Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Niat Tahiyatul Masjid Lengkap dengan Tata Cara Sholat Sendirinya

Niat Tahiyatul Masjid Lengkap dengan Tata Cara Sholat Sendirinya Ilustrasi salat di rumah. ©2020 Merdeka.com/umroh.com

Merdeka.com - Niat tahiyatul masjidperlu dipahami umat Islam. Sholat lima waktu merupakan ibadah wajib bagi umat Islam.

Selain sholat wajib, terdapat amalan-amalan sunnah yang bisa dilakukan dan diamalkan. Salah satunya sholat tahiyatul masjid yang menyimpan banyak keutamaan.

Sholat tahiyatul masjid merupakan sholat sunnah dua rakaat yang dikerjakan saat memasuki masjid. Sholat ini dilaksanakan sendiri atau tidak berjamaah.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut adalah niat tahiyatul masjid lengkap dengan tata cara sholat.

Niat Tahiyatul Masjid dan Tata Caranya

Tata cara sholat tahiyatul masjid perlu diperhatikan. Sholat tahiyatul dilaksanakan dua rakaat sama seperti sholat sunnah lainnya. Berikut adalah tata caranya yang harus dipahami dan dilakukan.

1. Membaca niat shalat tahiyatul masjid.

Ushalli tahiyyatal masjid rak’ataini sunnatan lillâhi ta’ala.

Artinya, “Saya shalat tahiyatul masjid dua rakaat karena Allah ta’ala.” Wallahu a’lam.

2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati.

3. Baca ta‘awudz dan Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca salah satu surat pendek Al-Quran.

4. Rukuk.

5. Itidal.

6. Sujud pertama.

7. Duduk di antara dua sujud.

8. Sujud kedua.

9. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.

10. Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama.

11. Salam pada rakaat kedua.

Bagi orang yang tidak bisa mengerjakan shalat tahiyatul masih oleh satu dan lain hal, maka bisa dianjurkan untuk membaca dzikir sebanyak 4 kali. Lafal zikir yang dianjurkan, yaitu:Subhanallah, walhamdulillah, wa la ilaha illallah wallahu akbar, wa la haula wa la quwwata illa billahil ‘aliyyil adzim.

Kondisi yang Tak Dianjurkan Sholat Tahiyatul Masjid

Apabila Anda sudah mengetahui cara sholat tahiyatul masjid, Anda harus memahami beberapa kondisi yang tak dianjurkan untuk melaksanakan sholat sunnah. Berikut adalah beberapa kondisi di mana seseorang tak dianjurkan melaksanakan sholat tahiyatul masjid:

- Ketika shalat berjmaah sudah akan dimuali. Misalnya ketika muadzin telah mengumandangkan iqamah untuk shalat berjamaah. Maka sebaiknya segera mengikuti imam untuk mendapatkan keutamaan takbiratul ihram.

- Tidak dianjurkan shalat tahiyatul masjid bagi khatib yang segera langsung naik mimbar untuk menyampaikan khotbah. Seperti ketika pelaksanaan shalat jumat.

- Tidak dianjurkan shalat tahiyatul masjid ketika terlambat datang ke masjid di hari Jumat sementara khotbah jumat sudah hampir selesai. Jika tetap melaksanakan shalat tahiyatul masjid, dikhawatirkan akan ketinggalan shalat Jumat.

Hukum Sholat Tahiyatul Masjid

Penting juga guna memahami bagaimana hukum dan pelaksanaan dari sholat tahiyatul masjid. Sesuai dengan kategori, sholat tahiyatul masjid dilaksanakan secara sunnah dan hukum dari sunnah ini akan hilang saat seseorang telah memasuki masjid dan sudah terlanjur duduk, baik sebentar ataupun lama.

Akan tetapi jika seseorang lupa atau tak tahu, maka boleh bangkit atau berdiri dari duduknya kemudian melaksanakan sholat tahiyatul masjid. Hal ini bisa dilakukan dengan syarat duduk tidak terlalu lama.

Hukum meninggalkan sholat tahiyatul masjid makruh kecuali sedang dalam kondisi terdesak. Apabila Anda memasuki masjid dan kemudian muadin sudah mengumandangkan iqomah dan salat berjamaah akan segera dimulai.

Maka boleh untuk tak melaksanakan sholat tahiyatul masjid. Ini menjadi aturan agar setiap orang mendapat keutamaan takbiratul ihram bersama imam ketika ingin menunaikan sholat berjamaah di masjid.

(mdk/bil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP