Sepak Terjang Anggota Marinir yang Gugur saat Bebaskan WNI dari Abu Sayyaf

Selasa, 31 Desember 2019 13:21 Reporter : Tantiya Nimas Nuraini
Sepak Terjang Anggota Marinir yang Gugur saat Bebaskan WNI dari Abu Sayyaf Romnick Estacio. ©Facebook

Merdeka.com - Beberapa hari lalu, Indonesia mendapatkan kabar bahagia. Dua warga negaranya yang ditahan Abu Sayyaf berhasil dibebaskan. Namun, di balik itu semua ada kabar duka bagi Korps Marinir Filipina.

Sersan Romnick Estacio harus gugur dalam upaya pembebasan WNI. Estacio gugur saat kontak senjata dengan kelompok Abu Sayyaf.

Kejadian nahas itu terjadi pada 22 Desember lalu di Panamao, Sulu. Kendati begitu, perjuangan anggota Marinir ini akan tetap diingat oleh bangsa Indonesia dan Filipina.

Lantas bagaimana sepak terjang anggota marinir yang gugur itu? Simak informasinya berikut ini.

1 dari 6 halaman

Tewas Saat Menyelamatkan WNI dari Abu Sayyaf

Meski bertaruh dengan nyawa, seorang tentara akan selalu melindungi masyarakat dari ancaman dan bahaya. Tampaknya hal itu juga berlaku bagi sersan Romnick Estacio. Salah satu anggota dari Korps Marinir Filipina ini harus rela mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan WNI dari tangan kelompok bersenjata Abu Sayyaf.

dua nelayan wni yang diselamatkan tentara filipina dari penyanderaan abu sayyaf

Courtesy of AFP Western Mindanao Command

Kendati begitu, dalam operasi tersebut marinir Filipina berhasil membebaskan dua nelayan asal Indonesia. Diketahui keduanya bernama Maharudin Lunani, 48 tahun dan Samion Bon Maniue, 27 tahun. Keduanya dikabarkan telah disandera Abu Sayyaf sejak September lalu bersama Muhammad Farhan.

"Ketika terjadi kontak senjata, kedua korban sandera itu bergegas melarikan diri menjauh dari para penculik dan kami berhasil menyelamatkan mereka," ujar Letnan Jenderal Cirilito Sobejana dari Komando Angkatan Darat Mindanao Barat.

2 dari 6 halaman

Sosok Marinir Sejati

Kapten Jaraid Rea selaku Direktur Kantor Urusan Korps Marinir mengatakan, Estacio merupakan sosok marinir sejati. Bagaimana tidak, Sersan Romnick Estacio tela terlibat di sejumlah operasi militer dan salah satunya di Mindanao.

"Rakyat Filipina berterima kasih kepada pahlawan marinir Sersan Estacio dan keluarganya. Tiada kata mampu menggambarkan duka cita. Namun sebagai apresiasi, rasa syukur bangsa ini lebih dari cukup bagi Marinir," kata pernyataan PMC.

romnick estacio

Facebook

Dikutip dari laman Manila Bulletin pekan lalu, Wakil Laksamana Robert Empedrad dari Angkatan Laut Filipina dan Mayor Jenderal Nathaniel Casem, memimpin upacara penghormatan terakhir kepada jasa Estacio di markas marinir, Marine Barracks Rudiardo Brown, Taguig City. Nantinya, jenazah Estacio akan dibawa ke kampung halamannya di La Union dan dikebumikan di Tarlac.

"Dia akan selalu dikenang sebagai marinir yang luar biasa, pahlawan hari ini."

3 dari 6 halaman

Mendapat Penghargaan Bebaskan Marawi dari Teroris

dubes ri untuk filipina sinyo harry sarundajang bersama 2 nelayan wni dibebaskan dari abu sayyaf

KBRI FIlipina

Tak hanya itu saja, Estacio juga ikut bertempur dalam upaya membebaskan Kota Marawi dari kelompok teroris Maute, 2017 lalu. Berkat jasa dan upayanya, Estacio mendapatkan penghargaan Medali Salib Perunggu.

4 dari 6 halaman

Penyerahan WNI pada Perwakilan Indonesia

Kedua WNI yang berhasil dibebaskan tersebut telah diantar oleh Duta Besar RI untuk Filipina, Sinyo Sarundajang ke Indonesia, Kamis (26/12) lalu. Proses penyerahan ini dihadiri langsung oleh Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dan keluarga dari masing-masing WNI.

dubes ri untuk filipina sinyo harry sarundajang bersama 2 nelayan wni dibebaskan dari abu sayyaf

KBRI FIlipina

"Pada akhirnya atas kerja bersama kita semua pada hari ini kami bisa secara resmi menyerahterimakan Pak Maharudin dan Pak Samiun untuk kembali bersama keluarga, setelah 90 hari terakhir mereka dalam kecemasan dan kebimbangan selama menjadi sandera di Filipina," ujar Menteri Retno.

5 dari 6 halaman

Menteri Pertahanan Indonesia Bertolak ke Filipina

Tak hanya Menteri Luar Negeri saja, Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto juga turut menyoroti kasus penyanderaan terhadap WNI ini. Diketahui, masih tersisa satu WNI lagi yang masih berada di tangan Abu Sayyaf yaitu Muhammad Farhan. Untuk melancarkan segala prosesnya, Prabowo bertolak ke Filipina guna bertemu dengan Menteri Pertahanan Filipina.

dua nelayan wni tiba di indonesia

Tommy Kurnia/Liputan6.com

Dengan adanya pertemuan dua negara tersebut, diharapkan nantinya ada jalan baik dan upaya prevensi agar kejadian seperti ini tak terulang kembali. Tak hanya itu, Presiden Joko Widodo juga telah meminta Rodrigo Duterte, Presiden Filipina untuk fokus terhadap penyelamatan tahanan. Pemerintah juga telah berkomunikasi dengan West Mindanao Command dari militer Filipina secara intens.

"Kita minta agar upaya pembebasan dengan selamat dapat segera dilakukan dan Menteri Pertahanan Filipina akan bekerja sekeras mungkin untuk pembebasan tersebut," ujar Retno.

6 dari 6 halaman

Satu WNI Masih Disandera Abu Sayyaf

Masih ada satu lagi WNI yang berada di tangan kelompok bersenjata Abu Sayyaf yaitu Muhammad Farhan. Menteri Retno Marsudi, mengatakan jika Farhan dalam keadaan baik-baik saja.

"Kita sedang mencari informasi mengenai masalah kondisi, tapi InsyaAllah kondisinya baik, jadi saya belum dapat mengatakan apapun," katanya usai lakukan rapat tertutup di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (27/12).

sandera abu sayyaf

2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Terlepas itu semua, pemerintah Indonesia tetap terus melakukan komunikasi dengan Filipina perihal kasus penyanderaan ini.

"Kita masih terus berkoordinasi dengan pemerintah dan otoritas Filipina mengenai keberadaannya dulu, yang penting sebelum tahu kondisinya keberadaannya ada di mana karena mereka kan seperti biasa berpindah-pindah terus," sambungnya.

[tan]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini