Tata Cara Shalat Istikharah Lengkap Beserta Niat, Waktu Pelaksanaan & Doanya
Merdeka.com - Shalat istikharah merupakan shalat sunnah untuk memohon petunjuk dari Allah SWT. Dalam kehidupan, manusia sering kali dihadapkan pada dua pilihan yang bisa membuatnya gelisah.
Salah satu cara mengatasi kebimbangan terbaik yang diberikan oleh Allah SWT adalah dengan mengerjakan shalat istikharah. Selain bisa menenangkan hati, shalat istikharah juga bisa membantu menentukan pilihan hidup sesuai dengan petunjuk Allah SWT.
BACA JUGA: Niat Shalat Istikharah Jodoh beserta Tata Caranya
Baik itu dalam hal pekerjaan, jodoh maupun rencana-rencana yang masih ragu untuk diambil. Shalat istikharah bisa dilaksanakan asalkan tidak di waktu-waktu terlarang.
Tata cara shalat istikharah juga tidak jauh berbeda dengan shalat pada umumnya. Hanya saja tata cara shalat istikharah bisa dibedakan dari bacaan niat dan surat pendek yang diutamakan.
Lantas bagaimana tata cara shalat istikharah lengkap dengan niat, waktu pelaksanaan dan doanya? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (22/2), simak ulasan informasinya berikut ini.
Niat Shalat Istikharah
Sebelum membahas tata cara shalat istikharah, ketahui terlebih dahulu bacaan niat shalat istikharah. Cara shalat istikharah yang tepat dimulai dengan membaca niatnya. Seperti shalat pada umumnya, membaca niat shalat istikharah dapat diucapkan dalam hati.

soundvision.com
Adapun bacaan niat shalat istikharah adalah sebagai berikut:
أصلى سنة الإستخارة ركعتين لله تعالى
Ussholli sunnatan istikhoroti rak’ataini lillahi ta’ala
Artinya:"Saya berniat sholat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala."
Waktu yang Tepat Menunaikan Shalat Istikharah
Setelah mengetahui bacaan niat shalat istikharah, kini beralih pada waktu yang tepat menunaikan shalat istikharah. Sebelum nantinya membahas tata cara shalat istikharah. Sebenarnya shalat istikharah bisa dikerjakan kapan saja, baik siang maupun malam hati. Asalkan tidak di waktu-waktu terlarang, khususnya waktu yang dilarang untuk mengerjakan shalat istikharah. Berikut anjuran untuk melaksanakan shalat istikharah di tiga waktu terbaik:a. Sepertiga Malam PertamaWaktu yang tepat untuk melakukan salat Istikharah yaitu pada sepertiga malam pertama. Lebih tepatnya adalah ketika masuk waktu Isya hingga pukul 22.00 malam.b. Sepertiga Malam KeduaWaktu terbaik melakukan shalat istikharah selanjutnya adalah sepertiga malam kedua. Di mulai dari pukul 22.00 malam hingga 01.00 dini hari. Di waktu ini suasana malam biasanya lebih tenang. Sehingga saat mengerjakan salat istikharah akan lebih khusyu dan fokus.c. Sepertiga Malam KetigaWaktu terbaik berikutnya yakni di sepertiga malam ketiga. Di mulai pukul 01.00 dini hari hingga sebelum masuknya waktu salat subuh. Selain shalat Istikharah, ini juga menjadi waktu terbaik untuk mengerjakan shalat sunnah lainnya.
Tata Cara Shalat Istikharah
Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq menjelaskan, shalat istikharah dapat berupa shalat sunnah apa saja. Baik itu shalat sunnah rawatib, shalat sunnah tahiyatul masjid ataupun shalat sunnah lainnya.
©2020 Merdeka.com
Menurut Syaikh Wahbah, usai membaca surah Al-Fatihah pada rakaat pertama disunnahkan untuk membaca surah Al-Kafirun. Setelah itu, bisa membaca surah Al-Ikhlas usai membaca surah Al-Fatihah pada rakaat kedua. Adapun tata cara shalat istikharah adalah sebagai berikut:
Bacaan Doa Shalat Istikharah
Usai mengetahui tata cara shalat istikharah, ada baiknya juga mengenal bacaan doa shalat istikharah. Bacaan doa ini juga menjadi salah satu hal paling istimewa saat melaksanakan shalat istikharah. Bahkan, dianjurkan bagi umat Islam untuk membaca doa ini usai mengerjakan shalat istikharah. Adapun bacaan doa shalat istikharah adalah sebagai berikut:Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub.Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (menyebutkan persoalannya) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi.Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.Artinya:"Ya Allah, sesungguhnya, aku memohon kebaikan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kemampuan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu dan aku memohon kepada-Mu dari anugerah-Mu yang Agung. Sesungguhnya, Engkau Mahakuasa sedang aku tidak kuasa, Engkau Mahatahu sedang aku tidak mengetahui, Engkaulah Dzat yang Maha Mengetahui perkara yang gaib.Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (menyebutkan persoalannya) adalah baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku, maka tentukanlah untukku, mudahkanlah jalannya dan berkahilah aku di dalamnya.Dan apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini adalah buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku dan akhir urusanku, maka jauhkanlah ia dariku dan jauhkanlah diriku darinya, tentukanlah untukku apapun yang terbaik, kemudian jadikanlah aku ridha dengannya."
(mdk/tan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya