Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Niat Mandi Keramas Puasa Sunnah, Lengkap dengan Tata Cara yang Benar Agar Sah

Niat Mandi Keramas Puasa Sunnah, Lengkap dengan Tata Cara yang Benar Agar Sah Ilustrasi mandi. © mensxp.com

Merdeka.com - Niat mandi keramas puasa sunnahkabarnyamuncul karena kebiasaan dari umat muslim Jawa dengan tradisi padusan. Padusan adalah tradisi masyarakat Jawa untuk menyucikan diri, membersihkan jiwa dan raga, dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Mandi di sini perlahan dipercaya sebagai pembuka untuk ibadah puasa sunnah lainnya.

Sementara dalam Islam sendiri, pada dasarnya ada tiga kategori mandi. Pertama, mandi wajib; Kedua, mandi yang mustahab; lalu selain kedua hal itu adalah mandi yang mubah (kita lakukan setiap hari). Yang nantinya akan dijelaskan lebih rinci di artikel ini.

Baca juga: Puasa Dzulhijjah Anjuran Sebelum Idul Adha, Ketahui Niatnya

Bahkan menunaikan niat mandi keramas puasa sunnah perlahan dipercaya membawa berkah tersendiri. Jika sudah berniat untuk ibadah, maka mandi keramas puasa sunnah bisa bernilai pahala. Dikutip dari Islami, mandi keramas sebelum puasa bisa digolongkan sebagai mandi sunnah menjelang ibadah. Karena ada qasdu untuk ibadah dalam niat.

Niat mandi keramas puasa sunnah memiliki kesamaan dengan bacaan niat mandi wajib atau mandi junub. Karena berusaha membersihkan diri dari segala hadats dan kotoran. Untuk memulai ibadah puasa sunnah dengan lebih bersih. Dengan ibadah niat mandi keramas puasa sunnah, seraya mempersiapkan jiwa dan raga yang suci dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Untuk lebih jelasnya, simak mengenai niat mandi keramas puasa sunnah berikut ini, seperti dihimpun dari berbagai sumber, Kamis (17/3).

Mandi dalam Islam

air dingin

©growthzer.com

Dalam ajaran Islam, menjaga kebersihan merupakan sebuah ibadah. Bahkan bagi sebagian besar orang percaya menjaga kebersihan adalah sebagian dari iman. Sedangkan mengenai mandi sendiri, dalam Islam sangat wajib hukumnya.

Maksudnya, karena setiap muslim dianjurkan untuk menjaga tubuh tetap bersih. Seperti diketahui, mandi berfungsi untuk membersihkan tubuh dari kotoran, serta menyegarkan tubuh setelah seharian beraktivitas. Lantas dianjurkan pula dilakukan sebelum beribadah.

Berikut ini kategori mandi dalam Islam yang patut diketahui:

Mandi Wajib

Salah satu pokok dalam praktik bersuci yang wajib adalah mandi janabah atau junub. Dalam praktiknya lebih dikenal dengan sebutan mandi besar atau mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar. Seorang muslim yang masih terkena hadas besar, akan terhalang untuk melakukan beberapa ibadah seperti sholat, membaca Alquran hingga tawaf.

  1. Mandi junub (mandi karena keluar air mani)
  2. Mandi setelah berhubungan suami istri
  3. Mandi karena haid
  4. Mandi karena nifas

Mandi Sunnah

Sementara untuk mandi sunnah terbagi lagi menjadi beberapa kategori lagi. Niat mandi keramas puasa sunnah, dianggap oleh sebagian orang termasuk dalam kategori ini. Jika seorang muslim melaksanakannya dengan bermaksud ibadah.

  1. Mandi untuk shalat Jumat
  2. Mandi untuk shalat Id
  3. Mandi untuk shalat gerhana
  4. Mandi untuk wukuf di Arafah.
  5. Mandi untuk melempar jumrah.
  6. Mandi untuk ihram
  7. Mandi untuk thawaf
  8. Mandi untuk ibadah Lailatul Qadar.

Mandi Keramas Puasa Sunnah

ilustrasi berdoa

©Pixabay/AveCalvar

Berdasarkan pembagian yang dijelaskan sebelumnya, jumhur ulama membuat dua kesimpulan, yakni mandi sunnah itu terkait dengan 3 hal.

Pertama, mandi karena akan berkumpul dengan banyak orang. Seperti sholat Id, sholat Jumat, sholat gerhana, wukuf, dan lain sebagainya. Al-Baghawi menyebutkan bahwa mandi ini disunnahkan (mustahab) karena hendak bertemu dengan banyak orang.

يستحب لمن أراد الاجتماع بالناس أن يغتسل ويتنظف ويتطيب .

Artinya: "Disunnahkan bagi yang hendak berkumpul dengan banyak orang untuk mandi, membersihkan badan, dan memakai wangi-wangian."

Kedua, mandi untuk menunaikan ibadah, seperti mandi khusus untuk ihram, thawaf dan ibadah lailatul qadr. Sebagaimana disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW melakukan hal itu, sahih Bukhari dan Muslim.

“Jamaah haji dianjurkan untuk mandi sunah pada 10 titik, yaitu (sebelum) ihram, saat memasuki Kota Makkah, wuquf di Arafah, wuquf di Muzdalifah setelah Subuh hari nahar, tawaf ifadhah, cukur, tiga mandi untuk melempar jumrah pada hari tasyriq, dan tawaf wada‘,” (Imam An-Nawawi, Al-Idhah fi Manasikil Hajj pada Hasyiyah Ibni Hajar, [Beirut, Darul Fikr: tanpa catatan tahun], halaman 77).

