam kondisi rusak.

Selain itu, di akhir tahun 2017, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan menggaungkan swasembada pangan komoditas beras, cabai, jagung dan bawang. Bahkan, dia pun ikut turut dalam kegiatan panen padi dan memberikan sejumlah bantuan alat dan mesin pertanian kepada kelompok tani di Lampung Timur, di antaranya pompa air, traktor tangan, alat pemanen padi/combine hervastar, alat pemanen jagung/corn combine.

Sayangnya, program ini nampaknya belum memberikan hasil bahkan setelah 3 tahun dijalankan. Hal ini terlihat dari kebijakan impor beras yang sudah dilakukan 2 tahun lalu. Tak hanya itu, pada akhir Januari nanti, pemerintah juga akan melakukan impor beras sebanyak 500.000 ton dari Thailand dan Vietnam.

Padahal, Amran meyakini tak akan ada impor beras hingga April 2018. Sebab, stok beras saat ini mencapai 1,74 ton. Bahkan, pemerintah saat ini juga memiliki serapan beras hingga 8 ribu-9 ribu ton per hari.

"Kita doakan (tidak ada impor), karena kalau kita hitung-hitungan stok kita 1,74 (juta ton). Stok kita sudah sampai April 2018," kata Amran di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/8).

Berikut fakta-fakta di balik keputusan pemerintah impor beras saat Indonesia mampu swasembada.

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.