Portulaka dikenal sebagai tanaman hias yang tumbuh subur di bawah sinar matahari penuh dan tahan terhadap kekeringan. Batangnya yang berdaging menyimpan cadangan air sehingga tanaman ini jarang layu meski jarang disiram. Sifat itu membuat portulaka jadi pilihan populer untuk pot gantung dan taman kering di rumah.
Masalah muncul justru saat air datang berlebihan, bukan saat kekurangan. Akar portulaka membutuhkan udara untuk bernapas, dan tanah yang terus basah membuat oksigen di sekitar akar menipis. Kondisi lembap yang berkepanjangan juga membuka jalan bagi jamur penyebab busuk akar untuk berkembang biak dengan cepat di sela-sela media tanam.
Musim hujan dengan intensitas tinggi sering membuat media tanam portulaka tergenang dalam waktu lama tanpa disadari pemiliknya. Agar tanaman tetap sehat dan berbunga lebat, Anda perlu tahu cara merawat portulaka agar tidak busuk setelah hujan deras. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda coba di rumah, dirangkum oleh Merdeka.com dari berbagai sumber, Senin (12/10/2026).
Advertisement
Perbaiki Drainase Pot dan Lahan Tanam
Air yang tidak mengalir keluar dari pot menjadi penyebab utama busuk akar pada portulaka. Pastikan setiap pot punya lubang drainase yang cukup lebar dan tidak tersumbat oleh tanah padat atau akar yang menggumpal di dasar pot selama musim hujan berlangsung.
Untuk portulaka yang ditanam langsung di tanah, buat saluran kecil di sekitar area tanam agar air hujan punya jalan keluar. Tanah yang menggenang lebih dari beberapa jam sudah cukup untuk memicu kerusakan pada akar halus portulaka yang baru tumbuh di permukaan tanah.
Tambahkan lapisan kerikil atau pecahan bata di dasar pot sebelum diisi media tanam. Lapisan ini membantu air turun lebih cepat sehingga akar portulaka tidak terus-menerus terendam setelah hujan reda, dan udara tetap bisa masuk ke sela akar dengan lancar setiap hari.
Advertisement
Gunakan Media Tanam yang Berpori
Media tanam padat menahan air terlalu lama dan membuat akar portulaka kesulitan bernapas. Campurkan tanah dengan pasir, sekam bakar, atau perlit agar struktur media lebih longgar dan air dapat mengalir dengan lancar setiap kali hujan turun membasahi permukaan pot secara berulang.
Perbandingan yang umum dipakai adalah dua bagian tanah, satu bagian pasir, dan satu bagian sekam bakar. Komposisi ini meniru kondisi tanah berpasir yang disukai portulaka di habitat aslinya, sekaligus menjaga kelembapan tetap seimbang sepanjang hari tanpa membuat akar basah berlebihan.
Ganti media tanam secara berkala, terutama setelah beberapa kali musim hujan berturut-turut membasahi pot. Media yang sudah lama dipakai cenderung memadat dan kehilangan kemampuannya untuk meloloskan air dengan baik ke lapisan bawah pot tempat akar tumbuh dan berkembang setiap hari.
Advertisement
Pindahkan Pot ke Tempat yang Terlindung
Saat hujan deras diperkirakan turun dalam waktu lama, pindahkan pot portulaka ke teras atau area beratap di dekat rumah. Langkah ini mencegah tanaman menerima air hujan secara langsung dalam jumlah besar yang bisa membuat media tanam cepat jenuh dan padat.
Tempat yang terlindung juga membantu menjaga sinar matahari tetap bisa menjangkau portulaka begitu hujan reda. Tanaman ini tetap butuh cahaya penuh untuk tumbuh normal, rajin berbunga, dan tidak mudah layu meski baru saja dipindahkan ke lokasi lain yang lebih aman.
Kalau portulaka ditanam di lahan terbuka, pasang naungan sementara dari plastik bening atau paranet selama musim hujan berlangsung di area tersebut. Naungan ini bisa dilepas kembali saat cuaca sudah stabil dan matahari kembali bersinar penuh sepanjang hari tanpa terhalang awan mendung.
Advertisement
Kurangi Penyiraman Tambahan Setelah Hujan
Hujan sudah memberi pasokan air yang cukup untuk portulaka, sehingga penyiraman tambahan justru berisiko membuat media tanam kelebihan air. Periksa dulu kelembapan tanah sebelum menyiram kembali, terutama pada pot yang jarang terkena sinar matahari langsung sepanjang hari penuh dan berangin.
Cara sederhana untuk mengecek kelembapan adalah menusukkan jari ke tanah sedalam dua ruas. Jika tanah masih terasa basah, tunda penyiraman sampai beberapa hari ke depan hingga permukaan media benar-benar mengering dan terasa ringan saat disentuh dengan ujung jari tangan secara langsung.
Setelah musim hujan mereda, kembalikan jadwal penyiraman secara bertahap sesuai kondisi cuaca harian di sekitar rumah. Penyiraman berlebihan di masa transisi ini masih bisa memperpanjang risiko busuk akar pada portulaka yang baru saja pulih kondisinya dari genangan hujan sebelumnya secara bertahap.
Advertisement
Buang Genangan Air di Sekitar Tanaman
Segera setelah hujan berhenti, periksa area sekitar pot atau lahan tanam untuk memastikan tidak ada genangan tersisa. Genangan yang dibiarkan lama memperbesar peluang akar portulaka membusuk, terutama di titik terendah dari permukaan tanah di dekat pangkal batang tanaman yang rawan basah.
