8 Ciri Telur Busuk dari Cangkangnya yang Sering Tidak Disadari

Kenali ciri telur busuk dari cangkangnya yang sering tidak disadari, membantu Anda membuat keputusan lebih aman sebelum mengolahnya.

Silvia Estefina Subitmele
8 Ciri Telur Busuk dari Cangkangnya yang Sering Tidak Disadari
Ciri Telur Busuk dari Cangkangnya yang Sering Tidak Disadari (AI Generated)

Telur menjadi bahan makanan populer di berbagai rumah tangga berkat pengolahannya praktis dan penggunaannya luas. Bahan pangan ini dapat diolah menjadi telur dadar, telur rebus, campuran kue, hingga berbagai hidangan lainnya. Sebelum memasak, penting mengenali ciri telur busuk dari cangkangnya yang sering tidak disadari agar kualitas bahan tetap terjaga.

Kondisi telur tidak selalu mudah dinilai hanya melalui tanggal pembelian. Lama penyimpanan, suhu lingkungan, kelembapan, maupun kondisi tempat penyimpanan bisa memengaruhi kualitasnya. Beberapa perubahan pada permukaan telur bahkan tampak samar, sehingga ciri telur busuk dari cangkangnya yang sering tidak disadari perlu diketahui sejak awal.

Cangkang berfungsi sebagai lapisan pelindung isi telur dari pengaruh lingkungan luar. Retakan, bercak aneh, permukaan berlendir, atau pertumbuhan jamur menjadi tanda perlu perhatian lebih. Mengenali ciri telur busuk dari cangkangnya yang sering tidak disadari membantu konsumen melakukan pemeriksaan sebelum telur masuk ke proses memasak.

Berikut ulasan lengkap yang Merdeka.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (18/9/2026).

1. Cangkang Terasa Berlendir atau Licin

Jangan Sampai Salah! Begini Cara Membedakan Telur Segar dan Busuk Tanpa Dibuka - 4
menggunakan teknik candling/copyright freepik.com/4045

Salah satu ciri telur busuk dari cangkangnya dapat dikenali melalui perubahan tekstur pada bagian luar. Telur segar umumnya mempunyai permukaan cangkang relatif kering, bersih, dan tidak terasa lengket saat disentuh. Perubahan tekstur secara tiba-tiba patut diperhatikan, terutama jika telur sudah cukup lama disimpan.

Jika permukaan telur terasa sangat licin, lengket, lembap, atau memiliki lapisan berlendir, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya perubahan pada kualitas telur. Lapisan tersebut bisa berkaitan pada pertumbuhan mikroorganisme di permukaan cangkang atau kondisi penyimpanan kurang higienis. Telur dalam kondisi seperti ini sebaiknya tidak langsung dicampurkan bersama bahan makanan lain.

Sebelum memegang telur, pastikan tangan dalam keadaan bersih. Jika menemukan telur berlendir atau memiliki kondisi permukaan tidak wajar, segera pisahkan dari telur lain. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko kontaminasi pada bahan makanan maupun area penyimpanan di sekitarnya.

2. Muncul Bercak atau Perubahan Warna pada Cangkang

Perubahan warna pada cangkang juga dapat menjadi salah satu petunjuk adanya masalah pada kondisi telur. Perhatikan secara teliti apakah muncul bercak baru, noda dengan warna tidak biasa, atau bagian permukaan tampak berbeda dari kondisi sebelumnya. Bercak tersebut perlu diperhatikan lebih serius jika muncul bersama perubahan tekstur.

Meski begitu, tidak semua perubahan warna otomatis menunjukkan telur busuk. Warna alami cangkang memang dapat berbeda berdasarkan jenis ayam, ras, dan proses pembentukan telur. Beberapa telur juga memiliki pola atau bintik alami pada permukaannya. Oleh sebab itu, perubahan warna sebaiknya dinilai bersama tanda lain.

Jika terdapat bercak mencurigakan disertai permukaan berlendir, bau tidak sedap, jamur, atau kerusakan cangkang, lebih baik jangan menggunakan telur tersebut. Pisahkan telur dari bahan pangan lain agar kondisi mencurigakan tidak menimbulkan risiko kontaminasi.

3. Cangkang Terlihat Retak atau Rusak

Ciri Telur Busuk dari Cangkangnya yang Sering Tidak Disadari (AI Generated)
Ciri Telur Busuk dari Cangkangnya yang Sering Tidak Disadari (AI Generated)

Telur memiliki cangkang sebagai salah satu lapisan pelindung isi dari lingkungan luar. Ketika cangkang mengalami retakan, perlindungan tersebut menjadi berkurang dan peluang masuknya kotoran maupun mikroorganisme dapat meningkat. Retakan juga dapat terjadi akibat benturan saat pengangkutan atau penyimpanan.

Retakan kecil terkadang sulit terlihat, terutama jika berada di bagian bawah telur atau tertutup noda. Karena itu, periksa seluruh permukaan telur sebelum disimpan maupun digunakan. Putar telur secara perlahan agar bagian cangkang dapat terlihat lebih jelas tanpa memberikan tekanan berlebihan.

