7 Tanaman Penutup Tanah Selain Rumput Gajah Mini yang Minim Perawatan dan Tetap Cantik Sepanjang Tahun

Temukan 7 tanaman penutup tanah selain rumput gajah mini yang minim perawatan, tahan panas, dan membuat halaman rumah tetap hijau sepanjang tahun.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
7 Tanaman Penutup Tanah Selain Rumput Gajah Mini yang Minim Perawatan dan Tetap Cantik Sepanjang Tahun
Ilustrasi Pilar Berbatu Alam dan Tanaman Rambat. Foto: AI Generated

Memiliki halaman rumah yang hijau dan rapi menjadi impian banyak orang. Selama ini, rumput gajah mini sering menjadi pilihan utama sebagai tanaman penutup tanah karena tampilannya yang menarik dan mudah dipadukan dengan berbagai konsep taman. Namun, rumput ini tetap membutuhkan perawatan rutin seperti penyiraman, pemangkasan, dan penyiangan agar kondisinya tetap sehat serta tidak mudah ditumbuhi gulma. Bagi sebagian pemilik rumah, kebutuhan perawatan tersebut terkadang terasa cukup menyita waktu.

Kabar baiknya, ada banyak tanaman penutup tanah selain rumput gajah mini yang tak kalah cantik dan bahkan lebih minim perawatan. Beberapa di antaranya memiliki pertumbuhan yang cepat, mampu menutupi permukaan tanah dengan rapat, tahan terhadap cuaca panas, serta tidak memerlukan pemangkasan sesering rumput. Selain mempercantik taman, tanaman penutup tanah juga membantu menjaga kelembapan tanah, mengurangi erosi, menekan pertumbuhan gulma, dan menciptakan suasana halaman yang lebih sejuk.

Jika Anda sedang mencari alternatif yang praktis sekaligus estetik, ada beragam jenis tanaman yang layak dipertimbangkan. Mulai dari tanaman berbunga yang menghadirkan semburat warna, tanaman berdaun hijau yang rimbun, hingga jenis yang tahan diinjak ringan, semuanya dapat disesuaikan dengan konsep taman dan kondisi lingkungan rumah. Lantas apa saja tanaman penutup tanah selain rumput gajah mini yang minim perawatan dan tetap cantik sepanjang tahun? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (6/8/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Lili Paris (Chlorophytum comosum)

Lili Paris. Foto: blogs.reading.ac.uk
Lili Paris. Foto: blogs.reading.ac.uk

Lili Paris merupakan salah satu tanaman hias yang juga dapat dimanfaatkan sebagai penutup tanah karena memiliki pertumbuhan yang cukup cepat dan membentuk rumpun yang rimbun. Tanaman ini memiliki daun memanjang dengan perpaduan warna hijau dan putih yang memberikan kesan segar pada taman. Selain tampil menarik, Lili Paris mampu tumbuh dengan baik di area yang mendapat sinar matahari tidak langsung maupun tempat yang sedikit teduh, sehingga sangat fleksibel untuk berbagai jenis halaman rumah.

Salah satu keunggulan Lili Paris adalah kebutuhan perawatannya yang sangat rendah. Tanaman ini tidak memerlukan penyiraman setiap hari, terutama jika sudah tumbuh dengan baik dan akarnya kuat. Cukup lakukan penyiraman saat media tanam mulai mengering serta berikan pupuk organik atau kompos beberapa bulan sekali agar pertumbuhannya tetap optimal. Pemangkasan juga hanya diperlukan untuk menghilangkan daun yang menguning atau rusak sehingga tampilannya tetap rapi.

Selain mempercantik taman, Lili Paris dikenal mampu membantu meningkatkan kualitas udara di sekitarnya karena termasuk tanaman yang efektif menyerap beberapa polutan. Jika ditanam secara berkelompok, tanaman ini akan membentuk hamparan hijau yang padat sehingga mampu mengurangi pertumbuhan gulma sekaligus menjaga kelembapan tanah. Dengan tampilannya yang elegan dan perawatan yang sederhana, Lili Paris menjadi alternatif menarik selain rumput gajah mini.

2. Kacang Hias (Arachis pintoi)

Kacang Hias (Arachis pintoi)/ AI Generated
Kacang Hias (Arachis pintoi)/ AI Generated

Kacang hias atau Arachis pintoi semakin populer sebagai tanaman penutup tanah karena mampu membentuk hamparan hijau yang rapat dengan tambahan bunga-bunga kecil berwarna kuning cerah. Berbeda dengan rumput biasa, tanaman ini memberikan sentuhan warna yang lebih hidup sehingga taman terlihat lebih menarik sepanjang tahun. Pertumbuhannya yang menjalar juga membuat permukaan tanah cepat tertutup tanpa harus menanam dalam jumlah yang sangat banyak.

Tanaman ini terkenal tahan terhadap cuaca panas dan cukup adaptif terhadap berbagai jenis tanah selama memiliki drainase yang baik. Setelah tumbuh stabil, kacang hias relatif tahan terhadap kekeringan sehingga tidak memerlukan penyiraman terlalu sering. Selain itu, frekuensi pemangkasannya juga jauh lebih sedikit dibandingkan rumput gajah mini karena pertumbuhannya cenderung membentuk hamparan yang rapi.

Keunggulan lain dari Arachis pintoi adalah kemampuannya mengikat nitrogen dari udara melalui akarnya. Hal tersebut membantu meningkatkan kesuburan tanah secara alami sehingga tanaman lain di sekitarnya juga dapat tumbuh lebih baik. Kombinasi antara keindahan bunga, kemampuan menutup tanah, dan manfaat ekologis membuat kacang hias menjadi pilihan ideal untuk taman rumah minimalis maupun taman bergaya tropis.

3. Wedelia (Sphagneticola trilobata)

Ilustrasi Tanaman Wedelia/Gemini AI
Ilustrasi Tanaman Wedelia/Gemini AI

Wedelia merupakan tanaman penutup tanah yang sangat mudah dikenali berkat bunganya yang berwarna kuning cerah menyerupai bunga matahari dalam ukuran mini. Tanaman ini memiliki pertumbuhan yang sangat cepat dan mampu menyebar membentuk hamparan hijau dalam waktu relatif singkat. Oleh karena itu, Wedelia sering dimanfaatkan untuk menutupi area kosong di taman, lereng, hingga ruang terbuka hijau.

Tanaman ini mampu tumbuh dengan baik di bawah sinar matahari penuh maupun area yang sedikit teduh. Setelah beradaptasi, Wedelia hanya membutuhkan penyiraman secukupnya dan tidak memerlukan pemupukan intensif. Agar pertumbuhannya tetap terkendali, lakukan pemangkasan ringan secara berkala, terutama jika tanaman mulai merambat ke area yang tidak diinginkan.

Selain mempercantik halaman dengan bunga-bunganya yang bermekaran hampir sepanjang tahun, Wedelia juga efektif mengurangi erosi karena akarnya mampu mengikat tanah dengan baik. Hamparan daunnya yang rapat membantu menekan pertumbuhan gulma sehingga perawatan taman menjadi lebih mudah. Dengan kombinasi keindahan dan daya tahan yang tinggi, Wedelia menjadi salah satu alternatif terbaik selain rumput gajah mini.

4. Rumput Mondo (Ophiopogon japonicus)

Rumput Mondo
Rumput Mondo. (Gemini AI)

Rumput mondo merupakan tanaman penutup tanah yang banyak digunakan pada taman bergaya Jepang maupun taman minimalis modern. Meski namanya mengandung kata "rumput", tanaman ini sebenarnya memiliki karakter yang berbeda dari rumput taman pada umumnya. Daunnya berbentuk ramping, berwarna hijau tua mengilap, dan tumbuh membentuk rumpun yang rapi sehingga memberikan kesan elegan pada lanskap. Karena tampilannya yang tertata, rumput mondo sering dimanfaatkan sebagai pembatas jalur setapak, pengisi sela batu pijakan, maupun penutup tanah di bawah pepohonan.

Salah satu alasan rumput mondo digemari adalah karena pertumbuhannya relatif lambat sehingga tidak memerlukan pemangkasan sesering rumput gajah mini. Tanaman ini juga mampu tumbuh dengan baik di area yang teduh maupun terkena sinar matahari pagi. Penyiramannya cukup dilakukan secara teratur pada masa awal tanam, sedangkan setelah akar berkembang kuat, rumput mondo mampu bertahan dengan penyiraman yang lebih jarang. Pemupukan ringan menggunakan kompos atau pupuk organik beberapa kali dalam setahun sudah cukup untuk menjaga pertumbuhannya.

Selain mudah dirawat, rumput mondo mampu menciptakan tampilan taman yang bersih, rapi, dan berkelas sepanjang tahun. Daunnya tetap hijau meskipun musim berganti, sehingga halaman rumah selalu terlihat segar. Tanaman ini juga efektif menekan pertumbuhan gulma karena rumpunnya tumbuh rapat dan menutupi permukaan tanah dengan baik.

5. Sirih Gading Mini (Epipremnum aureum)

Sirih Gading Mini (Epipremnum aureum)/ AI Generated
Sirih Gading Mini (Epipremnum aureum)/ AI Generated

Sirih gading umumnya dikenal sebagai tanaman rambat untuk pot atau dinding, tetapi beberapa varietas berukuran kecil juga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman penutup tanah. Daunnya yang berbentuk hati dengan corak hijau kekuningan mampu memberikan tampilan taman yang lebih hidup dan berwarna. Ketika dibiarkan menjalar di atas permukaan tanah, tanaman ini membentuk hamparan yang lebat dan terlihat alami.

Sirih gading termasuk tanaman yang sangat adaptif. Tanaman ini dapat tumbuh baik di area teduh, bawah naungan pohon, maupun lokasi yang hanya memperoleh sinar matahari tidak langsung. Perawatannya juga sangat sederhana karena hanya membutuhkan penyiraman saat media mulai mengering dan pemangkasan ringan apabila pertumbuhannya mulai terlalu panjang. Selain itu, tanaman ini relatif tahan terhadap berbagai kondisi cuaca sehingga cocok bagi pemilik rumah yang tidak memiliki banyak waktu untuk berkebun.

Hamparan sirih gading mampu menciptakan suasana taman yang sejuk sekaligus membantu menjaga kelembapan tanah. Warna daunnya yang kontras juga memberikan aksen menarik di antara batu alam, jalur setapak, maupun tanaman hias lainnya. Dengan kombinasi keindahan dan kemudahan perawatan, sirih gading mini menjadi alternatif menarik selain rumput gajah mini.

6. Baby Sun Rose (Aptenia cordifolia)

Tanaman Baby Sun Rose (Gemini AI)
Tanaman Baby Sun Rose (Gemini AI)

Baby Sun Rose merupakan tanaman sukulen menjalar yang banyak dipilih sebagai penutup tanah karena memiliki daun kecil berdaging dan bunga mungil berwarna merah muda hingga ungu. Tanaman ini mampu membentuk hamparan hijau yang padat dengan sentuhan warna cerah saat berbunga, sehingga taman terlihat lebih hidup tanpa memerlukan banyak jenis tanaman tambahan.

Sebagai tanaman sukulen, Baby Sun Rose memiliki kemampuan menyimpan cadangan air di dalam daunnya. Hal ini membuatnya sangat tahan terhadap cuaca panas dan kekeringan. Penyiraman tidak perlu dilakukan terlalu sering, bahkan tanaman ini lebih menyukai media tanam yang tidak terlalu basah. Selain itu, pemupukan cukup diberikan beberapa kali dalam setahun menggunakan pupuk organik agar pertumbuhannya tetap subur.

Baby Sun Rose sangat cocok ditanam di taman bergaya minimalis, taman batu (rock garden), maupun area yang mendapatkan sinar matahari penuh. Selain menghasilkan hamparan yang rapi, tanaman ini juga mampu mengurangi pertumbuhan gulma dan membantu menjaga struktur tanah. Kombinasi antara ketahanan terhadap panas, bunga yang cantik, dan kebutuhan perawatan yang rendah membuatnya menjadi salah satu pilihan terbaik untuk penutup tanah di iklim tropis.

