Tata Cara Shalat Rawatib Lengkap Beserta Niatnya, Pahami Pula Keutamaannya

Senin, 8 Agustus 2022 14:12 Reporter : Billy Adytya
Tata Cara Shalat Rawatib Lengkap Beserta Niatnya, Pahami Pula Keutamaannya Ilustrasi salat. ©Shutterstock

Merdeka.com - Umat Islam harus memahamitata cara shalat rawatibdengan baik dan benar. Sebab, sholat sunnah satu ini memiliki keutamaan yang luar biasa apabila rajin dilaksanakan.

Shalat rawatib adalah shalat sunnah yang dikerjakan sebelum dan sesudah shalat fardhu (lima waktu).Shalat rawatib yang dilaksanakan setelah shalat fardhu disebut dengan sunnah Ba'diyah, sedangkan shalat rawatib dikerjakan sebelum shalat fardhu disebut dengan sunnah Qobliyah.

Banyak keutamaan shalat rawatib yang bisa didapatkan ketika Anda selalu mengerjakannya, di antaranya ialah diharamkan dari api neraka.

Berikut adalah tata cara shalat rawatib lengkap beserta niat dan keutamaannya yang berhasil dirangkum dari beragam sumber, Senin (8/8).

2 dari 5 halaman

Niat Shalat Rawatib

Niat shalat rawatib harus dipahami dengan benar agar Anda khusyuk dan mendapatkan keutamaan dari shalat sunnah ini. Bacaan shalat rawatib ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan shalat fardhu.

Anda tinggal menambahkan Qobliyatan Lillahi Ta'ala (sebelum shalat fardhu) dan di akhir niat atau Ba'diyatan Lillahi Ta'ala (sesudah shalat fardhu).

ilustrasi salat
©Shutterstock

Apabila mengerjakan shalat sunnah rawatib sebelum shalat subuh, maka bisa dibaca seperti ini:

Ushallii sunnatash shubhi rak’ataini qabliy-yatan lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku (niat) shalat sunat qabliyyah subuh 2 rakaat, karena Allah Ta’ala.”

Lalu, apabila mengerjakan shalat sunnah rawatib setelah shalat isya maka bacaannya menjadi:

Ushallii sunnatal ‘isyaa’i rak’ataini ba’diy-yatan lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku (niat) shalat sunat ba’diyyah isya 2 rakaat, karena Allah Ta’ala.”.

3 dari 5 halaman

Tata Cara Shalat Rawatib

Niat dan tata cara shalat sunnah rawatib tidak jauh berbeda dengan shalat biasanya. Perbedaannya adalah hanya pada bacaan doanya yang dianjurkan.

Berikut adalah niat dan tata cara shalat rawatib selengkapnya:

1. Membaca Niat

2. Takbiratul Ihram

3. Membaca doa Iftitah

4. Membaca Surat al-Fatihah

5. Membaca Surat Pendek (Dianjurkan Surah Al-Kaafirun dan Al-Ikhlas)

6. Ruku dengan tumaninah (Allahu akbar)

7. Itidal dengan tumaninah,

8. Sujud dengan tumaninah

9. Duduk di antara dua sujud, dengan tumaninah

ilustrasi salat
©Shutterstock

10. Sujud kedua dengan tumaninah (Allahu akbar)

11. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua

12. Membaca surat Al-Fatihah

13. Membaca Surat Pendek yang dihapal

14. Ruku dengan tumaninah (Allahu akbar)

15. Itidal

16. Sujud pertama (rakaat kedua)

17. Duduk diantara dua sujud

18. Sujud kedua (rakaat kedua)

19. Tasyahud Akhir

20. Salam

4 dari 5 halaman

Dasar Hukum dan Waktu Pelaksanaan

Dalam hadist Abdullah bin Umar Radhiallahu anhuma berkata "Aku menghafal sesuatu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berupa shalat sunnat sepuluh rakaat yaitu; dua rakaat sebelum shalat zuhur, dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah shalat maghrib di rumah beliau, dua rakaat sesudah shalat isya’ di rumah beliau, dan dua rakaat sebelum shalat subuh.” (HR. Al-Bukhari no. 937, 1165, 1173, 1180 dan Muslim no. 729).

Hal ini tentang waktu pelaksanaan shalat sunnah rawatib yang telah dijelaskan dalam sebuah hadist di bawah ini:

Ibnu Qudamah berkata: "Setiap sunnah rawatib qobliyah maka waktunya dimulai dari masuknya waktu shalat fardhu hingga shalat fardhu dikerjakan, dan shalat rawatib ba’diyah maka waktunya dimulai dari selesainya shalat fardhu hingga berakhirnya waktu shalat fardhu tersebut “ . (Al-Mughni 2/544).

5 dari 5 halaman

Keutamaan Shalat Rawatib

Dibangunkan Rumah di Surga

At-Tarmidzi dan An-Nasa’i meriwayatkan dalam hadist yang mengatakan jika, dari 'Aisyah radiyallahu ‘anha, ia berkata: Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa tidak meninggalkan dua belas (12) rakaat pada shalat sunnah rawatib, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga..." (HR. At-Tarmidzi no. 414, An-Nasa’i no. 1794).

Diharamkan Api Neraka

Ummu Habibah radhiyallahu 'anha memberikan riwayat tentang keutamaan rawatib dhuhur. Ia mengatakan, saya mendengar Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang menjaga (shalat) empat rakaat sebelum zuhur dan empat rakaat sesudahnya, Allah haramkan baginya api neraka." (HR. Ahmad 6/325, Abu Dawud no. 1269, At-Tarmidzi no. 428, An-Nasa’i no. 1814, Ibnu Majah no. 1160).

Lebih Baik dari Dunia dan Isinya

Kemudian keutamaan selanjutnya adalah, Aisyah radhiyallahu'anha meriwayatkan sebuah hadist tentang shalat rawatib sebelum (Qobliyah) subuh dari Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam yang beliau bersabda: "Dua rakaat sebelum shubuh lebih baik dari dunia dan seisinya.” Dalam riwayat yang lain, “Dua raka’at sebelum shubuh lebih aku cintai daripada dunia seisinya.” (HR. Muslim no. 725).

[bil]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini