Bulan Ramadan merupakan waktu yang dipenuhi dengan berkah, di mana setiap amal baik akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda dan setiap doa memiliki kemungkinan besar untuk diterima. Selain menahan lapar dan dahaga, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa pada waktu-waktu tertentu yang dikenal sebagai saat mustajab, yaitu saat-saat di mana doa tidak akan ditolak oleh Allah.
Beberapa hadis dan ayat Al-Qur'an menegaskan bahwa terdapat momen-momen spesial dalam bulan Ramadan yang merupakan waktu terbaik untuk berdoa. Dari sepertiga malam terakhir hingga menjelang waktu berbuka puasa, setiap Muslim diberikan kesempatan yang sangat besar untuk memohon rahmat, ampunan, dan rezeki yang melimpah.
Lantas, kapan saja waktu terbaik untuk berdoa di bulan Ramadan agar lebih mudah terkabul? Simak tujuh waktu mustajab berikut ini yang sayang jika dilewatkan, dirnagkum Merdeka.com, Rabu (12/3).
Advertisement
Sepertiga Malam Terakhir: Saat Allah Mengabulkan Doa Hamba-Nya
Menurut informasi yang disampaikan oleh ANTARA, waktu sepertiga malam terakhir merupakan saat yang sangat dianjurkan untuk berdoa, terutama selama bulan Ramadan. Pada waktu ini, Allah turun ke langit dunia dan mendengarkan serta mengabulkan setiap permohonan dari hamba-Nya.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Allah berfirman:
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ
"Siapa saja yang berdoa kepada-Ku akan Kukabulkan, siapa saja yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberi, siapa saja yang memohon ampunan dari-Ku akan Kuampuni." (HR. Bukhari dan Muslim).
Oleh karena itu, keistimewaan sepertiga malam terakhir sering dimanfaatkan untuk melaksanakan shalat tahajud. Ibadah ini merupakan waktu yang sangat ideal untuk memohon ampunan, meminta petunjuk, serta menyampaikan segala keinginan kepada Allah dengan penuh ketulusan dan harapan.
Advertisement
Sepanjang Hari saat Berpuasa: Doa yang Tidak Akan Ditolak
Bulan Ramadan merupakan waktu yang sangat istimewa di mana doa-doa memiliki kemungkinan yang tinggi untuk dikabulkan, terutama bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah SAW menyatakan:
ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Ada tiga golongan yang doanya tidak tertolak: (1) orang yang berpuasa hingga ia berbuka, (2) pemimpin yang adil, dan (3) doa orang yang dizalimi.” (HR. Tirmidzi).
Setiap Muslim yang tengah berpuasa dianjurkan untuk memperbanyak doa di setiap kesempatan yang ada sepanjang hari. Ini tidak hanya terbatas pada saat menjalankan ibadah wajib, tetapi juga saat melakukan aktivitas sehari-hari seperti bekerja, belajar, atau berbuat kebaikan lainnya.
Kesempatan ini menjadi sangat berharga untuk memohon segala sesuatu yang diinginkan, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Dengan niat yang tulus, doa yang dipanjatkan selama bulan puasa akan lebih mudah diterima oleh Allah, sehingga setiap individu dapat merasakan keberkahan dari ibadah yang dilakukan.
Advertisement
Menjelang Berbuka Puasa: Doa yang Pasti Dikabulkan
Waktu menjelang berbuka puasa merupakan saat yang sangat dianjurkan untuk berdoa. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasulullah SAW menyatakan:
سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ
"Sesungguhnya orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak pada saat berbuka." (HR. Ibnu Majah).
Ketika azan Magrib hampir berkumandang, seorang Muslim telah melewati hari dengan penuh kesabaran dalam menjalankan ibadah puasa. Ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk berdoa kepada Allah sebelum menikmati makanan berbuka, baik untuk memohon kesehatan, rezeki, maupun kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Sebelum menyantap hidangan berbuka puasa, sangat dianjurkan untuk memanfaatkan momen ini dengan berdoa secara khusyuk. Dalam waktu yang penuh berkah ini, kita dapat memohon keberkahan serta menyampaikan harapan dan impian kita kepada Allah dengan tulus dan penuh keikhlasan.
Advertisement
Waktu Sahur: Momen Keberkahan dan Pengampunan
Sahur bukan sekadar persiapan fisik sebelum menjalankan ibadah puasa, tetapi juga merupakan waktu yang sangat istimewa untuk berdoa. Waktu sahur jatuh pada sepertiga malam terakhir, yang merupakan saat di mana Allah mengabulkan doa-doa hamba-Nya yang dengan tulus memohon.