Ketiga, mandi karena selesai beraktivitas atau bau badan. Seperti disebutkan al-Mahamili, ahli fikih madzhab Syafii, dan Imam an-Nawawi dalam al-Majmu’.

Lantas, mengenai niat mandi keramas puasa sunnah bisa digolongkan sebagai mandi sunnah menjelang ibadah. Sehingga jika diniatkan demikian, maka bisa bernilai pahala.

Niat Mandi Keramas Puasa Sunnah

009 siti rutmawati

©www.offthegridnews.com

Bacaan niat mandi keramas puasa sunnah disebutkan memiliki bacaan yang hampir sama dengan niat mandi wajib. Karena tujuan niat mandi keramas puasa sunnah juga untuk menghilangkan hadas, sebelum memulai ibadah puasa.

Berikut ini bacaan niat mandi keramas puasa sunnah yang bisa dibaca sebelum masuk ke kamar mandi dan saat mengguyurkan air ke badan.

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla lirof’il hadatsil akbari fardhon lillaahi ta’aalaa

Artinya: "Aku berniat untuk menghilangkan hadas besar, fardu karena Allah Taala."

Tata Cara Mandi Keramas Puasa Sunnah

ilustrasi mandi

©2012 Merdeka.com

Adapun tata cara mandi keramas puasa sunnah yang dianjurkan. Sehingga tidak melaksanakan mandi secara asal-asalan. Karena niat mandi keramas puasa sunnah sama, tata caranya pun juga. Berikut ini salah satunya:

1. Mandi yang sederhana (الغسل المجزء), yakni cukup dengan niat lalu mandi seperti biasa, hal terpenting seluruh badan terbasuh oleh air.

2. Mandi sesuai sunnah nabi (الغسل الكامل). Mengikuti tata cara mandi Nabi Muhammad SAW. Dimulai dengan niat diikuti basuhan pertama saat mencuci tangan tiga kali.

3. Lalu membersihkan kemaluan dari kotoran. Kemudian berwudhu seperti biasa.

4. Setelah itu mulai lagi membasuh seluruh anggota tangan bagian kanan dan dilanjutkan tangan kiri.

5. Lalu membasuh kepala tiga kali dan dilanjutkan bagian tubuh yang lain dengan mendahulukan anggota bagian kanan. Ingat bahwa tata cara mandi ala Rasul SAW ini adalah tidak boros dalam menggunakan air.

Hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Maimunah ra., istri Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

عن ميمونة -رضي الله عنها- قولها في صفة غُسل الرسول -عليه الصلاة والسلام-: (أَدْنَيْتُ لِرَسولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ غُسْلَهُ مِنَ الجَنَابَةِ، فَغَسَلَ كَفَّيْهِ مَرَّتَيْنِ، أوْ ثَلَاثًا، ثُمَّ أدْخَلَ يَدَهُ في الإنَاءِ، ثُمَّ أفْرَغَ به علَى فَرْجِهِ، وغَسَلَهُ بشِمَالِهِ، ثُمَّ ضَرَبَ بشِمَالِهِ الأرْضَ، فَدَلَكَهَا دَلْكًا شَدِيدًا، ثُمَّ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ، ثُمَّ أفْرَغَ علَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ حَفَنَاتٍ مِلْءَ كَفِّهِ، ثُمَّ غَسَلَ سَائِرَ جَسَدِهِ، ثُمَّ تَنَحَّى عن مَقَامِهِ ذلكَ، فَغَسَلَ رِجْلَيْهِ، ثُمَّ أتَيْتُهُ بالمِنْدِيلِ فَرَدَّهُ)

Artinya: “Dari Maimunah RA. tentang cara mandi Rasul SAW, dia berkata, ‘Aku pernah membawa air mandi kepada Rasulullah SAW karena junub. Lalu beliau membasuh dua tapak tangan sebanyak dua atau tiga kali. Kemudian beliau memasukkan tangan ke dalam wadah berisi air, lalu menyiramkan air tersebut ke atas kemaluan serta membasuhnya dengan tangan kiri.

Setelah itu, beliau menggosokkan tangan kiri ke tanah dengan pijatan yang kuat, lalu berwudhu sebagaimana yang biasa dilakukan untuk mendirikan shalat. Kemudian beliau menuangkan air yang diciduk dengan dua telapak tangan ke kepala sebanyak tiga kali sepenuh telapak tangan.

Lalu beliau membasuh seluruh tubuh, lalu beralih dari tempat tersebut dan membasuh kedua kaki, kemudian aku mengambilkan handuk untuk beliau, tetapi beliau menolaknya.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, Turmudzi, An-Nasa’I, Ibnu Majah, dan Ahmad) dalam Himpunan Putusan Majelis Tarjih Muhammadiyah.

Catatan: Jika tangan menyentuh kemaluan, berwudhulah lagi sebelum menuntaskan proses mandi keramas puasa sunnah. Kemudian patut diketahui, jika ada bagian tubuh yang belum terkena air maka mandi yang dilakukan dianggap belum sah dan masih dalam keadaan berhadats.

Perhatikan untuk membasuh lipatan-lipatan badan yang kadang ada pada orang gemuk, kulit yang berada di bawah kuku panjang dan bersihkan kotoran yang ada di dalamnya, bagian belakang telinga dan bagian depannya yang berlekuk-lekuk, selangkangan kedua paha, sela-sela antara dua pantat yang saling menempel, hingga kulit kepala yang berada di bawah rambut tebal. Semua ini adalah bagian-bagian tubuh yang harus diperhatikan dengan baik agar mandinya sah.

(mdk/kur)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP