5 Cara Mencuci Ulekan Kayu agar Tidak Berjamur, Bikin Tetap Bersih dan Awet

Cara mencuci ulekan kayu agar tidak berjamur, hindari sabun cuci piring agar ulekan dapur awet dan higienis.

Selma Intania Hafidha
Oleh Selma Intania Hafidha - Reporter
5 Cara Mencuci Ulekan Kayu agar Tidak Berjamur, Bikin Tetap Bersih dan Awet
Cara Mencuci Ulekan Kayu agar Tidak Berjamur. (AI Generated)

Cara mencuci ulekan kayu agar tidak berjamur perlu diperhatikan karena alat ini sering digunakan untuk menghaluskan bumbu dan bahan makanan. Sisa bahan yang tertinggal serta kondisi lembap dapat membuat permukaannya kurang higienis.

Memahami cara mencuci ulekan kayu agar tidak berjamur penting karena material kayu memiliki pori-pori yang dapat menyerap air. Oleh karena itu, proses pembersihan perlu dilakukan dengan tepat dan dilanjutkan pengeringan hingga tuntas.

Menerapkan cara mencuci ulekan kayu agar tidak berjamur secara rutin dapat membantu menjaga kebersihan dan kondisi perkakas. Ulekan sebaiknya dibersihkan setelah digunakan dan dipastikan kering sebelum disimpan.

Berikut Liputan6.com merangkum dari Eddy White Woodworking tentang cara mencuci ulekan kayu agar tidak berjamur, Jumat (25/9/2026).

1. Bilas dengan Air Hangat

5 Cara Mencuci Ulekan Kayu agar Tidak Berjamur, Bikin Tetap Bersih dan Awet
Cara Mencuci Ulekan Kayu agar Tidak Berjamur. (AI Generated)

Setelah digunakan, bilas ulekan kayu menggunakan air hangat untuk menghilangkan sisa bumbu atau bahan makanan yang menempel. Material kayu memiliki pori-pori sehingga perawatannya perlu dilakukan dengan lebih hati-hati.

Mengutip panduan How to Season and Care for a Wooden Pestle and Mortar, ulekan kayu sebaiknya tidak dicuci menggunakan sabun pencuci piring karena cairan dapat terserap ke dalam serat kayu dan berpotensi memengaruhi bahan yang ditumbuk berikutnya.

2. Gosok Sisa Bahan dengan Sikat

5 Cara Mencuci Ulekan Kayu agar Tidak Berjamur, Bikin Tetap Bersih dan Awet
Cara Mencuci Ulekan Kayu agar Tidak Berjamur. (AI Generated)

Jika masih terdapat residu pada permukaan ulekan, gunakan sikat untuk membersihkannya. Gosok bagian yang kotor secara perlahan hingga sisa bahan terangkat, kemudian bilas kembali menggunakan air hangat. Setelah bersih, lap permukaan cobek dan ulekan dengan kain bersih untuk mengurangi air yang tertinggal.

3. Gunakan Beras Kering untuk Menghilangkan Aroma

5 Cara Mencuci Ulekan Kayu agar Tidak Berjamur, Bikin Tetap Bersih dan Awet
Cara Mencuci Ulekan Kayu agar Tidak Berjamur. (AI Generated)

Beras putih kering dapat digunakan sebagai cara tambahan untuk membersihkan aroma yang masih tertinggal, terutama setelah ulekan dipakai untuk menghaluskan bawang putih atau cabai. Masukkan sedikit beras, lalu tumbuk dengan gerakan memutar dan tekanan yang cukup agar beras membantu menyerap minyak yang membawa aroma tersebut.

Setelah beras digunakan, buang dan ganti dengan beras baru jika aroma atau sisa bahan masih terasa. Ulangi hingga hasil tumbukan terlihat lebih bersih, kemudian lap kembali permukaan ulekan sebelum digunakan atau disimpan.

4. Keringkan Sebelum Disimpan

5 Cara Mencuci Ulekan Kayu agar Tidak Berjamur, Bikin Tetap Bersih dan Awet
Cara Mencuci Ulekan Kayu agar Tidak Berjamur. (AI Generated)

Setelah proses pencucian selesai, ulekan kayu perlu dilap hingga kering sebelum disimpan. Jangan langsung meletakkannya di tempat penyimpanan ketika permukaannya masih basah atau lembap karena material kayu dapat menyerap air.

Pastikan seluruh bagian ulekan, termasuk permukaan dalam cobek dan bagian yang sulit dijangkau, sudah tidak menyisakan air. Membiasakan alat kering sepenuhnya setelah dibersihkan membantu menjaga kondisi kayu dan mengurangi kelembapan yang tertahan selama penyimpanan.

5. Oleskan Minyak yang Aman untuk Makanan

5 Cara Mencuci Ulekan Kayu agar Tidak Berjamur, Bikin Tetap Bersih dan Awet
Cara Mencuci Ulekan Kayu agar Tidak Berjamur. (AI Generated)

Perawatan tambahan dapat dilakukan dengan mengoleskan sedikit food-safe oil atau mineral oil secara berkala. Langkah ini terutama diperlukan ketika permukaan kayu mulai terlihat lebih pucat atau terasa kasar saat disentuh.

Oleskan minyak secara tipis dan merata pada permukaan kayu. Perawatan tersebut membantu menjaga material agar tidak mudah kering sekaligus mempertahankan permukaannya tetap halus. Penggunaan minyak dapat dilakukan sesekali, terutama ketika ulekan sering digunakan atau berada di lingkungan dapur yang hangat dan kering.

Pernyataan Seputar Cara Mencuci Ulekan Kayu agar Tidak Berjamur

Apakah ulekan kayu boleh dicuci menggunakan sabun?

Sebaiknya hindari sabun pencuci piring karena material kayu memiliki pori-pori yang dapat menyerap cairan. Ulekan cukup dibilas dengan air hangat dan dibersihkan menggunakan sikat.

Bagaimana cara membersihkan ulekan kayu setelah digunakan?

Bilas dengan air hangat, kemudian gosok sisa bumbu menggunakan sikat. Setelah bersih, lap seluruh permukaannya dan pastikan ulekan benar-benar kering sebelum disimpan.

Bagaimana menghilangkan bau bawang atau cabai dari ulekan kayu?

Gunakan sedikit beras putih kering, kemudian tumbuk dengan gerakan memutar. Beras dapat membantu menyerap minyak yang membawa aroma dari bahan makanan tersebut.

Apakah ulekan kayu harus dikeringkan setelah dicuci?

Ya. Ulekan sebaiknya dilap hingga kering dan tidak langsung disimpan dalam kondisi lembap. Langkah ini membantu menjaga kondisi material kayu dan mengurangi kelembapan yang tertahan.

Bolehkah ulekan kayu diberi minyak?

Boleh. Gunakan food-safe oil atau mineral oil secara tipis dan berkala, terutama ketika permukaan kayu mulai terlihat pucat atau terasa kasar. Perawatan ini membantu menjaga kayu tetap halus dan tidak mudah kering.

Rekomendasi