Dalam Al-Qur'an surat Adz-Dzariyat ayat 18 disebutkan:
وَبِٱلْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
"Dan pada waktu sahur mereka meminta ampun (kepada Allah)." (QS. Adz-Dzariyat: 18).
Selain itu, saat sahur juga merupakan waktu yang tepat untuk memperbanyak istighfar, memanjatkan doa perlindungan, dan memohon keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memanfaatkan waktu sahur untuk berdoa, seseorang dapat merasakan ketenangan hati dan kekuatan dalam menjalani ibadah puasa sepanjang hari.
Advertisement
Hari Jumat: Keistimewaan Doa di Hari Paling Mulia
Hari Jumat memiliki makna yang sangat penting dalam agama Islam, dan ketika hari ini bertepatan dengan bulan Ramadan, nilai keberkahannya semakin meningkat. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ فِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ ، وَهْوَ قَائِمٌ يُصَلِّى ، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ . وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا
"Di dalamnya terdapat satu waktu, jika seorang Muslim berdoa di waktu itu, pasti diberikan apa yang ia minta." (HR. Bukhari dan Muslim).
Meskipun waktu spesifik tersebut tidak dijelaskan secara rinci, banyak ulama berpendapat bahwa waktu yang paling mustajab untuk berdoa di hari Jumat adalah antara waktu Ashar hingga Maghrib. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk memperbanyak doa dan zikir pada hari ini, terutama menjelang waktu berbuka puasa.
Memanfaatkan hari Jumat dengan meningkatkan ibadah dan berdoa merupakan salah satu cara yang terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meraih berbagai keberkahan yang melimpah.
Advertisement
Di Antara Azan dan Ikamah: Momen Singkat yang Penuh Keberkahan
Waktu yang sangat dianjurkan untuk melaksanakan doa adalah di antara azan dan ikamah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menyatakan:
اَ يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ
"Doa di antara azan dan iqamah tidak tertolak." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ahmad).
Saat azan berkumandang, sebaiknya seseorang menghentikan segala aktivitasnya sejenak dan berdoa dengan penuh rasa khusyuk. Meskipun waktu ini tergolong singkat, namun memiliki keberkahan yang luar biasa dalam mengabulkan permohonan seorang hamba.
Memanfaatkan kesempatan ini, terutama di bulan Ramadan, dapat memberikan dampak positif bagi kualitas ibadah. Selain itu, hal ini juga dapat memperkuat keyakinan kita kepada Allah dan mendorong kita untuk memperbanyak doa untuk berbagai kebutuhan, baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi.
Advertisement
Malam Lailatul Qadar: Waktu Paling Mustajab Sepanjang Tahun
Lailatul Qadar merupakan malam yang paling mulia dalam bulan Ramadan, di mana setiap doa yang dipanjatkan memiliki peluang besar untuk diterima. Dalam Al-Qur'an surat Al-Qadr ayat 3 dinyatakan:
لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
"Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." (QS. Al-Qadr: 3).
Pada malam yang suci ini, umat Islam disarankan untuk meningkatkan ibadah, seperti melaksanakan shalat malam, membaca Al-Qur'an, serta berdoa dengan tulus dan penuh harapan.
Malam Lailatul Qadar terjadi pada salah satu dari sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap Muslim untuk meningkatkan aktivitas ibadah dan berdoa dengan harapan yang tinggi, agar dapat meraih berkah yang melimpah.
Advertisement
People Also Ask
1. Apa saja waktu mustajab untuk berdoa di bulan Ramadan?
Sepertiga malam terakhir, sepanjang hari saat berpuasa, menjelang berbuka, waktu sahur, hari Jumat, antara azan dan ikamah, serta malam Lailatul Qadar.
2. Mengapa doa menjelang berbuka sangat mustajab?
Karena saat itu seorang Muslim telah bersabar dalam menjalankan ibadah puasa, dan Rasulullah SAW menjanjikan bahwa doa di waktu ini tidak akan tertolak.
3. Bagaimana cara memaksimalkan doa di bulan Ramadan?
Dengan berdoa di waktu mustajab, memperbanyak zikir, memohon ampunan, dan memanfaatkan malam-malam terakhir Ramadan dengan ibadah lebih intensif.