Pengertian Penyakit PTSD, Kenali Gejala dan Penyebabnya
Merdeka.com - Pengertian penyakit PTSD perlu untuk diketahui oleh semua orang. PTSD atau Post-Traumatic Stress Disorder adalah gangguan mental yang terjadi pada seseorang karena mengalami kejadian traumtis yang pernah dilalui. Mulai dari bencana alam, kecelakaan, peperangan, pelecehan seksual, kekerasan, dan lain sebagainya.
Tetapi tidak semua orang yang pernah mengalami kejadian yang traumatis akan mengidap PTSD. Orang yang kesulitan mengatasi kejadian traumatisnya bisa jadi mengalami Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) yang mengganggu kesehatan mental-nya.
Penderita dengan gejala PTSD harus segera mendapat penanganan yang tepat demi menghindari timbulnya komplikasi lebih serius. Berikut merdeka.com membagikan gejala, penyebab, dan cara mengatasi gangguan ini. Simak ulasannya dilansir dari laman siloamhospitals dan berbagai sumber, Senin (19/6/2023):
Penyebab dan Faktor Risiko Seseorang Menderita PTSD
Peristiwa traumatis yang dapat memicu PTSD yaitu ketika penderitanya mengalami langsung beberapa situasi seperti perang, kecelakaan, bencana alam, dan juga pelecehan seksual.
Seperti masalah kesehatan mental pada umumnya, kombinasi beberapa faktor yang kompleks bisa juga menjadi penyebab dari PTSD, di antaranya:
Gejala PTSD
Gejala Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) muncul setelah seseorang mengalami peristiwa yang membuat mereka trauma. Untuk waktu kemunculannya pun sebenarnya tidak bisa diprediksi. Tingkat keparahan dan lamanya gejala juga berbeda-beda pada tiap penderita. Beberapa gejala yang menunjukkan seseorang mengalami PTSD seperti:1. Ingatan pada peristiwa traumatisPenderita PTSD sering kali teringat pada peristiwa yang membuatnya trauma. Bahkan, penderitanya bisa merasa seakan mengulang kembali kejadian tersebut. Ingatan terhadap peristiwa traumatis itu juga sering kali hadir dalam mimpi buruk, yang membuat penderita tertekan secara emosional.2. Kecenderungan untuk mengelakPenderita PTSD juga biasanya enggan memikirkan atau membicarakan peristiwa yang membuatnya trauma. Hal ini ditunjukkan dengan menghindari tempat, aktivitas, dan seseorang yang terkait dengan kejadian traumatis tersebut.
3. Pemikiran dan perasaan negatif
Penderita PTSD cenderung menyalahkan dirinya atau orang lain. Selain itu, penderita juga kehilangan minat pada aktivitas yang dulu disukainya dan merasa putus asa. Penderita juga lebih menyendiri dan sulit menjalin hubungan dengan orang lain di sekitar.Berikut beberapa ciri-ciri perubahan negatif pada cara berpikir penderita PTSD:
4. Perubahan perilaku dan emosiPenderita PTSD sering kali mudah takut atau marah meski tidak dipicu oleh ingatan pada peristiwa traumatis. Ia juga biasanya akan kesulitan tidur dan berkonsentrasi.PTSD sendiri dapat terjadi pada anak-anak ataupun orang dewasa. Namun, pada anak-anak terdapat gejala khusus, yaitu sering melakukan reka ulang peristiwa traumatis melalui permainan.Anak dengan PTSD juga sering mengalami mimpi buruk yang bisa terkait secara langsung maupun tidak dengan kejadian traumatis yang dialaminya.
Cara Mencegah PTSD
Setiap orang yang mengalami kejadian trauma pada awalnya umum merasakan perasaan takut, cemas, marah, depresi, dan bersalah. Hampir setiap orang setidaknya pernah mengalami satu kejadian traumatis dalam hidup.Hanya saja, mayoritas orang tidak mengembangkan gangguan stres pasca-trauma jangka panjang. Namun, seseorang yang kesulitan untuk mengatasi kejadian trauma itu cenderung akan mengembangkannya menjadi gangguan PTSD.Untuk melakukan pencegahan kejadian pasca trauma berkembang, bisa dilakukan dengan mencari bantuan dan dukungan yang tepat waktu. Hal ini bertujuan agar reaksi stres yang muncul bisa dicegah dan tidak semakin berkembang.
Pengobatan PTSD
Untuk para penderita PTSD, pengobatan umumnya dilakukan dengan melakukan terapi obat-obatan dan juga melakukan psikoterapi.1. PsikoterapiTerapi kognitif. Akan membantu penderitanya untuk mengenali cara pikir (pola kognitif) yang menyebabkan penderita kesulitan dalam proses melalui peristiwa traumatis tersebutTerapi paparan. Terapi paparan bertujuan untuk membantu penderita agar bisa menghadapi situasi dan memori yang dianggap menakutkan, sehingga ia dapat menghadapinya dengan efektifEye movement desensitization and reprocessing (EMDR). Terapi EMDR menggabungkan terapi paparan dan sebuah serial pergerakan mata terarah untuk membantu penderita memproses sebuah peristiwa traumatis dan dokter akan mengamati reaksi penderita2. Obat-obatanAntidepresan. Obat ini membantu meringankan gejala depresi, cemas, gangguan tidur dan gangguan konsentrasiAntikecemasan. Obat ini membantu meredakan gangguan cemas yang berat
(mdk/khu)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya