Dampak buruk konsumsi makanan dan minuman manis berlebihan tentu cukup buruk bagi tubuh. Salah satunya ialah mempercepat proses penuaan.
Sebenarnya, gula merupakan sumber energi untuk tubuh. Namun, konsumsi gula secara berlebihan justru bisa berdampak buruk pada kesehatan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, memberikan rekomendasi asupan gula per hari yakni 10% dari total energi (200 kkal). Angka ini setara dengan 4 sendok makan per hari (50 gram/orang/hari).
Pembatasan itu diberikan karena banyak bahaya yang tidak boleh dianggap sepele jika Anda terlalu banyak mengonsumsi gula.
Menurut sebuah studi tahun 2016 yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients, disebutkan bahwa sering mengonsumsi makanan manis dalam jumlah banyak dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis, seperti obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular.
Lalu, apa saja dampak buruk dari terlalu banyak konsumsi makanan dan minuman manis? Simak ulasan selengkapnya dilansir dari healthline dan berbagai sumber, Rabu (5/1/2022):
Advertisement
Dampak Buruk Konsumsi Gula Berlebih
1. Mempercepat Penuaan Kulit
Pola makan yang tinggi akan gula bisa mempercepat penuaan kulit. Sebab, makanan tinggi gula disebut bisa meningkatkan pemecahan serat kolagen dalam proses yang disebut glikasi.
2. Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung
Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa terlalu banyak konsumsi gula juga bisa tingkatkan berbagai penyakit kardiovaskular. Termasuk penyakit jantung, sebagai penyebab kematian nomor satu di dunia.
Hal ini dikarenakan, terlalu banyak gula dapat menyebabkan obesitas, peradangan, trigliserida tinggi, gula darah dan tingkat tekanan darah, yang semua itu faktor penyakit jantung.
Advertisement
3. Obesitas
Terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman manis juga bisa meningkatkan risiko obesitas. Sebab, kadar gula yang berlebihan dalam tubuh dapat meningkatkan risiko resistensi leptin.
Leptin sendiri merupakan protein yang dibuat dalam sel lemak yang beredar di aliran darah, dan kemudian diedarkan ke otak. Protein ini merupakan hormon penanda bahwa Anda sedang lapar atau kenyang.
Resistensi leptin akan membuat Anda tidak berhenti makan karena otak tidak merasa kenyang meski sudah banyak makan. Akibatnya, Anda akan terus makan sehinga berkontribusi terhadap penambahan berat badan yang menjadi penyebab obesitas.
Advertisement
4. Diabetes Tipe 2
Selain obesitas, bahaya lain yang mengintai para penggemar makanan manis yaitu diabetes, khususnya penyakit diabetes tipe 2. Gula memang tidak secara menyebabkan diabetes tipe 2, tetapi penyakit ini lebih mungkin dialami ketika Anda memiliki berat badan berlebih. 5. Perut Kembung Melansir International Foundation for Gastrointestinal Disorders, kebanyakan makanan dengan karbohidrat tinggi bisa menyebabkan timbulnya gas di dalam perut. Gula sendiri merupakan salah satu jenis karbohidrat. Berikut beberapa jenis gula yang dapat menghasilkan gas dibandingkan lainnya, yakni fruktosa, laktosa, raffinose, dan sorbitol.
Advertisement
6. Tekanan Darah Tinggi
Obesitas yang disebabkan karena konsumsi gula berlebihan akan menaikkan kadar glukosa dalam darah. Seiring waktu, hal ini bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung koroner.
Kondisi ini pun bisa mengembangkan tekanan darah tinggi yang menjadi faktor risiko utama dari serangan jantung dan stroke.7. Kerusakan GigiBagi sebagian besar orang mungkin sudah mengetahui bahwa mengonsumsi gula berlebih bisa menyebabkan kerusakan gigi. Sebab, gula pada makanan dan minuman menjadi penyebab utama perkembangan karies gigi (gigi berlubang). Hal ini dikarenakan bakteri dalam plak memanfaatkan gula sebagai energi dan melepaskan asam sebagai produk limbah. Kondisi ini dapat melarutkan email gigi secara bertahap yang dapat menyebabkan karies gigi.
Advertisement
8. Masalah Kulit
Terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman manis ternyata juga bisa berpengaruh pada kulit. Sebagai contoh, susu dan makanan manis bisa meningkatkan kadar insulin. Hal ini bisa mengubah hormon lain yang dapat memengaruhi kondisi kulit. 9. Bisa Tingkatkan Risiko KankerMakan gula dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan risiko terkena kanker tertentu. Pertama, diet yang kaya akan makanan dan minuman manis dapat menyebabkan obesitas, yang secara signifikan meningkatkan risiko kanker.Melansir dari healthline, sebuah penelitian di lebih dari 430.000 orang menemukan bahwa konsumsi gula tambahan secara positif terkait dengan peningkatan risiko kanker kerongkongan, kanker pleura, dan kanker usus kecil.Studi lain menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi roti manis dan kue kering lebih dari tiga kali per minggu 1,42 kali lebih mungkin terkena kanker endometrium daripada wanita yang mengonsumsi makanan ini kurang dari 0,5 kali per minggu.