Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Penyebab ISPA, Lengkap dengan Gejala dan Cara Mengobatinya

Mengenal Penyebab ISPA, Lengkap dengan Gejala dan Cara Mengobatinya Ilustrasi sinusitis. ©shutterstock.com/Piotr Marcinski

Merdeka.com - Penyebab ISPA harus diketahui sejak dini. ISPA atau infeksi saluran pernapasan akut sangat mudah menular serta dapat diderita siapa saja. Terutama pada anak-anak dan lansia. Infeksi di saluran pernapasan ini biasanya akan menimbulkan gejala seperti batuk dan pilek yang disertai demam.

ISPA disebabkan oleh beberapa faktor seperti infeksi virus atau bakteri. Jangan menyepelekan penyakit ini terutama saat masih berada di tengah pandemi Covid-19. Sebab, beberapa penyakit yang termasuk ke dalam ISPA salah satunya adalah Covid-19.

Lantas apa saja penyebab ISPA, gejala dan cara mengobatinya? Melansir dari laman Alodokter, Kamis (6/5), simak ulasan informasinya berikut ini.

Penyakit ISPA

Sebelum mengetahui penyebab ISPA, ada baiknya mengenal terlebih dahulu penyakit ini. ISPA merupakan singkatan dari infeksi saluran pernapasan akut. Sesuai namanya penyakit ini timbul akibat adanya infeksi atau peradangan di saluran pernapasan. Mulai dari hidung hingga paru-paru.

011 siti rutmawati

©www.safebee.com

Kebanyakan ISPA disebabkan oleh adanya virus. Sehingga bisa disembuhkan dengan sendirinya tanpa antibiotik atau pengobatan khusus. Meski begitu, terdapat sejumlah virus yang kerap kali menyebabkan seseorang menderita ISPA. Virus-virus inilah yang nantinya menjadi penyebab ISPA.

Penyebab ISPA

Ada dua faktor yang bisa menjadi penyebab ISPA pada seseorang. Penyebab ISPA adalah adanya infeksi virus atau bakteri di saluran pernapasan.Adapun beberapa jenis virus yang menjadi penyebab ISPA adalah sebagai berikut:

  • Virus Influenza
  • Parainfluenza virus
  • Rhinovirus
  • Adenovirus
  • Respiratory syntical viruses (RSVs)
  • Virus Covid-19 atau Corona
  • Bukan hanya itu saja, penyakit ISPA juga bisa dikarenakan adanya infeksi bakteri. Adapun beberapa macam bakteri yang menjadi penyebab ISPA adalah sebagai berikut:

  • Streptococcus
  • Haemophilus
  • Chlamydia
  • Staphylococcus aureus
  • Mycoplasma pneumoniae
  • Corynebacterium diphteriae
  • Penyakit ISPA mampu menyerang saluran napas atas maupun bawah. Sejumlah penyakit yang termasuk ke dalam ISPA meliputi sinusitis, radang tenggorokan akut, common cold, laringitis akut, pneumonia dan Covid-19. Penularan bakteri atau virus penyebab ISPA sendiri bisa melalui kontak dengan percikan air liur pasien terinfeksi. Virus atau bakteri yang ada di dalam liur nantinya akan menyebar melalui udara. Kemudian akan masuk ke hidung atau mulut seseorang. Selain itu, virus juga bisa menyebar melalui sentuhan dengan benda terkontaminasi. Bahkan juga bisa ditularkan saat berjabat tangan dengan pasien ISPA.

    Kelompok Rentan Tertular ISPA

    Terdapat beberapa kelompok orang yang lebih rentan tertular ISPA. Dikatakan sebelumnya, ISPA merupakan salah satu penyakit yang bisa ditularkan. Berikut kelompok orang yang rentan tertular penyakit ISPA:Anak-Anak dan LansiaKelompok pertama adalah anak-anak dan lansia. Sebab, mereka memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah. Sehingga sangat rentan bagi anak-anak dan lansia terkena infeksi ISPA. Selain itu, penyebaran virus atau bakteri pada anak-anak bisa terjadi sangat cepat. Karena anak-anak lebih banyak melakukan interaksi secara dekat bahkan melakukan kontak dengan anak-anak lain.menggunakan internet

    © memecenter

    Orang Dewasa dengan Sistem Imun LemahSistem kekebalan tubuh memang sangat berpengaruh pada penyakit ISPA. Sistem kekebalan tubuh mampu melawan infeksi virus ataupun bakteri. Saat kekebalan tubuh menurun, risiko seseorang terinfeksi akan kian meningkat. Terutama bagi para penderita AIDS dan kanker.Penderita Gangguan Jantung & Paru-ParuKelompok lainnya adalah penderita gangguan jantung dan paru-paru. ISPA memang lebih sering terjadi pada pasien penyakit jantung dan paru-paru. ISPA juga bisa menghampiri seseorang yang memiliki kedua penyakit ini sebelumnya.Perokok AktifKelompok terakhir adalah perokok aktif. Hal ini lantaran perokok aktif memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan fungsi paru serta saluran pernapasan. Sehingga mereka akan rentan terkena ISPA dan cenderung lebih sulit untuk sembuh.

    Gejala ISPA

    Seperti penyakit pada umumnya, ISPA juga akan menimbulkan beberapa gejala bagi para penderitanya. Gejala ISPA biasanya bisa berlangsung antara 1-2 minggu. Sebagian besar para penderita akan mengalami perbaikan gejala usai minggu pertama. Adapun gejala ISPA tersebut berupa:

    1. Bersin
    2. Batuk
    3. Pilek
    4. Hidung tersumbat
    5. Sesak napas
    6. Nyeri tenggorokan
    7. Sakit kepala
    8. Nyeri otot
    9. Demam

    Cara Mengobati ISPA

    ISPA memang paling sering disebabkan oleh virus dibanding dengan bakteri. Sehingga ISPA bisa sembuh sendiri tanpa perlu penanganan khusus. Meski begitu, ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah untuk meredakan gejala.ilustrasi batuk

    ©medicalnewstoday.com

    Berikut tindakan yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala ISPA di rumah:

    1. Perbanyak istirahat dan konsumsi air putih
    2. Konsumsi minuman lemon hangat atau madu
    3. Kumur dengan air hangat yang diberi garam
    4. Hirup uap dari semangkuk air panas yang diberi minyak kayu putih atau mentol
    5. Posisikan kepala lebih tinggi saat tidur

    Apabila gejala tidak membaik, kalian perlu berkonsultasi ke dokter. Nantinya dokter akan memberikan obat-obatan yang bisa meredakan gejala seperti:

  • Ibuprofen atau paracetamol
  • Diphenhydramine dan pseudoephedrine
  • Obat batuk
  • Antibiotik, jika ISPA disebabkan oleh bakteri
  • (mdk/tan)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP