DPRD Sumsel Anggarkan Meja Biliar Rp486 Juta Bagi Pimpinan, Diklaim Buat Menunjang Aktivitas

Anggaran pembelian dua meja biliar itu tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) milik Sekretariat DPRD Sumatra Selatan.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
DPRD Sumsel Anggarkan Meja Biliar Rp486 Juta Bagi Pimpinan, Diklaim Buat Menunjang Aktivitas
Potret Kost Tempat Tinggal Nunung Usai Jual Rumah (Sumber: Tiktok/goizza_) (© 2025 Liputan6.com)

Rencana pengadaan dua meja biliar oleh DPRD Sumatra Selatan menuai perhatian publik. Anggaran yang disiapkan untuk pembelian fasilitas tersebut mencapai Rp486 juta dan disebut akan digunakan untuk menunjang aktivitas pimpinan dewan.

Anggaran pembelian dua meja biliar itu tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) milik Sekretariat DPRD Sumatra Selatan. Data tersebut juga muncul dalam sistem milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Dalam dokumen yang diperbarui pada 7 Maret 2026 pukul 01.47 WIB, rencana pengadaan tersebut telah dimasukkan ke dalam daftar rencana belanja pemerintah daerah.

Kepala Bagian Humas DPRD Sumsel, Hadiyanto, membenarkan adanya rencana pengeluaran anggaran untuk pembelian dua meja biliar bagi pimpinan DPRD Sumsel yang nantinya akan ditempatkan di rumah dinas masing-masing.

"Untuk kegiatan (pengadaan meja biliar) baru masuk di e-katalog LKPP," ungkap Kabag Humas DPRD Sumsel Hadiyanto, Senin (9/3).

Ditempatkan di Rumah Dinas Pimpinan

Hadiyanto menjelaskan, dua meja biliar tersebut diperuntukkan bagi Ketua DPRD Sumsel dan salah satu wakil ketua. Nilai anggaran untuk masing-masing meja juga berbeda.

Satu meja biliar dialokasikan untuk rumah dinas Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, dengan anggaran sebesar Rp151 juta. Sementara satu meja lainnya akan ditempatkan di rumah dinas Wakil Ketua III DPRD Sumsel, Ilyas Panji Alam, dengan nilai anggaran mencapai Rp335,9 juta.

Menurut Hadiyanto, fasilitas tersebut direncanakan sebagai sarana penunjang aktivitas para anggota dewan.

"Alat itu sebagai kebutuhan penunjang aktivitas para anggota dewan," kata Hadiyanto.

Realisasi Pengadaan Masih Menunggu Koordinasi

Meski telah masuk dalam sistem pengadaan, Hadiyanto menegaskan bahwa rencana pembelian dua meja biliar itu belum tentu langsung direalisasikan. Saat ini, prosesnya masih menunggu koordinasi lebih lanjut di internal sekretariat DPRD.

"Untuk pelaksanaan belum, nanti dikoordonasikan dengan Kabag Umum dulu," kata Hadiyanto.

Rekomendasi