Gunakan alat sederhana seperti sendok tanam atau obeng untuk membuka kembali lubang drainase yang tertutup tanah. Pastikan air benar-benar mengalir keluar dari pot setelah dibersihkan, bukan hanya berpindah ke sisi lain media tanam yang masih lembap dan padat di dasar pot.
Untuk lahan terbuka, ratakan permukaan tanah di sekitar batang portulaka agar air tidak berkumpul di satu titik. Permukaan yang sedikit miring membantu air mengalir menjauh dari akar menuju area yang lebih rendah di sekitar lahan tanam tersebut setiap kali hujan reda.
Advertisement
Pangkas Bagian yang Mulai Membusuk
Periksa batang dan daun portulaka setelah hujan deras untuk menemukan bagian yang berubah warna atau terasa lembek saat disentuh dengan jari. Bagian yang sudah membusuk perlu segera dipotong agar kondisinya tidak menyebar ke batang lain yang masih sehat dan kuat.
Gunakan gunting tanam yang bersih setiap kali memangkas, lalu bersihkan kembali alat tersebut sebelum dipakai pada tanaman lain. Langkah ini mencegah jamur penyebab busuk berpindah dari satu tanaman ke tanaman lainnya di sekitar pekarangan rumah secara cepat dan tidak terkendali.
Buang bagian yang dipangkas jauh dari area tanam, bukan dibiarkan menumpuk di sekitar pot. Sisa tanaman yang membusuk bisa menjadi sumber jamur baru bagi portulaka lain yang masih sehat di dekatnya, termasuk tanaman dalam pot yang letaknya saling berdekatan satu sama lain.
Advertisement
Beri Jarak Tanam yang Cukup
Portulaka yang ditanam terlalu rapat membuat sirkulasi udara di antara daun dan batang menjadi terbatas. Kondisi ini memperlambat penguapan air dan menjaga kelembapan tetap tinggi di sekitar pangkal batang setelah hujan turun membasahi seluruh bagian tanaman secara merata dan menyeluruh.
Beri jarak sekitar dua puluh sentimeter antartanaman saat menanam portulaka di pot maupun di lahan terbuka. Jarak ini memberi ruang bagi udara untuk bergerak bebas di sekitar daun dan batang tanaman, sehingga kelembapan tidak bertahan lama di permukaannya setelah hujan reda.
Jika portulaka sudah tumbuh rimbun dan saling bersentuhan, pangkas sebagian cabang untuk membuka kembali ruang di antara tanaman. Sirkulasi udara yang lancar mempercepat keringnya daun dan batang portulaka setelah diguyur hujan deras dalam waktu yang cukup lama dan terus-menerus sepanjang musim.
Advertisement
Pantau Tanda Busuk secara Rutin
Lakukan pengecekan rutin pada pangkal batang portulaka, karena bagian ini paling rentan membusuk lebih dulu dibanding bagian lain. Warna kehitaman atau tekstur lunak di pangkal batang jadi tanda awal yang perlu diwaspadai segera sebelum menyebar lebih jauh ke batang dan daun lainnya.
Kalau tanda busuk sudah terlihat, pisahkan portulaka dari tanaman lain untuk sementara waktu agar tidak saling bersentuhan. Pemisahan ini mencegah penyebaran jamur ke pot atau lahan tanam di sekitarnya, sekaligus memudahkan pemantauan harian pada tanaman yang sedang terdampak busuk akar tersebut setiap hari.
Untuk kasus yang lebih parah, potong bagian batang sehat yang masih tersisa dan tanam ulang sebagai stek baru. Cara ini membantu menyelamatkan portulaka sebelum seluruh tanaman mati akibat busuk akar yang terus meluas ke bagian lain tanaman yang masih sehat.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Cara Merawat Portulaka agar Tidak Busuk setelah Hujan Deras
Berapa lama portulaka bisa bertahan kalau terendam air hujan?
Portulaka umumnya masih bisa pulih kalau genangan air segera dibuang dalam hitungan jam setelah hujan reda. Genangan yang dibiarkan lebih dari sehari membuat akar kekurangan oksigen dan risiko busuk meningkat tajam dalam waktu singkat.
Apakah portulaka boleh dipupuk saat musim hujan?
Pemupukan sebaiknya dikurangi selama musim hujan karena tanaman sudah tumbuh cepat akibat pasokan air yang melimpah dari alam. Pupuk berlebihan di kondisi ini justru membebani akar yang sedang rentan terhadap busuk dan sulit menyerap nutrisi.
Apa ciri portulaka yang mulai terkena busuk akar?
Batang terasa lembek, warna pangkal berubah kehitaman, dan daun mudah rontok meski disentuh perlahan oleh tangan. Akar yang dicabut biasanya juga berwarna cokelat gelap dan mengeluarkan bau tidak sedap dari dalam media tanam.
Bisakah portulaka yang sudah busuk diselamatkan?
Bagian yang sudah membusuk tidak bisa dipulihkan, tetapi batang sehat yang tersisa masih bisa dipotong untuk dijadikan stek baru. Stek ini ditanam di media baru yang kering, bersih, dan porous agar tidak terkena busuk lagi.
Apakah portulaka cocok ditanam di daerah dengan curah hujan tinggi?
Portulaka tetap bisa tumbuh di daerah seperti itu asalkan drainase dan media tanamnya diperhatikan dengan baik sejak awal. Penanaman di pot dengan naungan sementara jadi pilihan yang lebih aman dibanding menanam langsung di lahan terbuka.