Proses Ekskavasi yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur di Situs Watesumpak kembali menemukan titik terang.
Sebelumnya muncul dugaan setelah ditemukannya struktur bangunan yang berjajar dari utara-selatan merupakan bagian dari Ibu Kota Kerajaan Majapahit. Namun ada fakta lain yang mengarah pada kemungkinan adanya sebuah hunian elit milik para pejabat Majapahit kala itu.
Beberapa spekulasi pun muncul terlebih jika mengacu pada berita Negarakertagama yang mengungkapkan kemungkinan situs tersebut adalah hunian dari Patih Gajah Mada.
Banyaknya artefak dan benda kuno yang ditemukan semakin mendukung kemungkinan situs tersebut adalah bagian dari ibu kota Kerajaan Majapahit. Simak informasi selengkapnya.
Advertisement
Mengungkap Letak Ibu Kota Majapahit
Melansir dari Kanal Youtube Majapahit Study Club Kamis (22/12), Proses Ekskavasi yang dilakukan di Situs Watesumpak terus menunjukan progres positif dalam mengungkap letak Ibu Kota Kerajaan Majapahit.
Ditemukannya struktur tembok batu bata kuno seluas 3 hektar seperti di Kumitir dan Klinterejo serta berbagai temuan di area Trowulan memberi bukti keberadaan letak Ibu Kota Kerajaan Majapahit (1293-1519 M.).
Termasuk pada Situs Watesumpak yang ternyata juga bagian dari bangunan besar Kerajaan Majapahit yang diperkirakan seluas 300 hektar.
Advertisement
Hunian Mewah Berisi Area Profane
Menurut penuturan Arkeolog Senior Andi Muhammad Said, beberapa temuan yang dilakukan pada saat Ekskavasi mengarahkan dugaan jika kawasan di Watesumpak merupakan sebuah hunian megah milik pejabat Majapahit namun memiliki tempat pemujaan atau Area Profane (suci) di dalamnya.
"Kan tujuan utama penggalian kita mau melihat beberapa struktur yang melebar ada yang mengarah ke selatan ada yang mengarah ke barat nah itu yang mau kita singkap," tutur Andi.
"Karena kita lihat pada bagian utara kita temukan ada struktur yang agak membingungkan. Karena di situ ada bagian-bagian yang menyerupai tempat peribadatan tapi juga dengan melihat polanya ya sepertinya dia bukan merupakan pola rumah ibadah secara keseluruhan. Jadi aspek yang diduga sebagai tempat ibadah itu adalah bagian yang kecil dari sebuah rumah yang besar," lanjut keterangan Arkeolog senior tersebut.
Andi menegaskan kembali jika kemungkinan besar kawasan tersebut adalah sebuah rumah atau tempat tinggal yang sifatnya profane yang ditempati pejabat yang memiliki tempat ibadah di dalamnya.
"Jadi kemungkinan besar ini adalah sebuah rumah atau tempat tinggal yang sifatnya profane yang ditempati pejabat terus ada tempat ibadah yang keci dari rumah itu. Jadi bukan sebagai tempat semacam tempat suci untuk umum tapi mungkin saja untuk pribadi," pungkasnya.
Advertisement
Rujukan Negarakertagama, Hunian Milik Gajah Mada
Desa Watesumpak memang telah lama dikenal sebagai Kampung Gajah Mada. Hal tersebut tentu semakin mendukung beberapa bukti yang mengarah pada hunian milik Patih Majapahit tersebut.
Mengacu pada berita Negarakertagama, posisi Situs Watesumpak yang berada di sisi timur laut situs kuno Trowulan ada pada informasi Pupuh 12 baris ke-4 yang merujuk pada rumah Majapahit Gajah Mada.
Mengutip isi dalam video yang diunggah, isi dari Pupuh 12 baris ke-2 sampai ke-4 sebagai berikut.
"Di sebelah timur tersekat lapangan menjulang istana ajaib Raja Wengker dan Rani Daha Tinaka Dewa Indra dan Dewi Saji berdekatan dengan istana Raja Matahun dan Rani Lasem tak jauh di sebelah selatan Raja Wilatikta. Di sebelah utara pasar rumah besar bagus lagi tinggi, di situ menetap Patih Daha Adinda Baginda Diwengker, Bhatara Narahpati termasyhur sebagai tulang punggung praja, cinta taat kepada raja perwira, sangat tangkas, dan bijak. Di timur laut Patih Wilatikta bernama Gajah Mada Menteri Wira Bijaksana, setia pada negara, fasih berbicara, teguh tangkas, tenang, cerdas, cerdik lagi jujur, tangan kanan Maharaja sebagai penggerak roda negara," isi dari berita Negarakertagama.
Advertisement
Temuan Fragmen Mewah, Ungkap Rumah Pejabat Majapahit
Proses Ekskavasi di Situs Watesumpak kemudian ditemukan juga beberapa benda yang mendukung dugaan jika bangunan tersebut adalah hunian mewah di Kerajaan Majapahit.
Pada hal ini reruntuhan seperti bata merah hingga atap juga banyak yang tertimbun di bawah tanah.
Tak hanya itu, petugas juga menemukan adanya fragmen guci keramik tanpa glasur berukuran besar pada sisi barat daya dan fragmen gerabah serta keramik tiongkok.
Beberapa benda tersebut pada umumnya digunakan di sebuah hunian, namun belum dapat dipastikan apakah beberapa temuan dan struktur di Situs Watesumpak merupakan bagian dari rumah elit petinggi Majapahit terlebih hunian Gajah Mada.