Demul Ngamuk Menggebu-gebu Saat Menemukan Penjual Ciu 'Besok Bangunan Ini Bongkar

Dedi menemukan sarang penjualan minuman keras di kawasan Purwakarta, Jawa Barat. Alhasil, ia naik darah saat menemukan barang itu di lokasi.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Demul Ngamuk Menggebu-gebu Saat Menemukan Penjual Ciu 'Besok Bangunan Ini Bongkar
Demul Ngamuk Menggebu-gebu Saat Menemukan Penjual Ciu. YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel ©2022 Merdeka.com

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi kembali beraksi. Kali ini, ia berhasil mengungkap sebuah tindak kejahatan.

Dedi menemukan sarang penjualan minuman keras di kawasan Purwakarta, Jawa Barat. Alhasil, ia naik darah saat menemukan barang itu di lokasi.

Simak ulasan selengkapnya berikut ini, dilansir dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Jumat (18/2).

Temukan Minuman Keras

Melalui platform YouTube pribadinya, Dedi Mulyadi baru saja mengunggah sebuah video saat dirinya mengungkap tabir penjualan minuman keras di area Tol Maracang, Babakancikao, Purwakarta, Jawa Barat. Mengenakan ikat kepala berwarna putih dengan jaket warna senada, Dedi melangkah.

Ia bertemu dengan sesosok pria yang kedapatan tengah menunggu gudang. Tak butuh waktu lama bagi Dedi untuk mengungkap jika ada barang haram yang tersimpan di bangunan terbengkalai itu.

Dedi menemukan satu kotak berisi minuman keras produksi lokal. Pria kelahiran Subang itu sontak terkaget.

"Ini kan ciu pak," katanya.

Perintahkan Pembongkaran

Terkaget melihat barang bukti di hadapannya, Dedi seketika naik darah. Ia langsung memerintahkan untuk segera dilakukan pembongkaran bangunan.

"Panggil sekarang, kepala atau yang mengurus," tandasnya.

"Besok, bangunan ini dibongkar," jelasnya.

Kian Meradang

Tak hanya sampai di sana. Dedi meradang kembali. Pertanyaan yang dilontarkannya tak mendapatkan balasan sesuai harapan.

"Telepon yang punya. Yang punya ini siapa?" tanyanya.

"Gak tahu pak," jawab salah satu pekerja.

"Kok gak tahu? Kan Anda tinggal di sini, masa gak tahu. KTP coba serahkan," ungkapnya.

Naik Darah ke Bawahan

Sebelumnya, Dedi diketahui telah memerintahkan sejumlah bawahannya untuk segera bertindak usai menerima informasi. Kala itu, Dedi menyampaikan jika ada bangunan terbengkalai yang berdiri di atas tanah milik negara.

Sejak saat itu, tidak ada tindak lanjut yang berarti dari bawahan. Dedi meradang saat menghubungi yang bersangkutan.

"Itu dulu kan saya sudah minta. Bangunan tukang kayu yang menggunakan tanah negara dekat jembatan Tol Maracang kan sudah saya minta dibongkar," katanya.

"Tindakannya tidak ada, sekarang bangunannya menjadi tempat transaksi penjualan ciu," sambungnya.

Rekomendasi