Menag Yaqut Sebut Kemenag Hadiah Negara Buat NU, Muhammadiyah Langsung Bereaksi

Senin, 25 Oktober 2021 08:18 Reporter : Khulafa Pinta Winastya
Menag Yaqut Sebut Kemenag Hadiah Negara Buat NU, Muhammadiyah Langsung Bereaksi Sekretaris PP Muhammadiyah dan Menteri Agama. Instagram/@majeliskopi08 ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti turut menanggapi pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menyebut bahwa Kementerian Agama (Kemenag) merupakan hadiah khusus dari negara untuk Nahdlatul Ulama (NU), bukan umat Islam secara umum.

Abdul mengaku, tidak mengetahui maksud dan tujuan Yaqut menyampaikan hal tersebut. Namun, ia menyayangkan pernyataan Yaqut yang justru membuatnya terlihat seolah tidak adil kepada semua umat beragama dan organisasi keagamaan di Indonesia. Simak ulasannya:

2 dari 4 halaman

Pernyataan Menteri Agama

sekretaris pp muhammadiyah dan menteri agama
Instagram/@majeliskopi08 ©2021 Merdeka.com

Pernyataan Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas terkait 'Kemenag hadiah untuk NU' belakangan tengah ramai jadi perbincangan masyarakat dari berbagai kalangan.

Pernyataan itu disampaikan oleh Menag Yaqut dalam acara webinar Internasional yang ditayangkan di salah satu channel Youtube. Awalnya, Yaqut tengah membahas soal perdebatan terkait usulan perubahan tagline Kemenag.

Kemudian, ia menceritakan asal mula dibentuknya Kementerian Agama RI dan menyebut jika Kemenag dibuat sebagai hadiah khus dari negara untuk organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU).

"Kementerian agama itu hadiah negara untuk NU bukan untuk umat Islam secara umum tapi spesifik untuk NU. Nah jadi wajar kalau sekarang NU memanfaatkan banyak peluang di kementerian agama kan dia itu NU," kata Menag Yaqut dikutip dari Instagram @majeliskopi08.

sekretaris pp muhammadiyah dan menteri agama
Instagram/@majeliskopi08 ©2021 Merdeka.com

Dalam kesempatan tersebut, Yaqut menuturkan bahwa Kementerian Agama dibentuk setelah KH Wahab Chasbullah yang merupakan tokoh NU menjembatani kelompok Islam dan Nasionalis dalam perdebatan tujuh kata dalam Piagam Jakarta. Hal itulah yang membuatnya menyebut Kementerian Agama dibuat khusus untuk NU.

"Kementerian Agama muncul karena pencoretan 7 kata dalam piagam Jakarta. Kemudian yang mengusulkan itu menjadi juru damai atas pencoretan itu dari pihak Nadlatul Ulama, kemudian lahir Kementerian Agama karena itu," kata Yaqut.

"Jadi kalau sekarang Kementerian Agama menjadi kementerian semua agama, itu bukan menghilangkan ke-NU-annya, tapi justru menegaskan ke-NU-annya. NU itu terkenal paling toleran, NU terkenal paling moderat, saya kira tidak ada yang salah," tambahnya.

3 dari 4 halaman

Pendapat Muhammadiyah

Pernyataan Menag Yaqut itupun langsung viral dan mendapat kritikan dari berbagai pihak salah satunya Muhammadiyah. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti menyayangkan pernyataan Menag yang seharusnya berlaku adil terhadap seluruh ormas.

"Seharusnya menag berlaku bijak dan adil kepada semua agama dan organisasi keagamaan," ujar Abdul Mu'ti kepada wartawan, Minggu (24/10/2021).

Lebih lanjut, Abdul mengaku tidak mengetahui pasti maksud dan tujuan Menag Yaqut menyampaikan pernyataan tersebut. Menurutnya, sejarah Kementerian Agama sendiri yang ia ketahui berbeda dari apa yang disampaikan Yaqut dalam acara webinar itu.

"Saya tidak tahu apa maksud dan tujuan menteri agama membuat pernyataan tersebut. Setahu saya sejarah Kementerian Agama berbeda dengan yang disampaikan oleh Menteri Agama," tegasnya.

4 dari 4 halaman

Enggan Komplain

Meski pernyataan dari Menag Yaqut tersebut mengandung kontroversi, Abdul Mu'ti menyebut pihaknya tidak akan melakukan komplain kepada Kemenag. Menurut Abdul, masih banyak hal penting yang harus diurus Muhammadiyah daripada sekadar mempermasalahkan pernyataan tersebut.

"Tidak perlu (mempertanyakan kembali). Banyak hal lebih penting yang harus diurus Muhammadiyah," ucap dia.

[khu]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini