Belum lama ini, Satlantas Polres Maros secara tak sengaja berhadapan dengan salah seorang pemotor arogan. Hal tersebut berlangsung saat giat gatur sore dilaksanakan pada Kamis (8/5) lalu.
Menariknya, si pemotor terlihat enggan jika dirinya diberhentikan di pinggir jalan oleh aparat. Bukan tanpa alasan, pemotor tersebut tampak tak membawa surat izin hingga perlengkapan mengemudi.
Dengan arogan, dia langsung menelepon kerabat yang diduga merupakan pensiunan polisi. Aksinya sontak menjadi sorotan di kalangan pengguna media sosial. Berikut ulasan selengkapnya.
Advertisement
Polisi Hentikan Pemotor
Baru-baru ini, video yang menampilkan aksi tidak terpuji dari seorang pemuda di kawasan Pasar Maccopa, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, pada Kamis (8/5) sore beredar luas di media sosial. Hal tersebut seperti yang terlihat dalam unggahan akun Instagram @makassar_iinfo beberapa waktu lalu.
Dalam video singkat tersebut, si pemotor terlihat diberhentikan petugas di pinggir jalan saat dirinya tengah melintas di jalanan. Personel Satlantas Polres Maros yang kala itu tengah menggelar kegiatan pengaturan dan penindakan pelanggaran lalu lintas itu bahkan sempat menahan sepeda motor di lokasi.
Dari perbincangan yang terjadi dalam video, aparat terdengar menjelaskan mengapa dirinya secara sengaja memberhentikan si pemotor. Rupanya, pemuda berjaket hijau itu kedapatan tak mengenakan helm, membawa surat-surat izin, hingga kendaraan yang tanpa spion.
“Ini kamu enggak ada STNK, kami berhentikan baik-baik,” terang polisi di lokasi, demikian dikutip dari keterangan unggahan.
Advertisement
Telepon Kerabat, Ngaku Anak Pensiunan
Alih-alih mengakui pelanggaran lalu lintas yang dilakoninya, si pemuda justru terlihat kesal. Dia lantas menelepon kerabat yang diduga merupakan pensiunan polisi.
“Halo, ini ada polisi, dia nahan aku,” katanya.
“Iya ditahan, ini enggak ada SIM kamu, enggak ada helmmu,” tegas polisi.
Menurut informasi yang dihimpun, si pemotor diduga masih memiliki kekerabatan dengan seorang pensiunan polisi yang bernama AKBP Sutopo. Tak berselang lama setelah menelepon, si pemotor lantas memberikan ponsel pribadinya ke aparat.
“Pemotor ngaku anak pensiunan Polri, arogan saat dihentikan polisi di Maros,” demikian dikutip dari keterangan unggahan.
Pembicaraan antara aparat dengan keluarga si pemotor pun tak ditampilkan dalam video yang beredar. Namun menjelang video berakhir, si pemotor tampak dilepaskan oleh personel Satlantas Polres Maros.
Saat kembali menunggang motor, si pemuda tersebut kemudian tersenyum bangga. Dia bahkan terlihat tak segan mengacungkan jari tengah.
Advertisement
Nasib si Pemotor Disorot
Nasib akhir si pemotor dalam video yang beredar luas seketika menuai sorotan dari kalangan warganet. Banyak di antaranya yang menyayangkan sikap aparat. Mereka menuliskan kritikan tajam agar para personel dapat menegakkan hukum dengan baik.
Sementara itu, tak sedikit pula di antaranya yang turut menyayangkan sikap negatif dari si pemotor. Meski masih memiliki kekerabatan dengan pensiunan polisi, dia hendaknya disebut dapat menjaga nama baik keluarga.
“Beh hebatnya bisa lepas,” tulis akun @royaldanuarta22
“Tidak bisa begitu pak pol. Spion tidak ada, no plat tidak ada, stnk tidak ada. Seharusnya tidak boleh jalan, ditahan motornya, haruspi dilengkapi semua,” tulis akun @samsol730
“Kenapa tidak ditilang pak? 😢” tulis akun @gestun.mks94
“Mau bapakmu masi aktif maupun purna harus menjadi contoh yang baik di jalan, ndak tau di rumahnya ini anak bagaimana, orang lain saja nda dia hargai bgaimana orang rumahnya di,” tulis akun @echaontel
“Sanksi sosial berlaku,” tulis akun @rakhmtalghifari
“Kau bikin malu orangtuamu bos, kalau anak anggota atau sudah purna ya kau kasih contoh bukan malah kayak begitu,” tulis akun @abdigerhanbandasopali