Tanda Keputihan Berbahaya, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya
Merdeka.com - Tanda keputihan berbahaya perlu diketahui oleh semua wanita. Keputihan sebenarnya merupakan hal yang normal terjadi pada wanita terutama bagi mereka yang sudah memasuki usia subur. Namun, di beberapa kasus terdapat keputihan yang tidak normal. Keputihan yang muncul dengan warna berbeda disertai bau tidak sedap bisa menjadi tanda adanya kondisi yang berbahaya.
Keputihan atau vaginal discharge sendiri adalah kondisi ketika lendir atau cairan keluar dari vagina. Lendir ini berfungsi untuk membawa keluar sel-sel mati dan kuman dari dalam tubuh. Tujuannya untuk menjaga vagina tetap bersih, dan melindungi vagina dari iritasi atau infeksi. Lantas, apa saja tanda keputihan berbahaya dan tidak normal? Simak ulasan selengkapnya dilansir dari laman Alodokter dan berbagai sumber, Rabu (7/7/2021):
Tanda Keputihan Berbahaya
1. Perubahan Warna
Tanda keputihan berbahaya yang pertama dan paling sering terjadi adalah adanya perubahan warna. Keputihan normal berwarna putih bening dan tidak berbau. Namun, di kondisi yang tidak biasa keputihan justru berwarna putih susu, keabuan, atau hijau.
Jika keputihan Anda berwarnaseperti di atas, hal terebut bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan serius. Biasanya, perubahan warna ini terjadi akibat adanya infeksi oleh bakteri.
2. Timbul Bau Tak Sedap
Tanda keputihan selanjutnya ialah timbul bau tak sedap pada keputihan. Jika perubahan warna disertai dengan bau yang menyengat, maka besar kemungkinan Anda memiliki infeksi bakteri pada vagina. Umumnya, bau yang timbul akan tercium seperti bau amis atau bau busuk.
3. Tekstur Berbeda
Keputihan memiliki tekstur yang berbeda-beda. Namun, biasanya keputihan yang normal memiliki tekstur yang cair dan tidak bergumpal. Cairan vagina memiliki konsistensi seperti lendir encer kental. Namun hal ini tergantung pada siklus hormon perempuan itu sendiri. Jika Anda mengalami keputihan dengan tekstur menggumpal bisa jadi itu adalah tanda adanya masalah kesehatan pada organ intim Anda.
4. Nyeri
Keputihan yang normal tidak akan menimbulkan keluhan apapun. Namun dalam beberapa kasus, keputihan yang muncul bisa menimbulkan keluhan seperti nyeri saat buang air kecil, gatal, dan sakit di area vagina. Segera lakukan pemeriksaan jika kondisi ini Anda alami, terutama jika sudah terjadi cukup lama.
5. Keputihan yang Disertai Darah
Keputihan yang disertai dengan darah dan terjadi diluar masa menstruasi atau terjadi setelah menopause merupakan tanda-tanda keputihan berbahaya. Kondisi ini dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi, seperti infeksi, kanker serviks, atau radang panggul.
6. Keputihan Disertai Demam
Tanda keputihan selanjutnya ialah keputihan yang dibarengi dengan demam tubuh. Kondisi tersebut merupakan kondisi yang perlu diwaspadai. Sebab, munculnya demam pada tubuh merupakan tanda adanya reaksi perlawanan tubuh terhadap kuman penyebab infeksi. Jika Anda mengalami hal tersebut, segeralah konsultasikan dengan dokter dan meminta perawatan untuk menghindari komplikasi yang bisa saja terjadi dan membahayakan.
Penyebab Keputihan Berbahaya
Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa keputihan sebenarnya merupakan kondisi normal dan umum dialami oleh wanita. Keputihan juga berfungsi untuk membersihkan dan melindungi vagina. Namun, keputihan berbahaya biasanya disebabkan oleh infeksi. Berikut ini adalah beberapa penyebab utama keputihan berbahaya:1. Bakteri VaginosiBakteri vaginosa menyebabkan infeksi yang membuat adanya peningkatan jumlah keputihan disertai aroma yang kuat dan busuk. Wanita yang menerima seks oral atau yang memiliki banyak pasangan seksual berisiko tinggi tertular infeksi ini.2. TrikomoniasisTrikomoniasis adalah jenis infeksi yang disebabkan oleh protozoa, atau organisme bersel tunggal. Infeksi ini biasanya menyebar melalui kontak seksual, tetapi dapat juga ditularkan dengan berbagi handuk atau pakaian dalam juga pakaian renang.Infeksi ini ditandai dengan keputihan berwarna kuning atau hijau yang memiliki aroma busuk. Rasa sakit, radang, dan gatal-gatal juga merupakan gejala umum. Namun tidak semua orang mengalami gejala serupa.3. Infeksi JamurInfeksi jamur menghasilkan cairan keputihan yang seperti keju dan berbuih, disertai rasa panas dan gatal. Kehadiran jamur dalam vagina adalah normal, tetapi pertumbuhannya dapat berlipat ganda di luar kendali dalam situasi tertentu sehingga menyebabkan infeksi. Ada beberapa faktor pemicu lain juga yang bisa mendorong adanya infeksi jamur pada vagina seperti, stress, diabetes, penggunaan pil KB, kehamilan, antibiotik, penyakit gonore, dan klamidia. 4. Penyakit Radang Panggul (PID)Penyakit radang panggul (PID) adalah infeksi yang sering menyebar melalui kontak seksual. Infeksi ini terjadi ketika bakteri menyebar ke vagina dan ke organ reproduksi lainnya. Keputihan akibat infeksi ini biasanya beraroma busuk dan bertekstur kental.5. Human papillomavirus (HPV) atau kanker serviksInfeksi human papillomavirus (HPV) disebarkan melalui kontak seksual. Infeksi ini dapat menyebabkan kanker serviks. Meskipun mungkin tidak ada gejala, kanker jenis ini dapat menghasilkan cairan berdarah, coklat, atau berair dengan aroma yang tidak sedap. Kanker serviks dapat dengan mudah diskrining dengan Pap smear tahunan dan sumber pengujian HPV yang terpercaya.Cara Atasi Keputihan BerbahayaCara mengatasi keputihan sebenarnya tergantung pada penyebab dari keputihan itu sendiri. Misal, keputihan yang disebabkan infeksi jamur bisa diatasi dengan obat anti jamur yang dimasukkan ke dalam vagina dalam bentuk krim atau gel. Sedangkan keputihan yang disebabkan bakteri vaginosis bisa diobati dengan pil atau krim antibiotik. Lalu, bagaimana cara mencegah infeksi vagina yang bisa menyebabkan keputihan berbahaya? berikut beberapa caranya:
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya