Nasib Buruk Para Noni Belanda di Indonesia Zaman Jepang, Sungguh Mengenaskan Banyak Dijadikan Wanita Penghibur

Kisah sedih para tahanan wanita asal Belanda usai tentara Jepang berhasil menguasai Nusantara.

Khulafa Pinta Winastya
Oleh Khulafa Pinta Winastya - Reporter
Nasib Buruk Para Noni Belanda di Indonesia Zaman Jepang, Sungguh Mengenaskan Banyak Dijadikan Wanita Penghibur
Nasib Buruk Para Noni Belanda di Indonesia Zaman Jepang, Sungguh Mengenaskan Banyak Dijadikan Wanita Penghibur (Merdeka.com)

Kisah sedih tahanan wanita asal Belanda usai tentara Jepang berhasil menguasai Nusantara.

Setelah Jepang resmi menduduki Indonesia, orang Belanda kemudian berubah menjadi tahanan politik.

Mereka dimasukan ke kamp-kamp tahanan dan hidup dengan sangat memprihatikan. Baik laki-laki maupun perempuan semuanya dipaksa melakukan pekerjaan kasar.

Bahkan, banyak sekali wanita Belanda yang dipaksa untuk menjari pelacur dan mendapat siksaan seksual dari para tentara Jepang. Simak ulasannya:

Kisah Sedih Wanita Belanda di Indonesi

Kisah Sedih Wanita Belanda di Indonesi
Dok. Istimewa

Pada 12 Januari 1942, Jepang secara resmi berhasil masuk ke Hindia-Belanda.

Sejak saat itu, Jepang perlahan mulai merebut sebagaian besar daerah jajahan Belanda di Nusantara.

Setelah berhasil berkuasa, Jepang kemudian mendirikan kamp-kamp tahanan dan menyandera orang-orang Belanda.

Setelah berhasil berkuasa, Jepang kemudian mendirikan kamp-kamp tahanan dan menyandera orang-orang Belanda. <br>
Dok. Istimewa

Hal tersebut seperti dilansir dari video di kanal Youtube Hendri Teja.

Hal tersebut seperti dilansir dari video di kanal Youtube Hendri Teja.
Dok. Istimewa

Jepang memberlakukan para tahanan mereka dengan sangat kejam.

Baik laki-laki hingga perempuan, semuanya dipaksa untuk melakukan pekerjaan kasar.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dalam video asli yang dibagikan, para perempuan dan anak-anak juga harus berbagi tempat tinggal yang sangat sempit di kamp.

"Semua penghuni kamp harus jadi bagian dari kelompok kerja. Bahkan perempuan hingga usia 60 tahun harus melakukan pekerjaan kasar," dikutip dari video Hendri Teja (2/2/2024).

Bagi tawanan yang melakukan pelanggaran, Jepang juga akan memberikan hukuman dan siksaan yang berat.

Bagi tawanan yang melakukan pelanggaran, Jepang juga akan memberikan hukuman dan siksaan yang berat.
Dok. Istimewa

Para Wanita Dijadikan Pelacur

Lebih miris lagi, tentara Jepang menjadikan banyak wanita Belanda sebagai pelacur.

Untuk memberikan kesan lebih sopan, Jepang mendirikan perkumpulan korps wanita penghibur yang diberi nama Jugun Ianfu.

Banyak sekali wanita-wanita Belanda disiksa dan dipaksa untuk melayani para tentara Jepang selama puluhan kali dalam sehari.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dalam video yang dibagikan, menunjukkan gambaran para anak-anak dan perempuan Belanda yang tinggal di Kamp Cideng, Penjara Glodok, dan Kamp Ambarawa.

Jepang Takluk

Setelah kurang lebih tiga tahun, para tahanan Belanda akhirnya dibebaskan bersamaan dengan takluknya Jepang pada Perang Dunia II.

Para tahanan kemudian diberi opsi untuk kembali ke Belanda atau tetap tinggal di Indonesia, setelah tentara Inggris mengambil alih kamp.

Nasib Buruk Para Noni Belanda di Indonesia Zaman Jepang, Sungguh Mengenaskan Banyak yang Dijadikan Wanita Penghibur

Rekomendasi