7. Creeping Jenny (Lysimachia nummularia)

Creeping Jenny (Lysimachia nummularia)
Creeping Jenny (Lysimachia nummularia)/ Tanaman yang Aman Ditanam di Tepi Kolam Ikan Hias (Sumber: gemini.com)

Creeping Jenny merupakan tanaman penutup tanah yang dikenal karena pertumbuhannya yang menjalar dengan cepat dan membentuk hamparan daun kecil berbentuk bulat. Warna daunnya yang hijau cerah, bahkan cenderung keemasan pada beberapa kultivar, mampu memberikan kontras yang indah di taman. Tanaman ini sering dimanfaatkan untuk mengisi sela-sela batu pijakan, tepi kolam, atau sebagai penutup tanah di area taman minimalis karena tampilannya yang rapi dan menyegarkan.

Tanaman ini tumbuh optimal pada tanah yang gembur dengan drainase baik serta penyiraman yang teratur, terutama pada masa awal penanaman. Setelah beradaptasi, Creeping Jenny relatif mudah dirawat dan hanya memerlukan pemangkasan ringan apabila mulai menyebar ke area yang tidak diinginkan. Di daerah beriklim tropis seperti Indonesia, tanaman ini akan tumbuh lebih baik jika memperoleh sinar matahari pagi atau berada di lokasi yang mendapat naungan ringan pada siang hari.

Selain memiliki nilai estetika tinggi, Creeping Jenny juga membantu menjaga kelembapan tanah dan mengurangi pertumbuhan gulma karena daunnya menutupi permukaan tanah dengan rapat. Hamparannya yang hijau cerah membuat taman terlihat lebih hidup sepanjang tahun tanpa membutuhkan perawatan yang rumit. Oleh karena itu, tanaman ini menjadi salah satu alternatif menarik bagi pemilik rumah yang menginginkan halaman cantik dengan perawatan yang minim.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Tanaman Penutup Tanah Selain Rumput Gajah Mini yang Minim Perawatan

1. Mengapa memilih tanaman penutup tanah selain rumput gajah mini?

Beberapa tanaman penutup tanah memiliki kebutuhan perawatan yang lebih rendah dibandingkan rumput gajah mini. Selain tidak perlu sering dipangkas, banyak jenis tanaman ini juga lebih tahan terhadap cuaca panas, mampu menekan pertumbuhan gulma, dan tetap terlihat menarik sepanjang tahun.

2. Tanaman penutup tanah apa yang paling mudah dirawat?

Lili Paris, kacang hias (Arachis pintoi), Wedelia, rumput mondo, dan Baby Sun Rose termasuk tanaman yang terkenal mudah dirawat. Setelah tumbuh mapan, tanaman-tanaman tersebut hanya memerlukan penyiraman secukupnya serta pemupukan ringan secara berkala.

3. Apakah tanaman penutup tanah bisa menggantikan rumput di halaman rumah?

Ya. Banyak tanaman penutup tanah mampu membentuk hamparan yang rapat sehingga dapat menggantikan fungsi rumput sebagai penutup permukaan tanah. Namun, perlu disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya apakah area tersebut sering diinjak atau hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif taman.

4. Apakah semua tanaman penutup tanah tahan terhadap sinar matahari penuh?

Tidak. Beberapa jenis seperti Baby Sun Rose dan Wedelia menyukai sinar matahari penuh, sedangkan Lili Paris, rumput mondo, dan sirih gading lebih cocok di area yang teduh atau hanya mendapat sinar matahari sebagian. Oleh karena itu, pilih tanaman sesuai kondisi lingkungan di halaman rumah.

5. Apa manfaat menggunakan tanaman penutup tanah di taman?

Selain mempercantik tampilan taman, tanaman penutup tanah membantu menjaga kelembapan tanah, mengurangi erosi, menekan pertumbuhan gulma, mengurangi debu, serta menciptakan suasana halaman yang lebih sejuk dan alami. Dengan memilih jenis yang tepat, Anda juga dapat menghemat waktu dan biaya perawatan taman dalam jangka panjang.

Rekomendasi