Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tubuh Kelebihan Protein, Ini 8 Dampaknya yang Perlu Diwaspadai

Tubuh Kelebihan Protein, Ini 8 Dampaknya yang Perlu Diwaspadai daging di Teras Japan Malang. ©2022 Tantri Setyorini

Merdeka.com - Protein adalah nutrisi penting yang diperlukan oleh tubuh. Protein berperan dalam proses pembentukan dan perbaikan sel dan jaringan pada tubuh. Meskipun baik untuk tubuh, protein yang berlebihan ternyata juga memiliki dampak yang buruk untuk kesehatan.

Salah satu dampak jika tubuh kelebihan protein akan mempengaruhi metabolisme dan memperberat kerja ginjal. Tubuh manusia membutuhkan protein dalam jumlah besar untuk mendukung pertumbuhan. Namun, kebutuhan akan protein perlu dikemas dalam jumlah yang wajar agar tidak justru berdampak buruk.

Melansir dari berbagai sumber, berikut ini merdeka.com merangkum informasi tentang dampak jika tubuh kelebihan protein yang perlu diwaspadai. Simak ulasannya sebagai berikut.

1. Penumpukan Keton dan Bau Mulut

Dampak kelebihan protein yang pertama adalah penumpukan keton dan bau mulut. Salah satu sebab jika Anda tidak mengonsumsi nasi dan menggantinya dengan terlalu banyak protein dapat menyebabkan tubuh mengalami kondisi yang disebut sebagai ketosis.

Tubuh yang mengalami ketosis ini dapat membuat zat kimia keton akan menumpuk di tubuh. Dampaknya, akan menyebabkan bau mulut. Selain itu, penumpukan keton juga dapat menyebabkan gagal ginjal.

kering

©www.redrockdental.org

2. Kerusakan Ginjal

Dampak kedua akibat kelebihan protein adalah dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Tubuh akan mengolah protein menjadi asam amino, sehingga sisa metabolisme protein menjadi asam amino akan jadi urea yang perlu disaring dan dibuang oleh ginjal lewat urine.

Dengan demikian, maka kerja ginjal akan menjadi lebih ekstra. Ginjal yang bekerja terlalu berat akan menyebabkan orang mengalami penyakit ginjal. Biasanya, orang yang sakit ginjal akan direkomendasikan untuk mengurangi konsumsi protein.

3. Meningkatkan Berat Badan

Ketiga, dampak kelebihan protein yang perlu diwaspadai adalah meningkatkan berat badan. Pola makan yang menghabiskan banyak protein dalam jangka waktu yang panjang akan justru meningkatkan berat badan. Hal itu disebabkan karena protein berlebih akan disimpan sebagai jaringan lemak.

Hal tersebut juga bisa diperparah jika Anda mengonsumsi makanan berprotein tinggi yang juga banyak mengandung lemak, seperti daging merah. Protein yang tinggi juga sering dimanfaatkan oleh orang yang rutin melatih ototnya. Hal itu akan berdampak pada berat badan dan massa otot yang akan ikut bertambah.

4. Meningkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular

Selanjutnya, kelebihan protein juga bisa memicu penyakit. Nama penyakitnya adalah kardiovaskular. Penyakit kardiovaskular adalah penyakit yang disebabkan karena adanya gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Contohnya adalah jantung, aritmia, gagal jantung, hingga stroke.

Mengonsumsi protein hewani yang berlebihan akan meningkatkan risiko mengidap penyakit ini. Terutama konsumsi protein yang bersumber dari daging merah, daging berlemak, dan jeroan. Hal tersebut karena makanan itu banyak mengandung lemak jenuh dan kolesterol.

5. Kehilangan Kalsium

Dampak kelebihan protein yang akan berbahaya untuk tubuh selanjutnya adalah ketika kehilangan kalsium. Asupan protein yang tinggi dapat menyebabkan tubuh lebih banyak membuang kalsium. Hal itu terbukti bisa membuat tulang menjadi keropos dan meningkatkan risiko osteoporosis.

Oleh karena itu, selain jumlah protein yang perlu diperhatikan, jenis protein juga merupakan hal penting yang tidak boleh dilupakan. Para ahli akan menyarankan untuk mendapatkan protein dari berbagai sumber, seperti protein hewani dari ikan dan protein nabati dari kacang dan biji-bijian.

manusia

© scienceunraveled.com

6. Menyebabkan Sembelit

Selanjutnya, kelebihan protein dalam tubuh juga dapat menyebabkan sembelit. Hal tersebut bisa terjadi karena protein yang berlebih dalam tubuh bisa menghilangkan cairan dalam tubuh. 

Sembelit merupakan kondisi ketika seseorang mengalami keluhan buang air besar. Gejala awal dari sembelit yang paling umum terjadi adalah BAB yang tidak teratur dengan frekuensi yang kurang dari 3 kali seminggu.

7. Dehidrasi

Dampak tubuh kelebihan protein selanjutnya yang tidak boleh dianggap remeh adalah dehidrasi. Hal tersebut terjadi karena protein di tubuh akan dipecah menjadi asam amino yang bisa memicu tubuh kehilangan cairan sehingga dapat menyebabkan dehidrasi.

Oleh karena itu, selain mengonsumsi makanan yang tinggi protein, Anda juga perlu mengimbanginya dengan meminum air putih yang cukup dan makan makanan dengan kandungan serat.

8. Memicu Diare

Terakhir, dampak tubuh kelebihan protein adalah diare. Diare adalah kondisi tidak normal yang terjadi pada bagian usus halus karena kelebihan air. Kondisi tersebut bisa menyebabkan orang yang terkena diare bisa buang air besar dalam waktu yang lebih sering dibanding manusia normal.

Untuk menghindarinya, Anda perlu memberikan asupan gizi yang cukup ke dalam tubuh selain protein. Yaitu makanan yang berserat dan minum air putih. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan takaran protein yang pas sehingga tidak menyebabkan diare.

(mdk/mff)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP