Mahapatih Gajah Mada dikenal dengan kekuatan dan kesaktiannya semasa memimpin pasukan Kerajaan Majapahit. Namun, ia memperoleh kesaktian tersebut dengan proses yang panjang.
Beberapa tempat diyakini menjadi saksi bisu perjalanan Gajah Mada untuk memperdalam ilmunya. Seperti halnya lokasi di sebuah air terjun bernama Madakaripura di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Tempat ini dipercaya menjadi lokasi Gajah Mada menguasai dua ilmu sakti mandraguna. Berikut kisah selengkapnya.
Advertisement
Air Terjun Madakaripura
Sebuah air terjun indah di balik tebing-tebing dekat Gunung Bromo diyakini menjadi tempat tinggal terakhir Gajah Mada.
Air terjun bernama Madakaripura berada di Desa Sapih, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Lokasi ini sering digunakan Gajah Mada untuk bertapa.
Mengutip situs kemenparekraf.go id, nama Madakaripura diambil dari tiga kata yang berbeda, yaitu Mada yang berarti penggalan dari Gadjah Mada, Kari yang berarti peninggalan, dan Pura bermakna sembahyang atau semedi.
Masyarakat setempat percaya bahwa air terjun tersebut adalah abadi karena belum pernah mengalami kekeringan.
Advertisement
Gajah Mada Kuasai Dua Ilmu Sakti
Madakaripura lekat dengan kisah Gajah Mada. Sejak usia 7-17 tahun, Gajah Mada sudah berada di air terjun ini.
Salah seorang juru kunci Madakaripura, Suhardi mengatakan bahwa Gajah Mada disebut menguasai dua ilmu yaitu Saipi Angin dan Aji Mundri dengan bertapa di air terjun tersebut.
"Saipi Angin itu dimiliki oleh Gajah Mada untuk bertapa. Makanya dia bisa bertapa di bawah (di balik air terjun) atau di bagian atas yang ada ceruknya. Tidak menentu, tergantung suasana hatinya. Dia mau di bawah ya di bawah, mau di atas ya dia mampu. Karena menggunakan ilmu Saipi Angin itu," ujar Suhardi kepada tim merdeka.com.
Kedua ilmu tersebut kerap digunakan oleh Gajah Mada untuk bertapa di tempat tersebut.
"Saipi Angin itu dimiliki oleh Gajah Mada untuk bertapa. Makanya dia bisa bertapa di bawah (di balik air terjun) atau di bagian atas yang ada ceruknya. Tidak menentu, tergantung suasana hatinya. Dia mau di bawah ya di bawah, mau di atas ya dia mampu. Karena menggunakan ilmu Saipi Angin itu," tambah Suhardi.
Berbeda dengan Saipi Angin, ilmu Aji Mundri dapat membuat Gajah Mada menghilang saat bertapa.
"Makanya, terkadang Gajah Mada itu gak kelihatan. Ya karena ilmu Aji Mundri itu, bisa mendatangkan kabut tebal sehingga orang lain tidak bisa melihat. Biasanya dia (Gajah Mada) juga menggunakan ilmu tersebut untuk bertapa agar lebih tenang dan tidak terganggu," imbuh Suhardi.
Advertisement
Legenda Gajah Mada Moksa di Madakaripura
Air terjun Madakaripura memiliki banyak kisah yang melibatkan nama Gajah Mada. Mengutip dari emedia.dpr.go.id, banyak ragam versi tentang keberadaan Gajah Mada di air terjun tersebut.
Mahapatih Gajah Mada dipercaya datang ke tempat ini setelah dicopot sebagai Mahapatih. Gajah Mada disebut dicopot karena telah membantai rombongan dari Kerajaan Sunda Galuh atau yang dikenal dengan Perang Bubat.
Kisah lain adalah lokasi ini merupakan hadiah dari Kerajaan Majapahit atas jasa Gajah Mada dalam membela kerajaan dan menyatukan Nusantara. Karena jasa tersebut, Kerajaan Majapahit memberikan desa yang bernama Sukapura sebagai hadiah.
Gajah Mada dikatakan meninggal di Madakaripura. Namun cerita lain menyebut bahwa Gajah Mada tidaklah mati secara fisik namun mengalami moksa pada saat bersembahyang.