Telur retak tidak selalu berarti sudah busuk. Akan tetapi, telur bercangkang retak memerlukan perhatian lebih terhadap kondisi penyimpanan dan lamanya kerusakan terjadi. Jika terdapat keraguan, terutama saat retakan disertai lendir, bau, atau perubahan warna, sebaiknya telur tidak digunakan.

4. Ada Jamur pada Permukaan Cangkang

Munculnya pertumbuhan seperti jamur pada permukaan telur merupakan kondisi tidak normal dan perlu diperhatikan. Jamur dapat terlihat berupa bercak, lapisan berbulu, atau perubahan warna pada bagian tertentu dari cangkang. Bentuknya dapat berbeda bergantung pada jenis mikroorganisme dan kondisi lingkungan tempat telur disimpan.

Kondisi lembap dan penyimpanan kurang higienis dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme pada permukaan bahan makanan. Jika cangkang menunjukkan pertumbuhan jamur, sebaiknya telur tersebut tidak digunakan. Jangan menganggap bagian dalam telur pasti aman hanya berdasarkan kondisi isi saat telur belum dipecahkan.

Hindari mencuci telur berjamur lalu menggunakannya seperti biasa. Tindakan tersebut tidak menjamin telur menjadi aman untuk dikonsumsi. Lebih baik pisahkan telur tersebut dari bahan makanan lain dan bersihkan area penyimpanan apabila terdapat kemungkinan permukaan lain ikut terkena kontaminasi.

5. Cangkang Terasa Sangat Kotor dan Basah

Wadah Telur Bekas Bisa Buat Apa? 9 Ide Kreatif Daur Ulangnya
Ilustrasi Wadah Telur. (Foto: Nik/Unsplash)

Kotoran pada permukaan telur memang tidak selalu berarti bagian dalamnya sudah rusak. Telur dapat memiliki noda dari proses produksi atau lingkungan asalnya. Akan tetapi, cangkang sangat kotor, basah, dan disimpan pada tempat kurang higienis perlu mendapat perhatian lebih, terutama jika terdapat perubahan tekstur.

Kelembapan pada permukaan cangkang dapat memengaruhi kondisi lapisan pelindung telur. Jika telur sudah lama disimpan lalu permukaannya berubah menjadi licin, lembap, atau berlendir, lakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum digunakan. Kondisi penyimpanan juga perlu diperiksa untuk mengetahui sumber kelembapan.

Untuk penyimpanan, simpan telur pada tempat bersih sesuai petunjuk pada kemasan. Hindari meletakkan telur di area mudah terkena cipratan air, bahan mentah lain, atau kotoran. Penataan tempat penyimpanan secara higienis membantu menjaga kualitas telur selama masa penyimpanan.

6. Tercium Bau Tidak Sedap dari Telur

Bau menjadi salah satu cara paling mudah untuk mengenali telur telah mengalami kerusakan, terutama setelah telur dipecahkan. Telur busuk dapat menghasilkan aroma sangat menyengat dan tidak biasa akibat proses pembusukan. Bau tersebut umumnya berbeda jauh dari aroma telur segar.

Jika telur mengeluarkan bau busuk setelah dipecahkan, jangan mencicipinya untuk memastikan kondisi. Segera buang telur tersebut dan bersihkan wadah, tangan, maupun permukaan dapur yang terkena cairannya. Gunakan peralatan bersih agar tidak terjadi perpindahan kontaminan ke makanan lain.

Perlu diketahui, ciri telur busuk dari cangkangnya tidak selalu disertai aroma menyengat sebelum telur dibuka. Beberapa kondisi kerusakan baru dapat diketahui setelah isi telur terlihat dan tercium. Oleh sebab itu, pemeriksaan visual pada cangkang hanya menjadi langkah awal dan belum cukup untuk memastikan kualitas bagian dalam.

7. Cangkang Terasa Tidak Normal Saat Dipegang

Ilustrasi telur ayam
Ilustrasi telur ayam. (Photo by Louis Hansel on Unsplash)

Selain memperhatikan tampilan permukaan, sensasi saat telur dipegang juga dapat menjadi petunjuk tambahan. Cangkang telur dalam kondisi baik umumnya terasa kokoh, kering, dan tidak memiliki lapisan aneh pada permukaannya. Perubahan tekstur secara mencolok dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Jika telur terasa sangat licin, lengket, terlalu lembap, atau permukaannya menunjukkan perubahan mencolok, sebaiknya jangan langsung digunakan. Periksa kondisi telur secara menyeluruh, termasuk kemungkinan retakan, bercak, jamur, maupun tanda kerusakan lainnya. Bandingkan pula kondisinya bersama telur lain dari penyimpanan sama.

Hindari menekan cangkang terlalu kuat saat melakukan pemeriksaan. Tekanan berlebihan dapat menyebabkan telur retak dan meningkatkan risiko cairan keluar. Jika kondisi fisik telur membuat Anda ragu terhadap kualitasnya, lebih baik pisahkan terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan untuk mengolahnya.

8. Telur Mengeluarkan Cairan dari Cangkang

Cairan keluar melalui retakan atau bagian cangkang rusak menunjukkan adanya kerusakan fisik pada telur. Kondisi ini perlu diperhatikan, terutama jika cairan memiliki warna atau aroma tidak biasa. Telur juga sebaiknya segera dipisahkan apabila cairan mengenai telur lain atau permukaan tempat penyimpanan.

Jika cairan tersebut disertai bau menyengat, perubahan warna, atau permukaan cangkang berlendir, telur sebaiknya dibuang. Jangan mencoba memecahkan atau mencicipi isi telur untuk memastikan tingkat kerusakannya. Buang telur secara hati-hati lalu bersihkan permukaan benda yang terkena cairan.

Jangan mencoba menutup retakan lalu menyimpan telur untuk digunakan kemudian. Kerusakan pada cangkang dapat meningkatkan peluang kontaminasi dan membuat kualitas telur sulit dipastikan. Telur bercangkang rusak juga sebaiknya tidak diletakkan berdekatan pada bahan makanan siap santap.

Cara Menyimpan Telur agar Tidak Cepat Rusak

Jangan Sampai Salah! Begini Cara Membedakan Telur Segar dan Busuk Tanpa Dibuka - 2
Perbedaan warna cangkang telur/copyright freepik.com/freepik

Penyimpanan telur secara tepat dapat membantu mempertahankan kualitas dan kesegarannya lebih lama. Suhu, kelembapan, kebersihan tempat penyimpanan, dan kondisi cangkang perlu diperhatikan sejak telur dibeli hingga siap diolah. Berikut beberapa cara menyimpan telur agar tidak cepat rusak:

  • Setiap produk telur dapat memiliki petunjuk penyimpanan berbeda. Periksa informasi pada kemasan sebelum menyimpan telur. Jika produk mengharuskan penyimpanan dalam lemari pendingin, pertahankan kondisi dingin secara konsisten.
  • Telur sebaiknya tidak terlalu sering berpindah dari kondisi dingin ke suhu ruang lalu kembali masuk kulkas. Perubahan suhu berulang dapat menyebabkan terbentuknya kondensasi pada permukaan cangkang. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kelembapan pada bagian luar telur.
  • Pastikan area penyimpanan telur bebas dari tumpahan makanan, kotoran, maupun cairan bahan mentah. Kebersihan tempat penyimpanan penting untuk mengurangi risiko kontaminasi pada cangkang.
  • Telur retak sebaiknya dipisahkan dari telur lain. Cangkang memiliki fungsi sebagai pelindung isi telur, sehingga kerusakan pada permukaannya dapat meningkatkan peluang masuknya kontaminan.
  • Cangkang telur memiliki pori-pori kecil sehingga telur sebaiknya tidak ditempatkan terlalu dekat bersama makanan beraroma sangat kuat. Gunakan wadah atau area penyimpanan terpisah agar kualitas telur tetap terjaga.
  • Terapkan prinsip first in, first out, yaitu menggunakan telur lebih lama terlebih dahulu. Cara ini membantu mencegah telur tertinggal terlalu lama di tempat penyimpanan.
  • Sebelum memasak, perhatikan kondisi cangkang dan pastikan tidak terdapat retakan, lendir, jamur, atau perubahan mencolok. Setelah dipecahkan, periksa aroma dan penampilan isinya sebelum dicampurkan ke bahan makanan lain.

 

Pertanyaan Seputar Ciri Telur Busuk dari Cangkangnya yang Sering Tidak Disadari

Apa ciri telur busuk dari cangkangnya yang paling mudah dikenali?

Permukaan telur dapat menjadi petunjuk awal. Cangkang berlendir, terasa sangat licin, memiliki bercak tidak biasa, retak, atau menunjukkan pertumbuhan seperti jamur patut dicurigai. Kondisi tersebut perlu diperiksa bersama tanda lain sebelum telur digunakan.

Apakah telur busuk selalu memiliki cangkang berwarna berbeda?

Tidak. Perubahan warna pada cangkang bukan indikator mutlak telur sudah busuk. Beberapa telur memang memiliki warna alami berbeda akibat jenis ayam atau kondisi pembentukan cangkang. Perubahan mencolok disertai lendir, bau, atau bercak aneh lebih layak mendapat perhatian.

Bagaimana tekstur cangkang telur busuk saat disentuh?

Telur dalam kondisi tidak baik dapat terasa licin, lengket, atau berlendir pada permukaannya. Tekstur tersebut berbeda dari cangkang telur biasa, biasanya terasa kering dan relatif bersih. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan secara higienis untuk menghindari kontaminasi silang.

Apakah telur berlendir pasti sudah busuk?

Permukaan berlendir merupakan tanda tidak normal, tetapi kondisi tersebut perlu dilihat dari keseluruhan keadaan telur. Jika lendir disertai bau tidak sedap, perubahan warna, atau kerusakan cangkang, sebaiknya telur tidak digunakan.

Rekomendasi