Video lawas merekam momen suasana ibadah haji di tanah suci pada tahun 1950-an dibagikan melalui akun Tiktok @almanmulyana15. Dalam postingan tersebut, menunjukkan perjalanan para jamaah haji yang bisa dibilang tidak mudah pada masa itu.
"Situasi ibadah haji pada tahun 1950 atau tepatnya 75 tahun yang lalu itu seperti ini. Luar biasa ternyata jamaah haji ada yang masih naik unta dalam perjalanan ke Arafah dari Masjidil Haram," ungkap keterangan video.
Tidak seperti sekarang yang dimudahkan dengan fasilitas bus, jamaah haji pada zaman dahulu lebih banyak berjalan kaki atau menggunakan unta sebagai transportasi mereka saat berpindah tempat dalam menyelesaikan rangkaian ibadah haji.
Dalam video, menunjukkan juga situasi tenda-tenda jamaah di Arafah yang tentu belum dilengkapi fasilitas yang nyaman seperti sekarang. Salah satunya ialah pendingin ruangan (AC), sehingga jamaah harus berhadapan dengan hawa panas yang luar biasa.
"Luarbiasa enggak kebayang panasnya saat musim haji bisa mencapai 50 derajat, Allahu Akbar. Orang zaman dulu kuat-kuat fisiknya saat di Mina tidurnya tanpa AC," kata pengunggah video.
Bagi jamaah asal Indonesia, perjalanan untuk sampai ke tanah suci juga penuh dengan tantangan. Pada zaman dulu, harga tiket pesawat terbang sangat mahal. Hal itu membuat banyak orang memilih menggunakan kapal laut meski harus menempuh perjalanan berbulan-bulan.
"Jamaah Indonesia kalau tidak salah masih naik kapal laut dan durasinya (untuk sampai) bisa sampai 7 bulan Masya Allah lama banget ya," ungkap Alma Mulyana dalam videonya.
Diketahui, jamaah haji pertama kali diberangkatkan oleh Pemerintah Indonesia menggunakan kapal pada 10 Juli 1950. Perusahaan pertama yang menyediakan pemberangkatan jamaah calon haji menggunakan kapal laut adalah PT Arafat.
Perusahaan di bidang pelayaran yang khusus melayani perjalanan haji (laut) ini dibentuk pada 1 Desember 1964. Pembentukan PT Arafat merupakan kelanjutan dari Keputusan Presiden Nomor 122 Tahun 1964 tentang Penyelenggaraan Urusan Haji.
PT Arafat diketahui memiliki lima kapal laut untuk memberangkatkan ribuan jamaah calon haji setiap tahunnya. Selama berbulan-bulan perjalanan laut itulah para jamaah melakukan aktivitas sehari-hari hingga manasik haji.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah Indonesia Mulai Bekerjasama
Melansir dari laman himpuh, disebutkan jika di tahun 1970-an kuota jamaah haji Indonesia mulai ditingkatkan untuk memenuhi permintaan yang semakin besar. Pemerintah bekerja sama dengan Arab Saudi untuk meningkatkan fasilitas dan infrastruktur bagi jamaah haji Indonesia, baik di tanah suci maupun selama perjalanan.
Selain itu, pada 1980-an, Indonesia mulai menggunakan pesawat terbang untuk transportasi jamaah haji. Hal ini mempermudah jamaah haji untuk menunaikan ibadah mereka dalam waktu yang lebih singkat dan lebih aman. Saat ini, pelaksanaan ibadah haji bagi jamaah Indonesia sudah sangat terorganisir dan efisien.
Namun, meskipun kemajuan dalam fasilitas telah membuat perjalanan haji semakin mudah, tantangan tetap ada. Salah satunya panjangnya waktu tunggu untuk bisa berangkat haji akibat terbatasnya kuota dan meningkatnya jumlah pendaftar setiap tahunnya.
@almanmulyana15 SUASANA HAJIAN 70 TAHUN YG LALU DI MAKKAH #fyp #makkah🕋 #haji2025 #umroh2025 ♬ suara asli - alman