Video Aremania Minta Polisi Tak Pakai Gas Air Mata di Kanjuruhan: Ada Anak Kecil Pak!

Rabu, 5 Oktober 2022 09:55 Reporter : Muhammad Farih Fanani
Video Aremania Minta Polisi Tak Pakai Gas Air Mata di Kanjuruhan: Ada Anak Kecil Pak! Video Aremania Minta Polisi Tak Pakai Gas Air Mata. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang menyisakan banyak cerita pilu. Banyak yang menduga ratusan orang meninggal dunia karena semprotan gas air mata.

Ada satu momen viral ketika seorang suporter Arema masuk ke lapangan dan meminta Polisi untuk tidak menembakkan gas air mata ke suporter. Namun, tanggapan Polisi jauh dari harapan. Berikut ini adalah ulasan lengkapnya.

2 dari 6 halaman

Minta Polisi Tak Pakai Gas Air Mata

video aremania minta polisi tak pakai gas air mata
©2022 Merdeka.com

Sebuah video pendek memperlihatkan seorang suporter Arema yang turun ke lapangan menghampiri Polisi viral di media sosial. Video tersebut diposting di akun @wowunix.

Berbeda dengan suporter lainnya, seorang pemuda berbaju Arema tersebut justru meminta Polisi untuk tidak menggunakan gas air mata. Hal itu ia lakukan karena di tribun banyak anak kecil yang terjebak tidak bisa keluar.

"Pak, jangan pakai gas air mata, banyak anak kecil, pak," ucap pria tersebut sembari bersalaman kepada satu Polisi.

3 dari 6 halaman

Tanggapan Polisi

video aremania minta polisi tak pakai gas air mata

©2022 Merdeka.com

Awalnya, Polisi berpakaian lengkap menanggapi suporter dengan baik. Ia berbicara dan meminta suporter tersebut untuk memberitahu teman-temannya.

"Bro, bala-balamu, kandani, bro (Teman-temanmu kasih tahu, bro)," ucap Polisi pertama yang memberi salam kepada fans Arema tersebut.

Namun, tanggapan tersebut tidak berlangsung lama. Beberapa saat setelahnya, pemuda berbaju Arema tersebut justru digertak dan diminta untuk keluar.

4 dari 6 halaman

Korban Anak-anak

video aremania minta polisi tak pakai gas air mata
©2022 Merdeka.com

Diketahui bahwa ada 125 korban yang meninggal dalam tragedi Kanjuruhan. Banyak di antaranya karena sesak napas dan berdesak-desakan karena kerumunan.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyebutkan, 33 korban tragedi Kanjuruhan masih tergolong anak-anak. 25 laki-laki dan delapan perempuan.

Deputi PPPA, korban yang masih tergolong anak-anak tersebut berusia antara 4 hingga 17 tahun.

5 dari 6 halaman

28 Polisi Diperiksa

video aremania minta polisi tak pakai gas air mata
©2022 Merdeka.com

Akibat dari kejadian kerusuhan di Kanjuruhan, Malang, sejauh ini ada 28 polisi yang diperiksa atas dugaan pelanggaran etik dalam bertugas.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dalam jumpa pers mengatakan bahwa "Dari hasil pemeriksaan Itsus Itwasum Polri dan Biro Paminal juga melakukan pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik anggota Polri sebanyak 28 personel Polri. Ini pun masih dalam proses pemeriksaan,"

Tidak hanya itu Kapolri juga mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat buntut dari tragedi di Stadion Kanjuruhan tersebut.

6 dari 6 halaman

Komentar Warganet

Komentar warganet pun beragam. Namun, sebagian besar menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh oknum Polisi tersebut.

"Gini nih... ngingetin yang terbaik malah kena tampol," tulis akun @thom.***

"Banyak nyawa dikorbankan...korban balita juga lo," tulis akun @diahay***

"Pak pol gak bisa bedain mana yg ngomong baik2 mana yg anarkis apa ya," tulis akun @videjay***

[mff]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini