Baku Tembak Brimob vs Australia di Timor-Timur, Komandan TNI Lakukan Aksi Heroik

Jumat, 7 Oktober 2022 09:16 Reporter : Muhammad Farih Fanani
Baku Tembak Brimob vs Australia di Timor-Timur, Komandan TNI Lakukan Aksi Heroik Momen Baku Tembak Pasukan Brimob vs Australia di Timor-Timur. ©2022 Merdeka.com/tiktok/adaoranggilamaentiktok

Merdeka.com - Pasca referendum di Timor Timur, Indonesia bekerjasama dengan pasukan multinasional Interfet (International Force for East Timor) untuk menjaga keamanan di Timor Timur.

Patroli pertama dilakukan pada 10 Oktober 1999 di daerah perbatasan Motaain. Patroli itu dilakukan oleh Peleton-8 Kompo C Batalion-2 Royal Australian Regiment yang dipimpin oleh Letda Infanteri P.J Halleday.

Pada waktu itu, terjadi baku tembak antara pasukan Indonesia dan Australia, yang sejatinya sedang melakukan kerjasama. Berikut ulasannya.

2 dari 5 halaman

Sebab Terjadinya Baku Tembak

momen baku tembak pasukan brimob vs australia di timor timur

©2022 Merdeka.com/tiktok/adaoranggilamaentiktok

Di daerah perbatasan, terdapat satu pleton Brimob dari Indonesia yang dipimpin oleh Letnan M. Wahid. Pasukan Australia melakukan patroli dan mendekati garis perbatasan dan hanya berjarak beberapa meter.

Pasukan Interfet yang tiba-tiba muncul, membuat seorang anggota Brimob melancarkan tembakan untuk memberikan peringatan. Peringatan itu dimaksudkan untuk memberitahu bahwa tempat itu adalah wilayah Indonesia.

Mengetahui ada suara tembakan, pasukan Interfet melancarkan tembakan balik. Mereka menganggap bahwa itu adalah sebuah provokasi. Maka kemudian terjadilah baku tembak di antara keduanya.

3 dari 5 halaman

Momen Baku Tembak

momen baku tembak pasukan brimob vs australia di timor timur
©2022 Merdeka.com/tiktok/adaoranggilamaentiktok

Tembakan pertama pasukan Brimob dalam tradisi militer universal memang dikenal sebagai sebuah provokasi. Terutama pasukan Brimob saat itu sedang beristirahat dan tidak menggunakan seragam yang lengkap.

Hal itulah yang membuat pasukan Interfet yakin bahwa suara tembakan tersebut datang dari anggota milisi yang sedang mereka cari.

Baku tembak terjadi selama 8 menit dan suasana begitu kacau. Pasukan Brimob yang saat itu sedang beristirahat terpaksa harus menanggalkan waktunya untuk melindungi diri dan pasukannya.

4 dari 5 halaman

Aksi Heroik Komandan TNI

momen baku tembak pasukan brimob vs australia di timor timur
©2022 Merdeka.com/tiktok/adaoranggilamaentiktok

Melihat kejadian itu, Komandan peleton TNI, Letda Infanteri Erwin Egy berlari ke area garis tembakan dan berteriak untuk menghentikan tembakan yang saat itu sedang berlangsung.

Ia sadar bahwa tembakan itu tidak seharusnya terjadi dan hanya sebuah salah paham. Tembakan pun berhenti. 

Egy kemudian berjalan bertemu dengan komandan peleton Interfet untuk menjelaskan tentang garis batas. Akibat aksinya tersebut, baku tembak antara pasukan Brimob dan Interfet tidak berlanjut.

5 dari 5 halaman

Jatuhnya Korban

momen baku tembak pasukan brimob vs australia di timor timur
©2022 Merdeka.com/tiktok/adaoranggilamaentiktok

Adu tembak selama 8 menit tersebut rupanya menimbulkan korban jiwa bagi pasukan Indonesia. Anggota Brimob Bharada Ari Sudibyo gugur. Satu warga setempat juga mengalami luka tembak yaitu Alcino Barros.

Selain itu, ada dua personel lain yaitu Sertu Sudarto dan Sertu Agus Susanto. Sementara di pihak pasukan Interfet, tidak ada satu pun yang terluka dan mengalami luka tembak.

Hal tersebut disebabkan karena kondisi pasukan brimob sedang beristirahat dan tidak siap untuk melakukan pertempuran. Sebaliknya, pasukan Interfet siap untuk berperang memakai seragam siap tempur.

[mff]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini